Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Masih tersegel


__ADS_3

Jam tepat pukul 5:00 subuh, seperti biasa Vera bangun dan sebagai seorang muslim dia mengerjakan kewajiban nya


Setelah selesai,Vera keluar dia ingat ini hari pertama memulai tugas yang di berikan suami nya,maksud nya kewajiban nya sebagai istri meskipun Davvien tidak memberikan kewajiban nya sebagai seorang suami


Vera turun lalu kakinya melangkah ke dapur,ya Vera memulai dengan memasak,sebelum itu dia membereskan meja makan yang masih ada beberapa makanan semalam


Setelah itu pun Vera sudah mulai membuat sarapan pagi


Satu jam sudah berlalu,makanan semua sudah tertata dengan rapi di meja makan


Tidak hanya di situ saja,Vera melangkah lagi menaiki tangga,setelah sampai di atas Vera menghentikan langkah nya di depan kamar suami nya


Dengan ragu Vera masuk,Vera menggeleng kepala saat melihat Davvien masih tidur


Vera berjalan pada dinding kaca,di sibaknya gorden kamar Davvien,terlihat sangat indah pemandangan dari dinding kaca itu


"Wuahhh ternyata suasana pagi sangat indah terlihat dari sini"Gumam Vera sendiri melihat ke arah luar


"Awali pagi dengan senyuman😁, lupakan masalah kemaren hadapi kisah hari ini"lanjut Vera berbicara menyemangati diri nya sendiri


Tanpa Vera sadar orang yang di belakang nya sudah membuka matanya


Saat Vera membuka gorden sinar yang masuk ke dalam kamar membangun kan Davvien dari alam mimpinya,waktu Davvien membuka matanya,yang pertama di lihat adalah Vera yang berdiri dengan tatapan takjub ke luar kamar,dan Davvien juga mendengar saat Vera berbicara sendiri


Davvien masih memperhatikan Vera,dia enggan untuk bangun


Sementara Vera yang tersadar langsung membalikkan badan nya"Aku kan harus menyiapkan air untuk nya"Tanpa keluh kesah Vera melangkah ke dalam kamar mandi,menyiapkan air,sabun,shampo


Davvien masih terus mengamati Vera sampai Vera masuk ke dalam kamar mandi,saat di dengar langkah Vera kembali keluar dari kamar mandi Davvien kembali memejamkan matanya


"Aishhhh belum bangun juga,apa dia tidak merasakan silau nya,ini kan sudah jam setingah tujuh bagaimana ya cara ku membangunkan nya"Vera tidak terus berfikir


"Atau aku bangunin saja"


"Duhhhh nggak berani,nanti kalau dia marah,terus mencekik ku,terus mayat ku di semen di dinding seperti di film film horor"Vera bergidik ngeri membayangkan kekejaman Davvien


Sedangkan Davvien menahan amarah nya mendengar Vera yang mengatai dirinya


"Apa aku semenyeramkan itu"batin Davvien


"Aku coba saja,nanti dia bisa terlambat"Vera mendekati Davvien


"Ini seperti simalakama,bangunin takut di bunuh,nggak di bangunin nggak menjamin juga kalau dia tidak akan marah"


"Oke Vera kamu pasti bisa"Vera mengoceh tanpa berhenti


Saat Vera sudah dekat dengan ragu dia memanggil Davvien"Tu tuan,bangun lah nanti kau terlambat"


Davvien masih berpura pura tertidur


"Tuan,bangun lah apa kau akan tidur seharian dan tidak ke kantor"


Davvien menggeliat berpura pura baru terjaga


"Oeh kau sudah bangun tuan,air mandi nya sudah aku siap kan"dengan rasa gugup Vera mengatakan nya karna saat ini Davvien sedang menatap nya tajam


Davvien bangun dia mendekati Vera dengan tatapan tajam nya,Vera berusaha mundur


"Tuan,apa kah anda marah karna saya bangun kan,kemaren kan tuan sendri yang menyuruh saya untuk menyiapkan semua keperluan anda berarti sudah termasuk dengan membangun kan anda"Vera terus mundur karna Davvien terus melangkah


