Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Belanja.


__ADS_3

Hari yang di tentukan oleh Davvien untuk belanja keperluan calon anak dan sang istri saat melahirkan pun tiba.


Tentunya juga bertepatan dengan hari yang di rencanakan oleh orang tua mereka.


Davvien, Vera, Intan dan Fero kini sedang berada di perjalanan, tujuan mereka adalah salah satu mall yang terkenal di kota mereka tempati.


Fero fokus membawa mobilnya dengan sebelah tangan nya memegang tangan sang istri yang berada di sebelah kirinya.


Davvien dan Vera duduk di belakang, jangan di tanya lagi bagaimana posisi mereka.


Davvien merebahkan kepala sang istri di dada keras miliknya, dengan tangan mengusap perut Vera.


"Anak Papa, apa kalian senang kita jalan-jalan" tanya Davvien pada bayi dalam perut sang istri.


Dan kedua bayinya langsung bereaksi, mereka begitu keras menendang-nendang perut sang mama hingga membuat Vera merasa geli.


"Mereka nendang nya keras banget, seperti nya anak Mama sangat bersemangat ya!" celetuk Vera dengan senyuman menghiasi bibir mungil nya.


Intan dan Fero hanya melirik keduanya dari kaca spion dalam mobil.


Ra, sakit nggak saat mereka nendang?" tanya Intan yang penasaran.


"Kadnag sakit cuman nggak terlalu, kadang cuman geli! Jawab Vera.


"Hei kutu kupret, marmut mu juga sudah ingin mengandung jadi jangan kasih libur, kamu harus berhasil mencetak gol secepatnya!" tukas Davvien kepada asisten kesayangan namun tidak di perlihatkan itu.


Intan yang mendengar perkataan Davvien merasa sangat malu.

__ADS_1


"Kenapa husband ku sanggup bekerja pada bos seperti dia, dia mengatai ku marmut, enak saja!" batin Intan menjerit kala mendengar panggilan Davvien kepada dirinya dan juga sang suami.


"Aw... sayang! kenapa mencubit ku, sakit!" ringis Davvien saat Vera mencubit pinggang Davvien.


"Makanya kalau punya mulut tuh di jaga!" hardik Vera dengan menatap garang kepada Davvien.


"Intan Tuan, bukan marmut!" protes Fero.


"Enak saja mengatai my wife ku marmut, aku saja tidak pernah memanggil dia seperti itu!" Fero pun ikut membatin atas ucapan bos sinting nya itu.


"Awas kau kutu kupret, karna mu lah pinggang ku di cubit oleh istri ku sendiri!" ucap Davvien pelan, namun masih bisa di dengar oleh mereka bertiga.


Sekitaran 40 menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai, ke empat orang itu langsung keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam mall untuk.


Sedangkan Ny.Andin dan Tn.Andre sampai terlebih dulu, Tn.Andre berniat mengajak Davvien dan Vera, namun Ny.Andin bilang ingin memberi kejutan kepada anak dan menantunya.


Begitupun Tn.Diwan, Frans dan mama Rina. Mereka juga ingin memberikan kejutan kepada keduanya.


Tujuan utama mereka adalah box tempat tidur kedua anaknya.


Mereka berempat sudah masuk ke dalam toko yang menjual perlengkapan bayi.


Mereka berempat mulai melihat dan memilih, setelah beberapa kali melihat, akhirnya pilihan mereka jatuh pada box yang berwarna Putih, mereka memilih box yang sama tanpa membedakan warna, bentuk dan ukuran nya.


Setelah memilih box untuk baby twins nya, calon papa dan mama ini mulai memilih baju, kain bedong, selimut bayi.


"Sayang, kamu pilihkan baju untuk anak lelaki kita, biar aku memilih untuk anak perempuan!" ucap Vera pada Davvien.

__ADS_1


"Boleh, tapi kalau aku lihat ada yang cocok baju anak cewek, aku juga akan membeli nya!" ujar Davvien, dan Vera pun mengangguk.


Intan dan Fero lain lagi, mereka sedang memilih sarung tangan dan kaki, mereka juga berniat membeli boneka yang akan di letakkan di dalam kamar bayi Davvien dan Vera.


"Ini bagus kan?" tanya Intan sambil menunjuk kan satu boneka panda, mereka juga ikutan heboh.


"Kurang lucu, ini saja!" tunjuk Fero kepada boneka monyet dengan ekor panjang.


Mereka sempat berdebat, seblum akhirnya mereka mengikuti Davvien dan Vera, Fero membeli apa yang dia suka, dan Intan juga memilih apa yang terlihat gemes di matanya.


Meski pergi bersama, namun Fero dan Intan sengaja membeli boneka yang banyak sebagai hadiah untuk keponakan mereka yang akan lahir.


Ny.Andin beberapa saat yang lalu keluar dari toko perlengkapan bayi, maka dari itu mereka tidak bertemu.


Sedangkan keluarga Tn.Diwan, mereka memasuki toko lain.


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa ya Like, komen, dan Vote.


Oh ya! Jika bisa kalian boleh tidak komen nya di paragraf,, jika bisa sih kalau nggak juga tidak masalah🤭🤭


__ADS_2