Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Menagih janji


__ADS_3

Setelah mendengar semuanya, Riko langsung bergegas keluar, rencana nya cuma satu, yaitu ke apartemen Lisa, dia masih ingat jalan menuju ke sana.


Setelah sampai, Riko langsung berlari untuk bisa sampai dengan cepat di apartemen milik Lisa.


Sampai di sana, Riko mencoba mengetuk pintu apartemen yang di tempati oleh mangan sekertaris nya, tapi tidak ada sahutan atau tanda pintu apartemen tersebut akan dibuka, cukup lama Riko menunggu di sana, sambil terus mengetuk pintu kayu bercorak putih tersebut.


Lama Riko menunggu dan Lisa pun tidak keluar akhirnya Riko melangkah meninggalkan Apartemen Lisa, dengan langkah gontai Riko melangkah, pikiran nya sudah tidak menentu.


Mantan kekasih Vera ini terus memikirkan apa yang harus dia lakukan, karna semua yang terjadi memang salah nya, andai dia tidak datang ke bar malam itu, tapi semuanya sudah berlalu, tidak ada sesuatu yang bisa di ubah, kecuali belajar jadi lebih baik untuk ke depannya.


...----------------...


Ada yang kangen sama mas Aldi dan Tania tidak ni paran Reading, kita beralih pada mereka sebentar ya kita lihat sejauh mana mas Aldi menaklukkan hati mba Tania. 😁😁


Jam kuliah sudah selesai, seperti biasa mereka ngumpul di kantin kampus.


"Eh Ra loe gimana keadaan nya?"


Tanya Tania pada sahabat nya, sedangkan Intan memang tau keadaan Vera karna hanya dia yang selama ini berada bersama Vera.


"Udah baik kok"


"Emang loe sakit apa sih Ra"


Tanya Rani yang juga penasaran.


"E gw gw sakit karna kelelahan aja"


Elak Vera, iya kali dia bilang kalau dia sakit karna serangan Davvien yang ber ronde-ronde.


"Emang kamu ngerjain apa sampai bisa capek, apa di rumah mu tidak ada pembantu?"


Lanjut Tania, Vera mendadak bungkam bingung harus menjawab apa, dia memang tidak pandai berbohong.


"E e anu a"


"Ra, kok loe jadi gugup"


"Hufffff gw tuh sakit karna suami gw nagih jatah nya sampai pagi"


"What?"


"Apa?"


Teriak ke tiga sahabat nya secara bersamaan, Intan juga kaget dia tidak tau kalau Vera sakit karna tuan J Davvien.


"Ssshhhhhtt kalian jangan teriak teriak dong kalau nanti ada yang dengar gimana?"


"Udah itu jangan di pikirin, sekarang loe mikirin jawaban untuk kita"


"Jawaban apa?"


Ketiga sahabat nya itu menatap tajam pada Vera.


"Jadi loe sudah buka segel, loe udah nikmati surga dunia dong, bagi tau kita dong bagaimana rasanya?"


Vera tercengang mendengar pertanyaan para sahabat nya itu.


"Apaan sih kalian nih, nggak lucu tau nggak?"


"Tapi kita beneran pengen tau Vera,,,,"


"Heumm baik lah, rasanya tuh enak banget loh kita tu berasa terbang ke awan, kenikmatan yang kalian belum rasakan"


Vera terkekeh menjelaskan nya, dia sengaja mengatakan itu biar sahabat nya tambah penasaran.


"Tapi kalo enak kenapa loe sampai sakit Ra?"


Tanya Intan bingung dengan wajah ketiga nya menatap Vera penasaran.


"Duh kalian tu udah seperti inspektur yang mengintrogasi tersangka deh"


"Hehehe ya kan kita penasaran, ya nggak guys?"

__ADS_1


"Iya benar, kami udah penasaran banget"


"Heum"


Vera menarik nafas dalam dalam, dia pun mencoba menceritakan semuanya dari dia di ajak dinner oleh Davvien sampai Davvien yang terus menggempur Vera, tak pula dia mengatakan kalau semua itu gara gara lilin yang Fero siap kan.


Mereka bertiga merasa ngeri mendengar cerita Vera, tapi mereka juga meleleh mendengar keromantisan suami sahabat nya itu.


"Aku jadi takut, kalo aku pasti tidak akan sanggup kalo sampai pagi''


Ucap Tania dengan bergidik ngeri.


"Ye loe kira gw sanggup, makanya gw sampai tumbang"


"Heumm iya juga ya..."


"Tapi yang jelas di sini loe yang udah ngerasain surga dunia"


Mereka pun tertawa mendengar ucapan Tania.


Tak berselang lama pun ponsel milik Tania berdering, menampilkan nama "Calon suamiku" di layar gawai milik Tania.


