Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Pergi bulan madu.


__ADS_3

Masih di restoran dengan keadaan yang begitu mencengkram. Lisa begitu gugup saat Riko menatap dirinya lekat, demi mendengar jawaban dari bibir nya, yang tidak akan pernah dia berikan.


"Aku tidak ingin melibatkan Tuan Riko, cukup sekali aku menjadi benalu dalam hubungan Tuan Riko dan Vera, aku tau... tuan orang yang bertanggung jawab, maka dari itu, lebih baik aku tidak menceritakan pada mu, aku tidak ingin lagi jadi beban dalam hidup mu, aku tak ingin jika Tuan menikahi ku karna terpaksa" Batin Lisa menjerit, dia menggenggam gelas di hadapan nya dengan kedua tangan nya.


"Kenapa kamu diam?" tanya Riko mengintimidasi Lisa.


"E... sebaik nya kita tidak perlu membahas kejadian itu lagi Tuan" Elak Lisa dengan menundukkan kepalanya.


"Kenapa... tau kah kamu betapa susah nya saya! saya sudah mencari mu kemana-mana, kau bahkan pergi begitu saja, saya menjadi tidak tenang karna merasa bersalah atas apa yang sudah saya lakuin terhadap kamu" terang Riko dengan sedikit meninggikan suara nya.


"Maaf kan saya karna saya sudah pergi tanpa meninggalkan pesan, dan untuk itu! tuan tidak perlu merasa bersalah, andai saja tidak menjemput Tuan, mungkin kita tidak akan mengalami kejadian itu" jawab Lisa mencoba santai.


"Apa! semudah itu kamu mengatakan nya..." Riko memijat keningnya merasa frustasi.


"Lalu kenapa kamu pergi dan keluar dari kantor saya?" lanjut nya lagi.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa mengatakan nya" jawab Lisa sambil menunduk.


"Hemm baik lah, sekarang katakan dimana kamu tinggal, dan anak itu apakah ay..."


"Lebih baik saya pulang dulu Tuan, saya takut suami saya akan khawatir karna saya belum pulang" Lisa langsung memotong ucapan Riko.


Riko merasa sedikit lega, setelah tau jika Lisa sudah menikah, berarti anak dalam kandungan Lisa itu bukan lah anak nya.


"Tapi apa nggak sebaiknya kamu makan dulu?"


"Saya tidak lapar Tuan"


"Ya sudah, mari saya antar kamu" Riko langsung bangun dari duduk nya, begitu pun Lisa.


"Tidak perlu Tuan, saya tidak ingin dia salah paham jika tau saya di antar oleh lelaki lain" Elak Lisa membuat Riko mengangguk paham.


"Ya sudah, tunggu sebentar lagi. Saya akan memesan taksi untuk kamu!"


Setelah menunggu beberapa saat, taksi yang di pesan Riko pun tiba.


"Ayo, taksinya sudah sampai" mendengar itu, Lisa buru-buru berjalan meninggalkan Riko.


Lisa segera masuk dalam mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia ingin menutup pintu mobil taksi yang dia tumpangi, namun tangan Riko menahan nya, hingga Lisa kembali menatap pada Riko.


"Maaf kan atas kekhilafan saya Lisa!! saya harap kamu hidup bahagia menjalani rumah tangga mu, dan jika kamu ingin kembali bekerja, maka pintu perusahaan saya akan selalu terbuka untuk mu" ujar Riko dengan begitu serius.


Lisa hanya tersenyum getir dan mengangguk sedikit kepalanya, lalu diapun langsung menutup pintu mobil dan menyuruh supir taksi untuk langsung jalan, meninggalkan mantan bos dan orang yang telah menggerogoti hatinya.

__ADS_1


"Dia terlihat beda... bukan seperti Lisa yang ku kenal selalu banyak bicara dan ceria" gumam Riko yang melihat mobil yang di tumpangi Lisa berlalu di hadapan nya.


Sedangkan di dalam mobil, Lisa langsung menumpahkan semua kesedihan di hatinya, rasa sakit, sesak, begitu menusuk relung hatinya.


"Maaf kan aku Tuan, aku tidak bermaksud menyembunyikan kebenaran ini dari tuan, tapi aku hanya tidak ingin menjadi beban dalam hidup anda, tuan berhak mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dari ku, biarkan aku sendiri yang menanggung nya dan membesarkan anak kita seorang diri" Lisa menangis sambil meremas dada nya dengan menahan rasa sakit yang menancap tepat di hatinya.


