
Hari ini tepat hari ke tujuh kelahiran baby Syakir dan Syakira, seperti yang di katakan Davvien, hari ini dia akan mengadakan syukuran sekaligus akikahan anak kembarnya.
Kedua belah pihak orang tuanya memang sudah berada di rumah nya, termasuk kakek yang juga sudah pulang, dia begitu senang saat melihat cicit nya yang sudah lahir.
Kakek Farhan sangat senang dengan kelahiran cucunya itu, karna sudah sangat lama dia tidak lagi menggendong bayi.
Tapi kakek Farhan yang sudah tua, dua sedikit kewalahan menggendong bayi gembul Davvien dan Vera.
Kini rumah sudah di sulap oleh tangan ajaib hingga menjadi kan
taman di rumah Davvien ini begitu indah dengan dekorasi yang di padukan.
Mereka melangsungkan acara nya di halaman rumah, papan bunga ucapan selamat dari rekan bisnis ataupun saudara sudah berjejer di tepi jalan di depan rumah bagaikan istana ini.
Para reporter juga sudah siap dengan kamera nya, mereka tentu tidak ingin ketinggalan meliputi tayangan penerus keluarga yang berpengaruh di seluruh dunia.
Vera sudah siap dengan baju kebaya berwarna salem, dengan rambut di sanggul dan di pakaikan riasan kecil di atasnya, wajah nya hanya di berikan polesan natural, namun terlihat begitu cantik dan memukau.
Davvien menggunakan baju batik bernada berwarna sama dengan Vera, kedua anaknya juga di pakaikan baju yang cuple, Syakira sama dengan sang mama, sedangkan Syakir senada dengan sang papa.
Tamu sudah berdatangan, Ny.Andin bersama besan sedang duduk menanti anak dan cucu mereka turun, sedangkan Tn.Diwan dan Andre sudah bergabung dengan beberapa tamu yang mungkin mereka kenal atau rekan bisnis keduanya.
Intan sudah bergabung dengan Tania dan Rani, begitu pun Fero, dia juga bergabung bersama rekan bisnis dari bos nya itu.
Davvien dan Vera turun dengan menggendong ke dua anak mereka, Davvein menggendong Syakira, sedangkan Vera menggendong Syakir, mereka tampak begitu serasi dan bahagia.
Mereka langsung di bimbing untuk duduk di kursi yang telah di siapkan.
Acara pun di buka, mulai dari pembukaan, pembacaan Al-Qur'an, dan MC meminta Davvien untuk memberikan sambutan dan juga beberapa kata syukur nya atas kelahiran ke dua anaknya.
Davvien bangun dan mengulurkan tangannya kepada sang istri, Davvien naik ke atas podium kecil dengan masih menggendong Syakira dan Vera berdiri di sebelah nya dengan menggendong Syakir.
"Sebelum nya saya ucapkan terima kasih kepada para undangan yang sudah berhadir di acara ini yang tidak saya ucapkan satu persatu, Alhamdulillah atas rasa syukur saya kepada Allah SWT, karna telah mempercayai dan mengamanatkan kedua putra dan putri kepada kami, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada wanita yang paling hebat, yang telah berjuang mempertahankan nyawanya untuk melahirkan anak kembar kami!" Davvien menghentikan ucapannya dan melihat ke arah Vera. Sedangkan Vera hanya tersenyum haru dan dia juga menatap pada sang suami.
__ADS_1
"Saya hanya berharap kedua anak saya bisa menjadi orang yang hebat, baik, dan jujur, dan terutama mereka saling menyayangi dan juga menyayangi Mama dan Papanya, dan saya perkenalkan penerus keluarga Wilmar!" Davvien lagi-lagi menggantungkan ucapan nya.
"Putra kami yang bernama Fazza Dania Sayakir Wilmar, dan putri kami Fita Dania Syakira Wilmar!" Davvien begitu pantang menyebutkan nama kedua anaknya.