"Iya halo"


"Apa, oke tunggu aku di sana"


Tania langsung minta izin untuk berangkat duluan pada ketiga sahabat nya.


"Kenapa loe?"


"Aldi sudah jemput gw"


"Ciee yang PDKAT,,,, "


Tania hanya tersenyum, dia juga tidak menyadari kalau Aldi telah berhasil merebut hatinya.


"Hey"


Ucap Tania saat sampai di dekat Aldi yang sedang fokus pada ponsel nya.


"Oh hai, nggak kok baru juga, udah selesai?"


Tania hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya.


"Ya sudah ayo kita pergi, aku akan membawa mu ke suatu tempat"


"Kemana?"


"Kamu cukup duduk dan tidak banyak bertanya"


Tania merasa kesal dengan Aldi karna sengaja membuat nya penasaran.


Hubungan antara Aldi dan Tania sudah mulai membaik, dengan Aldi yang selalu memaksa datang ke apartemen Tania membuat Tania merasa nyaman dengan kehadiran Aldi.


...----------------...


"Nona, tuan menyuruh saya menjemput nona untuk ke kantor tuan"


Ucap pak Toni supir Vera saat Vera Intan dan Rani sampai di parkiran.


"Kenapa ke kantor pak?"


"Iya tuan menyuruh saya mengantar nona kesana, mari"


Langsung membuka pintu mobil untuk Vera.


"Eh Tan, Ran gw duluan ya"


''Iya Ra, hati hati ya"


Mereka pun berpisah, Vera terlihat bingung di dalam mobil, dia terus memikirkan kenapa Davvien menyuruh nya ke kantor.


Saat sudah sampai, Vera turun dia pun melangkah ini kali pertama dia memasuki kantor pencakar langit yang biasa hanya di dengar melalui berita.

__ADS_1


Vera berdiri di lobi, karna tidak tau arah Vera menghubungi Davvien.


"Halo aku sudah di lobi kantor mas nih"


"Oh iya, tunggu di sana sayang"


Tak berselang lama Davvien pun tiba, dia langsung memeluk Vera, seperti setahun tidak bertemu, mencium kepala Vera.


Davvien pun menggenggam tangan Vera membawa nya masuk.


Semua mata tertuju pada Vera, dia melangkah dengan perasaan malu, rasanya langkah Vera tidak bisa maju saking groginya Vera.


"Siapa itu, aku baru lihat kalau Presdir kita mempunyai wanita"


"Aku dengar dengar dia memang sudah menikah"


"Apa, hancur hati ku pupus sudah harapan ku. huhuhu"


"Iya rasanya tidak rela kalau Presdir kita sudah menikah, tapi istrinya terlihat sangat cantik"


Kira kira begitu lah tanggapan para karyawan yang melihat Davvien dengan mesranya menggenggam tangan Vera.


"Suamiku, kenapa kamu menyuruh ku datang ke kantor?"


"Aku kangen sama kamu, makanya aku menyuruh mu ke sini"


Rengek Davvien yang langsung bersikap manja dengan Vera.


"Tadi pagi kan kita baru bertemu"


Ucap Vera yang sedikit risih karna suaminya itu bergelayut manja di lengan Vera.


Eh bukan nya kebalik ya.


"Iya, tapi aku udah kangen sama kamu apa tidak boleh?"


Davvien Membuat wajah nya cemberut.


"Hais tidak usah di buat buat tuh muka, udah jelek tambah jelek"


Mendengar itu Davvien langsung terbelalak, bagaimana bisa istri nya mengatai dirinya jelek, sungguh Davvien tidak terima, dia kembali membuat wajah nya semakin cemberut.


Sedangkan Vera terkekeh melihat tingkah Davvien, Vera sengaja menggoda Davvien karna dia begitu gemes melihat ekspresi suaminya itu.


"Kenapa lagi tuh muka?"


Tanya Vera yang melangkah mendekati Davvien karna Davvien sudah menjauhi Vera beberapa langkah.


"Kamu jahat mengatakan suamimu ini jelek"


Vera semakin gemes melihat wajah Davvien.


"Ululu suamiku yang tampan ini sudah ya jangan marah aku cuman bercanda, kamu sangat tampan kok".


Mendengar itu Davvien langsung tersenyum, di dekap nya tubuh mungil Vera.


"Apa kamu sudah makan?".


Tanya Vera setelah mereka melepaskan pelukan mereka.


Davvien mengangguk, dia pun bertanya pada Vera dan di angguki juga oleh Vera.


"Lalu untuk apa aku di sini?"


"Kan sudah aku katakan karna aku kangen sama kamu"


Ucap Davvien sambil mencium pipi Vera.


"Hanya itu?"


"Tentu saja tidak sayang, aku ingin menagih janji mu tadi pagi"


Ucap Davvien dengan senyuman mesum di wajah nya.

__ADS_1


Deggggg


~Bersambung


__ADS_2