
Nyonya Andin dan Vera tampak bercerita dan sesekali tertawa sambil nyonya Andin yang terus menyiram tanaman nya dan Vera yang terus melihat bungan bunga yang bermekaran sangat indah di pandang mata
Nyonya Andin sudah selesai menyiram tanaman nya,dan sekarang mengajak menantunya untuk duduk di kursi taman itu
Terlihat mertua dan menantu itu sangat dekat,nyonya Andin memanggil pelayan dan meminta di bawakan teh dan cemilan untuk menemani dirinya dan menantu nya mengobrol
"Mommy,apa Vera boleh memetik bunga itu,Vera sangat ingin memetik nya"Vera meminta pada nyonya Andin saat melihat bunga mawar putih yang sangat indah
"Boleh sayang,kalau kamu mau kamu bisa memetiknya setiap hari"jawab nyonya Andin tersenyum ramah ke arah Vera
"Wuahhhh beneran"Vera langsung antusias melangkah untuk memetik bunga itu,dihirupnya bunga mawar yang sudah dia petik sambil memejam kan mata
Nyonya Andin hanya tersenyum melihat tingkah menantunya itu
Vera kembali duduk di kursi yang masih di duduki oleh nyonya Andin
Sesaat minuman dan cemilan pun sudah di antar oleh pelayan
Vera memakan cemilan itu sambil melihat ke arah taman, sungguh suasana seperti ini bisa membuat Vera merasa tenang
"Sayang,Davvien dimana"tanya nyonya Andin
"Eee itu,tadi waktu Vera keluar kamar mandi Vera sudah tidak melihat nya lagi"jelas Vera,perasaan nya langsung merasa sakit jika menyebut nama Davvien karna mengingat perkataan Davvien beberapa saat yang lalu
"Oehh mungkin di dalam ruang kerja nya,sayang kamu bisa membuat kopi?"tanya nyonya Andin lagi pada Vera
"Bisa Mommy,di rumah Vera sering buatin kopi untuk Daddy"jawab Vera yang tampak bingung dengan pertanyaan mertua nya
"Kalau begitu kamu mau kan buatin Davvien kopi lalu antar kan ke ruang kerja nya"Ucap nyonya Andin lagi tersenyum pada Vera,nyonya Andin sengaja menyuruh Vera untuk mendekat kan putra dan menantunya
Vera tampak ragu,tapi dia juga tidak mungkin untuk menolak
Ahirnya Vera beranjak dari duduk nya meninggal kan nyonya Andin sendiri,lalu langkah nya menuju ke arah dapur
Vera mulai membuat kopi untuk suaminya,tidak berapa lama pun kopi yang di buat Vera sudah siap
Vera melangkah keluar dapur,saat di bawah tangga Vera bingung yang mana ruang kerja Davvien
Vera melihat Bi Inem melintas di depan nya,Vera pun langsung mengehentikan Bi Inem
"Bi,ruangan kerja Tuan Davvirn dimana ya"tanya Vera yang melihat lihat kamar di lantai atas
"Mari ikut saya nyona"cuap Bi Inem membungkuk ke arah Vera
Vera pun berjalan mengikuti langkah Bi Inem
Saat sampai di atas,Bi inem menunjukan ruangan kerja Davvien yang tidak terlalu jauh dari kamar nya
"Terima kasih bi''
Bi Inem hanya mengangguk,dia pun berlalu meninggalkan Vera yang tampak ragu untuk masuk ruang kerja Davvien
Hufffffff
Vera menghela nafas nya,menghilangkan rasa gugup nya dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan kerja Davvien
Tok tok tok
__ADS_1
Sedangkan Davvien masih mengerjakan pekerjaan nya mendengar ketukan pintu dia menyuruh orang di balik pintu untuk masuk tanpa berpaling dari laptop nya
Setelah mendengar Davvien memberi izin untuk nya masuk,Vera membuka pintu ruangan tersebut lalu melangkah masuk ke dalam
Setelah masuk,Vera menutup kembali pintu ruangan itu lalu dia melihat ke arah Davvien yang juga sudah melihat ke arah nya
Meskipun sempat terluka dengan perkataan Davvien tapi Vera coba untuk tersenyum ke arah Davvien
Deg,,
Davvien yang melihat ke arah pintu terbuka jantung nya langsung berdetak sangat kencang saat melihat senyuman manis Vera,apa lagi penampilan Vera terkesan imut dan menggemaskan
Davvien mencoba untuk mengatur kemabli detak jantung nya yang tak karuan itu,Davvien memasang wajah datar
Saat melihat raut wajah davvien Vera langsung angkat bicara
"Aku kesini karna Mommy menyuruh ku mengantarkan kopi untuk tuan"Ucap Vera sambil menaruh cangkir kopi di meja kerja Davvien lalu melangkah keluar
Davvien tidak perduli,dia kembali melihat pada layar di depannya,Davvien mencoba untuk bersikap biasa saja
Setelah Vera keluar Davvien berhenti menatap layar persegi empat itu,Davvien mengangkat kepala nya dan bersandar di kursi kerja nya
"Huh,kenapa detak jantung ku tidak bisa untuk ku atur sekarang"Davvien menghela nafas nya dan memegang sebelah jantung nya
"Mungkin karena gadis gila itu selalu membuatku emosi"lanjut nya lagi lalu mengambil kopi dan meminum nya
...----------------...
