Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Pertemuan


__ADS_3

"Tapi nak,ini penting"Nyonya Andin bingung harus bagai mana mengatakan pada anak nya itu


"Memang nya ada apa Mom?"tanya Davvien sambil menaikkan alis nya, penasaran dengan hal penting yang Mommy nya bicarakan


"Kita akan ke rumah Om Diwan mlam ini,untuk membahas masalah kalian,apa mesti di tunangan kan dulu atau langsung di nikah kan,sekalian melihat calon istri kamu"Nyonya Andin memberi penjelasan pada putra nya itu


"No Mom,I don't want to come"tolak Davvien


"Why"


"Davvien lagi ada urusan nanti malam,untuk apa juga Davvien ikut,toeh sama saja melihat wanita itu dengan tidak melihat nya dadi juga tetap akan menikah kan Davvien"Davvien bersikeras menolak ajakan Mommy nya


"Pasti kamu mau melakukan pekerjaan gelap itu,sekarang pulang"Tuan Andre yang tiba di belakang Nyonya Andin mendengar perkacapan antara istri dan anak nya langsung merebut ponsel yang menempel di telinga Nyonya Andin


"Sudah lah Dad,Daddy sudah memaksa aku untuk menikahi wanita yang belum aku kenal,dan Daddy juga sudah bilang kalau Davvien mau menikah dengan perempuan itu maka dadi tidak akan melarang ku untuk menjadi Mafia,jadi jangan dadi paksa aku lagi untuk mengikuti semua kehendak Daddy"ucap Davvien sambil memutuskan sambungan,wajah nya memerah menahan emosi


Fero cuma diam melihat kemarahan sang ketua Mafia itu tanpa berani mengucapkan apapun


karna dia tau,kalau saat ini Davvien benar benar tidak bisa di ganggu


Sekali angkat bicara nyawa akan melayang,kira kira begitu lah bentuk ancaman suasana di dalam mobil mereka itu


"Bagaimana mas,apa Davvien pulang"tanya Nyonya Andin dengan wajah agak panik, mendekati Tuan Andre dan memegang lengan suaminya


Tuan Andre menggeleng menanda kan kalau dia gagal membujuk Davvien untuk ikut bersama mereka


"Anak itu,benar benar susah di atur"sahut Nyonya Andin yang sudah tampak kesal dengan tingkah Davvien


"Kita pergi berdua saja,nanti kita bilang kaloe Davvien lagi ada pekerjaan"Tuan Andre memberi solusi,Nyonya Andin pun mengagguk


...........................


Sekitaran pukul 6 sore,di dalam sebuah kamar tepat nya di dalam kamar Intan, Vera dan Intan masih tertidur pulas,para gadis ini dengan asik nya berlomba mengeluarkan irama dengkuran mereka masing masing


Setelah tadi Vera mengajari Intan ilmu bela diri karna terlalu capek mereka pun ahirnya tertidur


Ya,karna memang Vera bisa bela diri,Daddy nya menyewa pelatih buat Vera, Vera belajar beberapa jurus bela diri,menembak,memainkan pedang


Dia sering mengajari Intan,ya sperti yang mereka lakukan tadi,saat pulang dari kampus karna tidak ada kerjaan ahirnya Intan meminta Vera melatih nya bela diri,karna sudah jarang Vera mengajari nya

__ADS_1


"Intan ve5ra"suara lembut seseorang di balik pintu sedang mengetuk ngetuk pintu kamar Intan


"Intan..kalian ngapain"tanya nya lagi yang masih mengetuk pintu karna tak kunjung di buka oleh putri putri nya


"Intan,,Ibu masuk ya"sambil memutar gagang pintu dan masuk kedalam kamar Intan


"Ooooo tertidur rupanya,,heummmm"melangkah mendekati Intan dan vera hendaknya membangunkan mereka karna waktu menunjukan sebentar lagi akan magrib


"Intan, Vera"memanggil dengan nada lembut,sambil memukul mukul pelan pipi Intan dan Vera


Ada sesuatu yang menyentuh pipi mereka dan seperti orang yang memanggil mereka, Vera dan Intan pun membuka mata dan melihat ibu Intan yang membungkuk ke arah mereka sambil tersenyum manis