Vera berhenti karna dia sudah menabrak dinding di samping pintu kamar mandi


"Tuan jangan bunuh saya,ayah saya tidak ada anak yang lain,saya masih kuliah,masih banyak hal yang belum saya lakukan,amal saya belum cukup tuan"Vera mengatupkan kedua tangan nya dia memejamkan mata memohon pada Davvien,dia terus berbicara tanpa henti


Sedangkan Davvien langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi,tanpa sengaja Davvien menyunggingkan senyum tipis di bibir nya melihat Vera ketakutan


Vera mendengar pintu kamar mandi terbuka dan tertutup kembali,dia pun membuka mata nya Vera langsung terbelalak


"Apa,jadi dia bukan ingin membunuh ku"Vera tampak berfikir

__ADS_1


"Aisssh kenapa dengan ku ini"


Ahirnya Vera memilih membereskan tempat tidur Davvien,dia juga memilih pakaian untuk suami nya itu


"Oya apa kak Fero sudah bangun ya,lebih baik aku periksa saja jangan sampai dia terlambat"Vera bergegas keluar dari dalam kamar Davvien dan melangkah ke kamar Fero


"Tok,,tok,,tok,Kak Fero apa kakak sudah bangun"Vera tidak berani membuka pintu kamar Fero


"Iya nona,sata lagi berpakaian"Jawab Fero dalam kamar


"Ooo ya sudah kalau sudah selesai kakak keluarlah untuk sarapan"


"Baik nona"


Vera langsung melangkah pada meja makan untuk menyiapkan makanan Davvien dan Fero


Terdengar suara langkah mendekati meja makan Vera melihat pemilik suara tersebut


"Kakak,ayo kak duduk Vera sudah siapkan sarapan untuk mu"Vera tersenyum manis pada Fero


Saat itupun Davvien terlihat di belakang Fero,seketika senyuman manis Vera berubah menjadi canggung,"Eh tuan juga sudah siap,ayo duduk dulu sarapan"


Davvien yang melihat perubahan mimik wajah Vera merasa tidak suka karna Vera bersikap manis pada Fero sedangkan dengan nya Vera selalu menunjukkan sikap ketakutan,cuek.


Sarapan pun di mulai"Vien,mulai hari ini aku akan tinggal di apartemen"


"Loh kenapa"Bukan Davvien yang menjawab tapi Vera


"Kenapa kakak pindah,rumah ini cukup besar kak,buat apa kakak harus repot repot pindah ke apartemen"lanjut nya lagi


"Saya cuma ingin sendiri nona"Alasan Fero, bagaimana pun dia mencoba mendekat kan Davvien dan Vera dengan cara meninggalkan mereka berdua dalam satu rumah


"Jangan panggil nona,aku risih dengan sebutan itu, panggil aku Vera"Ucap Vera tegas


"Dan apa kakak bilang,kakak ingin sendiri, memang di sini kakak merasa terganggu?"


"Tidak nona"Vera melotot pada Fero


Sedangkan Davvien hanya diam mendengarkan perdebatan antara istri dan bawahan sekaligus sahabatnya itu,Davvien sama sekali tidak berniat mencegah Fero


"Tapi kak,tuan kenapa anda tidak mencegah kak Fero supaya tinggal di sini saja"Vera meminta bantuan dukungan pada Davvien,tapi apa Davvien langsung bangun


"Fero ayo berangkat"Ucap Davvien sambil berdiri,Vera menganga melihat sikap Davvien


Lagi lagi Vera merasa kesal pada Davvien dan saat ini juga pada Fero


"Ya sudah kakak pindah saja sana,biar aku sendiri yang tinggal di dalam rumah sebesar ini"Vera memanyunkan bibirnya


"Hai,kan ada suami mu"Fero tersenyum melihat ke arah Vera dam Davvien


"Sama saja,dia pergi pagi dan pasti pulang malam"Vera terus memonyongkan bibirnya tanpa melihat empat pasang mata melihat ke arah nya


Davvien langsung melangkah meninggalkan mereka


"Kakak lihat kan bagaimana dia,bahkan dia sangat hemat bicara"


