
Setelah sadar dari pingsan karna ledakan besar dari mobil mereka, Frans langsung berdiri, dia mencari keberadaan sang mama.
Suasana yang sedikit terang karna rembulan yang menyinari, Frans terus berjalan mencari mama nya yang ntah terpental kemana.
Sedikit jauh berjalan, Frans menemukan tubuh mamanya yang terlungkup di tanah.
Frans langsung mendekati Rina, dia membalikkan badan mamanya, melihat darah yang sudah mengering di kepala Rina, dia terus menggoyang goyangkan tubuh lemas di dalam pangkuan nya itu.
Frans mengadahkan pandangan nya mencari air di sekitar nya, matanya bisa menangkap sebuah sungai kecil tak jauh dari mereka, Frans meletakkan kepala sang mama di tanah, lalu dia mengambil daun yang besar, dia pun mengambil air dengan daun tersebut, lalu Frans memercikkan air pada wajah Rina, dia juga mengelap darah di dahi Rina dengan sisa air yang tidak banyak di tampung daun tersebut.
Rina mengerjap kan matanya saat sesuatu yang dingin membasahi wajah nya.
"Ma, mama sudah sadar?"
Rina memegang kepalanya yang terasa begitu sakit, dia pun mencoba bangun, dilihat nya di sekitar nya begitu gelap, juga penuh dengan semak-semak.
"Sayang, kamu tidak apa apa?"
Rina langsung meraba tubuh anak nya.
"Tidak ma, mama bagaimana apa kepala mama masih sakit?"
Tanya Frans yang khawatir, untung nya luka di kepala Rina tidak terlalu dalam.
"Sudah, mama tidak apa-apa nak, dimana adik dan papa mu nak?"
Tanya Rina lagi pada sang putra, Frans menunduk dia sendiri tidak tau kalau papa dan adik nya masih bisa selamat atau tidak.
"Dimana mereka sayang?"
__ADS_1
"Aku nggak tau ma, kita tersesat di hutan, bukan kah mama yang sudah mendorong adek dan juga papa, mungkin mereka juga ikut jatuh ke jurang ma"
Kata-kata Frans membuat Rina bersedih, andai dia tidak mendorong suami dan putri nya pasti mereka masih selamat.
"Ayo ma, kita pergi dari sini untuk mencari jalan keluar, kita cari jalan untuk sampai pada tempat kita terjatuh, siapa tahu para polisi akan menyelidiki nya, dan semoga kita bisa melihat adek dan juga papa"
Mereka pun bangun, dengan Frans memapah Rina mereka terus berjalan, hingga mereka sudah berjalan cukup lama, tapi tempat mereka terjatuh ataupun mobil yang meledak tidak mereka temui.
Dengan hanya cahaya remang-remang mereka terus berjalan, hingga mereka merasa lelah, Rani dan Frans pun memilih untuk istirahat sejenak, tapi mereka malah tertidur.
Pagi hari mereka kembali melanjutkan perjalanan nya, baru mereka sadari jika saat ini mereka sudah tersesat di dalam hutan, tanpa rasa menyerah mereka terus berjalan, jika merasa capek mereka istirahat dimana pun yang di yakin aman dalam hutan tak berpenghuni, dan jika pagi menyapa mereka kembali melangkah untuk bisa menemukan jalan keluar, jika merasa lapar mereka hanya mengganjalnya dengan buah-buahan yang tumbuh dalam hutan tersebut.
Berhari-hari mereka di dalam hutan, rasa capek, sakit, lapar tak mereka hiraukan, meski langkah sudah sangat terasa berat namun mereka tetap mengayunkan kedua kaki mereka, binatang-binatang seperti ular, tikus, nyamuk sudah banyak mereka lewati, bahkan nyamuk menari-nari di atas kepala mereka, mengikuti kemanapun mereka pergi. Hingga keduanya menemukan kebun karet di dalam hutan itu, mereka meneliti sekitar nya terlihat bersih dan juga seperti kebun yang selalu di rawat.