"Bangun sayang,udah mau magrib solat dulu"ucapa ibu Intan menegak kan badan nya lagi


"Apa Tante,mau magrib?"Vera kaget karna janji nya dengan Daddy nya tadi akan pulang awal


"Aduhhhhhh gimana ini udah telat dong,pasti Daddy marah bnget soal nya gw sudah janji pulang awal"Vera menggigit kuku jari nya


"Tante tidak tau kalau kamu ada janji sama Daddy mu"


"Iya Tan, Vera lupa bilang nya tadi"


"Ya sudah loen mandi aja dulu,habis itu loe solat,siap siap nya di sini saja nanti sampai rumah loe bilang dari mana lah,dari salon kek"Intan memberi saran pada Vera


Setelah selesai mandi dan solat, Intan membantu Vera bersiap siap, Intan memberikan dress milik nya dengan lengan pendek berwarna maroon kepada Vera,dan membantu Vera sedikit merias diri


"Padahal gw kan tidak mau perjodohan ini,kenapa gw dandan seperti ini?tanya Vera bingung dengan penampilan nya sekrang


"Ussss jangan membantah,ini cuma sebagai alasan supaya dadi loe percaya kaloe loe dari salon, emangnya loe mau nama di hapus dari kartu keluarga?tanya Intan sambil memasang anting buat Vera


"Tapi..."


Ucapan Vera terpotong karna Intan sudah mendorng tubuh nya keluar


"Sudah sudah kaloe harus dengerin loe ocehan lagi,sampe subuh belum selesai sekarang cepat pulang"usir in5tan


"Tan loe ngusir gw"tanya Vera membuat wajah nya sedih


"Anggap saja iya"jawab Intan santai

__ADS_1


"Ihhhhh awas loe ya"ve5ra melangkah menuju mobil yang masih ada pengawal nya masih setia menunggu nona mereka


"Nona,tuan sudah menghubungi kami dari tadi"ucap seorang pengawal membuka kan pintu untuk majikan nya


"Terus kalian jawab apa?"tanya Vera sambil masuk ke dalam mobil nya


"Kami bilang di rumah non Intan"


"Nanti kaloe Daddy tanya lagi bilang saja kita habis dari salon ya"ucap Vera tegas tanpa mau di bantah


"I iya nona"jawab satu pengawal terbata bata


Mobil pun melaju,bergabung dengan pengendara lain untuk tujuan masing masing


Di tempat Davvien


"Den,makanan sudah siap"ucap pelayan yang sering di panggil Bi Sri


"Heummm, Bi Sri dan yang lain nya boleh pulang, Fero suruh supir untuk antar Bi Sri ke rumah"perintah Davvien sembari duduk di meja makan


"Baik"Fero menyuruh supir untuk mengantar Bi Sri dan beberapa pelayan dia pun ikut duduk di meja makan bersama Davvien


"Jam berapa mereka datang"tanya nya datar sambil memasuk kan makanan ke dalam mulut nya


"Jam 9,kali ini tidak menunggu larut malam karna bos Mafia mereka harus pulang ke luar negri malam ini juga"sambil mengunyah makanan nya Fero memberi penjelasan pada Davvien


Davvien hanya mengangguk sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulut nya


Makan pun selesai mereka bersiap siap untuk menyambut rekan mereka yang akan melakukan transaksi barang ilegal yang sempat gagal


Meski pun di lakukan di rumah Davvien yang disebut markas,mereka tetap juga akan bersiap siap dan melakukan penjagaan ketat setelah kemaren ada yang sengaja bermain curang


Kembali lagi pada vera


Vera turun dari mobil tergesa gesa,dia berlari ke arah pintu tampa memperhatikan kiri kanan


Setelah samapai di depan pintu, Vera mengambil nafas dalam-dalam dan menghembus kan secara pelan supaya dia terlihat santai


"Assalamu'alaikum Dad"sambil membuka pintu dan tersenyum manis pada Daddy nya

__ADS_1


~Bersambung


Huhhhhh,,,,komen dong dukung author biar tetap semangat


__ADS_2