"Dia hanya perlu waktu,kakak berangkat ya"


"Vera membuang muka,tidak mau melihat ke arah Fero"


Fero hanya tersenyum melihat tingkah istri sahabat nya,dia pun melangkah pergi menyusul Davvien yang sudah menunggu di luar


Vera membereskan semuanya, dilihat jam sudah pukul 7:15


"Ya ampun,,aku kan harus kuliah hari ini "


Vera bergegas masuk ke dalam kamar,dia mandi dan langsung siap siap


Vera menutup pintu rumah,dia berjalan dan terus berjalan mencari taksi

__ADS_1


"Duhhhhh bisa telat tiap hari gw kalau mesti cari taksi begini setiap hari,apa aku ambil mobil ku saja di rumah Daddy ya,ah tidak tidak nanti Daddy sedih saat tau aku di perlakukan seperti ini"Pada saat itu pun taksi berhenti di depan Vera


Vera msuk dan langsung saja supir taksi tancap gas menuju kampus Vera


...----------------...


Tidak terlalu lama,Vera pun sampai dia menghela nafas nya karna belum terlambat,Vera bergegas masuk ke dalam kelas nya


Di lihat nya Intan sudah duduk di bangku dekat nya sambil melihat ke arah nya,Vera langsung duduk di dekat Intan


Saat Intan mau bicara,Dosen pun masuk,Vera bersyukur karna dia tau apa yang akan di bicarakan sahabat nya ini


...----------------...


Sedangkan di kantor pencakar langit,Fero sedang memberitahu pada Davvien jadwal nya


"Tuan,8 anda ada meeting dengan tuan Riko di ruang meeting,untuk membahas vila yang sedang di bangun di daerah kota X"Baik kita kesana sekarang


Langsung mereka pergi ke ruang meeting


...----------------...


Jam pelajaran sudah selesai,Intan kembali membuka mulut nya ingin bicara pada Vera,tapi di tahan Vera


"Udah udah nanti saja loe bicaranya,ayo kita temui Rani dan Tania"Vera pergi keluar,Intan yang tidak di biarkan bicarapun hanya mengikuti Vera


Saat di luar sudah terlihat Tania dan Rani,mereka juga melihat aneh pada Vera,tapi sama dengan Intan,Vera tidak memberikan kesempatan mereka bicara


"Ayo kekantin yuk"Vera melangkah meninggalkan tiga sahabatnya yang masih menatap Vera


Mereka sampai,dan sudah memesan"Oke sekarang kalian boleh bertanya,tapi satu satu"


"Ra,kok kamu kuliah kan ini masih bulan madu kamu"Mereka yang di beri kesempatan langsung melontarkan pertanyaan pada Vera


"Iya Ra,kan ini baru empat hari pernikahan loe"Lanjut Tania


"Udah nggak ada bulan bulan madu,kan kalian tau pernikahan gw tu gimana"


"Tapi Ra,loe masih tersegel apa sudah di buka"Tanya Intan


"Ihhhh apaan sih, ya masih lah gw tidur saja beda kamar sama tu orang"Kesal Vera mendengar pertanyaan Intan


"Kenapa pisah kamar kalian kan pasangan suami istri"


"Udah ah nggak mau bahas,tu makanan nya sudah datang"Potong Vera


Mereka Ahir nya pun memakan pesanan mereka tiba tiba seorang siswi menghambat mereka


"Eh Ra,loe ada yang nyariin tu di depan"kata siswi itu


"Aku?"Vera menunjuk dirinya sendiri


"Iya elo"


"Siapa ya"


"Nggak tau,ya sudah aku permisi dulu"


"Oh ya makasih ya"


Siswi itupun pergi,kini ke empat wanita itu tengah bingung dengan orang yang mencari Vera


"Kira kira siapa ya"Tanya Vera


"Biar kita tau mari kita lihat"


"Oh ya ya kamu benar yok"


Mereka pun pergi setelah membayar makanan mereka

__ADS_1


~Bersambung


Maaf ya kalau ceritanya nggak seperti kalian harap kan


__ADS_2