Mereka yakin jika kebun karet itu milik seseorang, mereka pun memutuskan untuk duduk di sana berharap pemilik kebun akan datang dan bisa membantu mereka keluar dari dalam hutan itu.
Setelah menceritakan kejadian yang menimpa mereka, ternyata orang-orang itu yang bekerja di kebun karet yang sangat luas itu.
Untung mereka orang-orang baik, Rina dan Frans langsung di bawa ke rumah salah satu dari mereka berlima.
Rani dan Frans sudah menetap di kampung dekat dengan kebun karet, Rina dan Frans juga ikutan bekerja di sana.
Setelah tiga bulan mereka menetap di sana, Rina dan Frans memutuskan untuk ke kota, Rani masih terus berharap bisa bertemu dengan anak perempuan nya.
Dengan hanya bermodal uang hasil dari kerja dari kebun karet milik orang, dan cincin pernikahan Rina, juga satu kalung yang di pakai nya yang masih melekat di leher Rina, mereka keluar dari kampung untuk pergi ke kota, sesampainya di kota, Rani membuka usaha kecil-kecilan, membuat kue dan menjual nya demi untuk menyekolahkan Frans.
Dengan bakat yang dia miliki, kue Rina sangat di minati oleh orang-orang yang sudah mencicipi nya, hingga Rani bisa membuka toko kue sampai dia bisa menyekolahkan Frans di universitas terbaik di kota tersebut.
Jadi kalian paham kan kenapa Vera pandai masak dan bikin kue, ngikutin emak nya.
__ADS_1
Setelah lulus, Frans mencoba mencari pekerjaan di kantor, dengan kepandaian yang dimiliki nya Frans di terima di kantor yang cukup besar.
Dari hasil menabung Frans akhirnya bisa mendirikan perusahaan sendiri, meski masih tidak terlalu besar namun saat ini banyak investor yang mengajaknya bekerja sama, karna bakat yang dimiliki Frans.
Dan dengan modal nekat Frans mengajukan kerja sama pada perusahaan Davvien, alhasil perusahaan yang di idamkan nya menerima perusahaan kecil nya untuk bekerja sama dengan perusahaan terbesar dan terkenal di seluruh negara.
Yang lebih bahagia nya lagi, karna kerja sama dengan perusahaan Davvien malah mempertemukan nya dengan orang yang selama ini dia rindukan yang kemaren dia lihat dan hari ini duduk di samping nya.
🌷 Flashback off
Tn.Diwan tidak bisa membendung air matanya mendengar cerita anak dan istri nya yang begitu tragis, mereka berjuang hidup dengan begitu banyak rintangan dan bersusah payah.
"Maafkan papa nak, kalian kesusahan dan papa tidak tau itu"
"Papa tidak salah, kita sama sama tidak tau kalau di antara kita masih hidup, aku pernah mencari papa dan kia tapi tidak ada hasil"
Ujar Frans lagi, dia mengingat betapa dia berusaha mencari informasi tentang adik dan juga papanya namun tidak dia dapatkan.
"Aku lihat Kia kemaren di kantor tuan Wilmar, tapi dia tidak mengenali ku, dan dia menyebutkan namanya Vera bukan Kia, tapi aku yakin dia adalah adik ku, aku menyuruh Fino mencari tau dan aku kembali kecewa karna ayah nya bernama Diwan bukan nama papa, tapi karna belum merasa puas aku mengajukan kerja sama dengan perusahaan papa, dan akhirnya apa yang aku pikirkan memang benar adanya, kalau yang aku temui adalah kia kecilku"
"Maafkan Papa nak, kamu jadi susah mencari kami karna Papa mengubah identitas kami, dan kantor yang kamu datangi adalah milik suami Vera"
~Bersambung
Udah dulu ya para Reader, tunggu Tn.Diwan ngejelasin semuanya ya, aku doble up loh😁
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiah ya.
Maaf belum bisa menyapa satu per satu dari kalian, jika kalian mau masuk grup chat, kita bisa berinteraksi di sana, dan buat kalian yang sudah bergabung kita bisa saling kenal loh, banyak pesan untuk kalian, coba buka saja.
__ADS_1