Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Aksi Vera dan Davvien.


__ADS_3

Setelah kepergian mobil Vera, Davvien langsung bergegas putar arah untuk mengikuti jejak sang istri, termasuk juga Irfan beserta anak buahnya.


Mereka memposisikan diri jauh dari mobil yang menculik Vera agar tidak menimbulkan kecurigaan, selain memasang alat penyadap suara, Davvien juga memasangkan alat pelacak pada cincin yang di gunakan sang istri.


Davvien dapat mendengar semua jeritan Vera saat lelaki tak berperasaan menarik Vera dengan begitu kasar, darah nya terasa mendidih, ingin segera berlari dan memenggal semua kepala penjahat itu.


Karna merasa di curigai, kini Davvien sudah tidak mengikuti mobil yang membawa Vera lagi, dia hanya mengikuti titik yang di tunjukkan oleh alat pelacak pada ponsel miliknya itu.


Davvien melihat jika titik itu berhenti tidak terlalu jauh dari mereka, dan dia juga dapat mendengar saat Vera memanggil kedua orang tuanya.


"Fero cepat lah, dia sudah sampai di sana, aku tidak ingin kita terlambat!" perintah Davvien dengan nada dingin.


Fero langsung menambah kecepatan mobil yang dia kendarai, di susul juga beberapa mobil di belakang mereka.


Tapi saat hampir dekat dengan tanda keberadaan Vera, Fero malah menghentikan mobilnya dengan begitu cepat, hingga terdengar suara injakan rem dan ban yang berputar pada jalanan aspal.


Ciiiiitttttttt.....


"Kenapa kau berhenti, Fero?" gertak Davvien dengan nada meninggi.


"Coba kamu lihat di depan Vien, bukan kah itu komplotan Mafia Los Zetas dari negara luar!" ucap Fero menduga, Davvien langsung melihat dan sepersekian detik umpatan keluar dari mulutnya.


"****, mereka sudah merencanakan semuanya!" geram Davvien, tanpa menunggu lama, pria bertubuh tegap ini langsung keluar dari dalam mobil.


Fero, Irfan dan juga anak buah nya ikut turun, kini ke dua kelompok Mafia itu sedang berhadapan dengan jarak yang lumayan jauh.


"Waw... tidak ku sangka aku bertemu dengan ketua Mafia yang terkenal hebat nya dan sering di sebut macan asia, tapi lemah dan takluk dengan seorang wanita!" ejek lelaki yang juga memiliki postur tubuh tinggi, mungkin dialah ketua dari geng Mafia tersebut.


"Rupanya kau tau banyak tentang aku, apa kamu sangat mengagumi ku hingga sampai segitunya kamu menyelidiki tentang hidup ku!" jawab Davvien dengan sindiran yang malah menyalakan api kemarahan ketua mafia yang angkuh itu.


"Tapi aku tidak punya waktu untuk melayani semut-semut kecil seperti kalian! lanjut Davvien.

__ADS_1


Tentu saja ketua Mafia itu tidak terima dengan ucapan Davvien "Bangsat! beraninya kau mengatakan aku semut kecil, kau lihat saja bagaimana semut kecil ini akan menumbangkan gajah yang besar!" jawab lelaki itu dengan nada yang sudah meninggi.


Davvien hanya tersenyum sinis "Sungguh, aku tidak punya banyak waktu untuk menghadapi kalian semua!" tegas Davvien.


"Apa kamu ingin segera menyelamatkan istri kesayangan mu itu, tapi ku rasa kamu tidak akan bisa melihat nya lagi!" kata-kata lelaki yang berusia sekitar 50 itu langsung membuat jiwa membunuh Davvien meronta-ronta.


Tanpa aba-aba, ayah dari dua anak ini langsung maju dan menghajar ketua mafia yang hampir paruh baya itu.


Baku hantam dan tembak pun tidak dapat di hindari lagi, Fero tidak tinggal diam, lelaki yang akan di karuniai bayi ini pun terlihat lebih menyeramkan, dengan tatapan tajam, wajah dingin dan juga rahang nya yang begitu tegas, dalam beberapa menit mampu melumpuhkan orang-orang yang menghalangi jalan nya.


Irfan dan anak buahnya pun turut andil dalam baku tembak ini, mereka menempati posisi masing-masing.


...----------------...


Sedangkan di dalam sebuah ruangan pada bangunan tua yang sudah lama tidak terpakai.


Vera melihat jika Mama dan Papa nya tidak sadarkan diri, langsung saja ibu dari dua anak ini berlari ingin segera membebaskan kedua orang tua nya, tapi hanya sekitar lima langkah lagi dia akan menyentuh mama dan juga sang Daddy, beberapa orang langsung menghalangi jalan nya.


Dengan gerakan cepat, Vera langsung menarik pistol tersebut dan menembak pada kaki orang yang berdiri di hadapan nya.


Saat mendengar tembakan, semua orang yang berada di sana pun ikut mengangkat senjata dan mengarahkan kepada Vera.


Tn.Diwan dan Rina pun tersadar saat mendengar suara tembakan begitu dekat dengan mereka, keduanya langsung kaget saat melihat anak perempuan mereka sedang melawan semua laki-laki di sana seorang diri, Rina langsung menangis histeris, dia sangat takut jika anak bungsunya itu terluka.


Vera sudah tidak memikirkan apapun lagi, dia terus menembak, memukul, dan menendang siapapun yang menghadang jalan nya.


Tau jika orang suruhan paman nya tidak akan menembak dirinya, karna jika itu terjadi, maka paman nya juga akan kehilangan harta yang membuat nya menjadi iblis.


Anak buah Roy hana mencoba melawan dan melumpuhkan Vera, karna memang benar mereka telah di perintahkan Roy untuk tidak melukai apalagi membunuh Vera.


Dor...

__ADS_1


Dor...


Bukkk..


Bukkk...


Vera bahkan tidak merasa lelah, dia terus mengeluarkan kemampuan dan jurus bela diri yang sejak dulu dia pelajari.


Dalam sesaat, semua para penjahat yang melawan dirinya dalam ruangan penyekapan Rina dan Tn.Diwan tumbang seketika, Vera tidak membunuh, hanya saja menembak pada titik kelemahan mereka, hingga mereka semua menjadi tidak berdaya.


Dor....!


Saat peluru terakhir dia lepaskan, tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan berasal dari belakang nya.


Prok...Prok....Prok....


Vera langsung membalikkan badannya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat pistol yang sudah berada tepat di kepala ke dua orang tuanya.


"Wah...wah...wah... lihat lah keponakan ku ini, dia sekarang sudah besar dan juga sangat pandai bela diri dan juga menembak!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2