Sedangkan baby kembar begitu kalut melihat keramaian, sebelum nya mereka hanya melihat kehebohan yang di ciptakan papa dan om nya dan juha ke dua nenek dan oma mereka.
Semua bertepuk tangan, Davvien mengajak Vera untuk turun, dan acara pun di lanjut dengan tausiah, penutup dan doa, berfoto bersama keluarga hingga penyembelihan akikah.
...----------------...
Sedangkan Vera dan Davvien berbahagia merayakan syukuran atas kelahiran anak mereka, di sebuah rumah sakit ada seorang wanita yang sedang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan buah hatinya.
Lisa dengan sekuat tenaga mendorong anak nya dari dalam, Riko berada di sebelah nya, sedangkan mama Riko dan juga Papa nya turut hadir.
Mama Riko sudah sedikit menerima kehadiran Lisa dan anaknya, meski dia tidak mengatakan nya, tapi terlihat jelas raut kekhawatiran di wajah nya, mungkin dia sadar jika di sini yang bersalah bukan hanya Lisa tapi anaknya juga.
Ketegangan yang mereka rasakan, hilang seketika saat mendengar tangisan bayi pecah dari dalam ruangan.
Lisa menitikkan air mata nya, merasa sedih dan juga bahagia, begitupun dengan Riko, dia sudah merasa haru, karna hari ini dia menjadi seorang ayah.
Riko mencium puncak kepala Lisa, dia juga sudah menerima kehadiran Lisa, perlahan dia bisa melupakan bayangan Vera dari dalam hidupnya.
Riko mengambil anak dan mengadzani nya setelah bayinya selesai di bersihkan, papa Riko dan juga mama nya ikut melihat cucu dan menantu mereka, mama Riko begitu senang saat melihat cucunya perempuan, karna dia memang sudah sangat ingin mempunyai anak perempuan.
"Terimakasih Lisa, kamu telah melahirkan cucu untuk kami, dan maaf, jika selama ini Mama sering bersikap tidak baik sama kamu!" mohon mama Riko yang akhirnya menyadari semua sikapnya.
Lisa hanya bisa menangis karna rasa bahagia yang di rasakan nya, dia mengira jika mertuanya tidak akan menerima anak yang dia lahir kan.
"Jangan meminta maaf Ma, aku sudah memaafkan Mama, aku sangat bahagia karna Mama mau menerima ku dan juga anak ku!" ungkap Lisa betapa rasa bahagia nya dia sekarang ini.
Mama Riko tersenyum dengan deraian air mata, kemudian wanita yang melahirkan Riko pun memeluk sang menantu.
Riko dan papa nya yang melihat ikut terharu, akhirnya tidak ada lagi pertikaian di dalam rumah mereka.
__ADS_1
...----------------...
Setelah acara selesai, semua tamu sudah pulang, Davvien dan Vera masuk ke dalam kamar menidurkan si kembar, orang tua merekapun pamit untuk pulang.
"Ma, Dad hati-hati ya!" ucap Vera sambil memeluk kedua orangtuanya.
"Iya Nak, kamu juga sana istirahat, pasti kamu lelah kan!" ujar Rina.
Vera hanya tersenyum, dia pun memeluk menantu nya itu.
"Mommy dan Daddy juga hati-hati ya!"
"Iya Nak, kamu kenapa sayang kok seperti tidak tenang gitu?" tanya Ny.Andin yang melihat menantunya seperti gelisah.
"Tidak tau Mom, Vera merasa tidak tenang, seperti akan terjadi sesuatu!" ucapan Vera langsung membuat sang suami menariknya ke dalam dekapan nya.
"Jangan bicara sembarangan, mungkin kamu kelelahan!" ucap Davvien menenangkan Vera.
Vera hanya mengangguk, ke empat orang tua mereka hanya tersenyum, gantian Intan yang berpelukan dengan wanita paruh baya yang juga sangat menyayangi dirinya. Setelah itupun mereka pamit pulang.
.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
__ADS_1
...Jangan lupa Like, komen dan Vote ya Reader terkasih. Salam sayang ku untuk kalian....