Sedangkan di luar pintu,Vera juga kembali menghela nafas nya,tapi kali ini Vera menghela nafas lega karena berhasil untuk mengantar kan kopi pada manusia mematikan nya itu
Tapi sudah tidak ada mertua nya lagi di sana,mertua nya itu pasti masuk ke dalam kamar pikir Vera
Dian pun duduk menikmati pemandangan yang menurut nya sangat indah,tapi sepersekian kalinya Vera merasa bosan hanya duduk dan tidak melakukan apapun
Tiba tiba Vera mendapatkan ide untuk memasak untuk makan siang,Vera bangun dan melangkah ke dapur
Vera berinisiatif akan memasak salad ayam, sandwich daging,tumis tahu dan ayam,dan sandwich mentimun
Vera menguncir rambut nya ke atas dan memakai celemek,baru Vera mengeluarkan bahan bahan dari kulkas
Vera mulai memotong motong semua bahan,dengan telaten nya Vera memotong bahan bahan untuk nya memasak
...----------------...
Sedangkan di dalam ruang kerja,Davvien merasa jenuh,dia pun keluar untuk menghirup udara dai luar rumah
Davvien menuruni anak tangga satu persatu,Davvien melangkah ke arah meja makan untuk minum
Saat sampai di meja makan,Davvien menuangkan air kedalam gelas,terdengar suara di dapur ,Davvien tidak menghiraukan nya karna berfikir Bi Inem yang memasak
Davvien pun meminum air nya,sesaat pun mata nya menangkap sosok yang menurutnya sangat menyebalkan,dia melihat Vera bolak balik di dapur antara kulkas dan kompor
Davvien yang melihat nya menghentikan minum nya dan menaruh gelas nya di atas meja
Davvien penasaran dengan yang di lakukan oleh Vera di dapur
Davvien berjalan dan mengintip,terlihat Vera dengan semangat nya mengaduk aduk makanan yang sedang dia masak,Dengan penampilan Vera menguncir rambut ke atas dan masih ada jepitan di atas kepala nya membuatnya tambah imut
__ADS_1
Davvien terus melihat Vera"*H*euh,apakan gadis itu bisa memasak,kalaupun bisa apa masakan nya enak,terlihat dia hanya gadis manja,cengeng juga gila,dimana semua pelayan di rumah ini sehingga dia yang memasak"ucap Davvien di dalam hati yang meremehkan kemampuan Vera memasak
Davvien masih belum pergi dari sana,dia terus memperhatikan gerak gerik Vera memasak tiba tiba
"Ekhem"suara itu mengagetkan Davvien dan langsung membalikkan badan nya melihat ke pemilik suara itu
"Vien kamu ngapain di sini"ternyata nyonya Andin yang bertanya pada Davvien
"Eh mommy,tidak Davvien hanya mau minum"jawab nya asal,bagaimana pun Davvien merasa malu karna ketahuan mengintip
"Oehh bukan nya kamu telah minum air di meja makan"Tanya nyonya Andin lagi,dia sengaja menggoda Davvien karna tau kalau Davvien sedang mengintip Vera memasak
Davvien gelagapan mendengar perkataan mommy nya
"Kamu tidak lagi mengintip kan Vien"tanya nyonya Andin lagi terus terus menggoda putra nya itu
"Mengintip?,heuh untuk apa Davvien mengintip nya,Davvien hanya penasaran apa gadis cengeng itu bisa memasak,yang ada nanti kita semua sakit perut memakan masakan dia"jawab Davvien dia tidak rela di bilang mengintip
"Oehh begitu,tadi setelah kamu sarapan pagi apa kamu sakit perut?"tanya nyonya Andin lagi
"Tidak Mom,memangnya kenapa"
"Tadi pagi juga Vera yang memasak"jawab Nyonya Andin tersenyum melihat menantunya yang asik memasak
Davvien berfikir,dia memang merasakan rasa yang berbeda pada makanan tadi pagi
Vera yang mendengar suara orang berbicara pun melangkah dan melihat ke arah mereka
"Mommy"panggil Vera
"Ehh sayang,kamu lagi masak?"tanya nyonya Andin tersenyum ke arah menantunya
"Iya Mommy, Mommy ngapain disini,sudah Vera saja yang memasak,siang ini semua orang hanya memakan masakan Vera"ucap Vera dengan bangga nya,dia belum melihat Davvien
"Itu,mommy melihat tadi seseorang terus memperhatikan mu memasak"Ucap nyonya Andin melirik ke arah Davvien,Vera pun melihat ke arah pandangan nyonya Andin,Vera baru sdar kalau disitu juga ada suaminya
"Aku aku,cuma memastikan kalau dia tidak meracuni makanan nya"Davvien beralasan dan langsung meninggalkan Vera dan nyonya Andin
Nyonya Andin menggeleng kepala melihat tingkah Davvien yang masih mengelak meski sudah tertangkap basah
"Kamu tidak usah dengerin ucapan nya,sekarang mana mommy mau lihat apa yang kamu masak"Ucap nyonya Andin mengalih kan pembicaraan
"Ehhh tidak mommy,jangan dilihat dulu"cegah Vera saat nyonya Andin mau masuk ke dapur
"Ya sudah kalau begitu,mommy tidak sabar mencicipi masakan kamu sayang"nyonya Andin ahirnya pergi dari dapur
tinggallah Vera di sana dengan perasaan kesal nya"Apa dia bilang,melihat ku apa aku akan meracuni makanan nya,apa tampang ku terlihat seorang pembunuh,yang ada dia lah manusia yang mematikan,kalau pun iya aku meracuni orang yang pertama aku racuni adalah kamu tuan Davvien"gumam Vera merasa kesal karna Davvien telah menuduh nya
Vera melanjutkan acara memasak nya walaupun dengan perasaan marah
~Bersambung
Komen
Like
Vote.
__ADS_1