...----------------...


Detik berganti menjadi menit, jam terus berputar... hingga pagi hari, pasutri yang sudah beberapa bulan menjalani bahtera rumah tangga tersebut, sudah berangkat untuk berbulan madu.


Davvien dan Vera sedang berada dalam pesawat pribadi milik keluarga Wilmar, pesawat yang hanya di tumpangi oleh mereka berdua saja.


Seperti biasa, pengusaha sukses yang di segan di seluruh dunia ini begitu manja bila berdekatan dengan singa betina nya.


Davvien terus bergelayut manja pada Vera, ya memang seperti itu. Jika kebanyakan istri yang di manjakan suami, maka beda dengan Davvien, kalau di saat berdekatan dengan Vera dia bagaikan kucing yang selalu menempel pada majikan nya, tapi di segi perhatian dan kasih sayang, calon ayah dari dua bayi kembar ini juga juaranya.


"Sayang bisakah kamu geser, aku mau berbaring... pinggang ku sakit jika terlalu lama duduk" protes Vera.


Kalian tau posisi Davvien, dia merebahkan tubuhnya pada dada Vera, memeluk pinggang Vera dengan begitu erat, dia bahkan memejamkan mata menghirup aroma dari tubuh yang selalu membuat nya candu.


"Kamu lelah sayang, ya sudah... sini kamu tidur di atas paha aku saja" ucap Davvien sambil memegang kepala sang istri.


"Kenapa, kan di sana ada kamar!" jawab Vera yang menunjukkan kamar dengan ekor matanya.


"Kenapa dia jadi pelupa sekarang" batin Vera yang melihat wajah tampan suaminya dari bawah.


"Sayang!" panggil Vera, Davvien hanya mengalihkan pandangannya menatap sang istri dalam gendongan nya.


"Ada apa heum?" tanya Davvien sambil membuka pintu kamar.


"Kamu sangat tampan suamiku" jawab Vera sambil memegang rahang tegas sang suami.


Blussss...


Pipi Davvien langsung bersumbu merah mendengar perkataan Vera, dia memang sangat suka di puji, apa lagi yang mengatakan dirinya tampan adalah sang istri, Davvien menjadi salah tingkah.


Dengan perlahan Davvien membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur, dia pun segera memalingkan wajahnya agar Vera tidak bisa melihat wajahnya sudah seperti tomat matang.


"Loh, kamu mau kemana?" tanya Vera yang melihat Davvien berbalik arah dan ingin melangkah.


"Aku ingin ke kamar mandi sebentar" jawab Davvien dengan berpura-pura santai.


"Emm, jangan lama! anak kita ingin di elus" Rengek Vera begitu manja di pendengaran Davvien.

__ADS_1


"Tidak akan sayang" Davvien pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan buru-buru dia menutup pintu kamar mandi, diapun langsung mendekati cermin yang ada di sana, melihat wajah nya yang barusan di bilang tampan oleh sang istri.


Davvien menggigit kuku jarinya merasa senang, istrinya sangat jarang mengatakan dirinya tampan, saat dia mengatakan nya pun, maka begini lah reaksi sang CEO Wilmar group.


Setelah menetralkan salting nya alias salah tingkah, pria memiliki alis tebal ini keluar, langsung menghampiri sang istri yang masih menunggu dirinya.


"Sayang... pengen peluk" rengek Vera lagi sambil merentangkan kedua tangannya.


Davvien hanya tersenyum, dia pun mendekati ranjang lalu menaiki nya.


"Sayang, apa kalian senang jalan-jalan?" tanya Davvien pada kedua baby dalam perut sang istri, sambil mengelus dengan lembut perut Vera.


"Cenang Papa" jawab Vera dengan membuat suara seperti anak kecil.


"Papa sayang kalian" Davvien langsung mencium bumil yang saat ini berada dalam pelukan nya.


Vera pun memejamkan matanya, merasakan hangat nya dekapan suami yang selalu membuat nya merasa nyaman, aman dan juga tenang.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Maaf baru sempat up🙏🙏.


Duh.. seneng deh lihat keuwuan Davvien ma Vera, jadi iri.


Eh. Bilang kata iri, bagaimana dengan musuh nya ayah Vera ya, apa dia akan menyerang saat Vera dan Davvien pergi berbulan madu!!


Jadi penasaran nih, nantikan episode selanjutnya kakka.


......Seperti biasa,,, sambil nunggu aku up lagi. mampir yuk di karya temen ku.......


__ADS_1


__ADS_2