Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Tidak boleh tidur di ranjang ku


__ADS_3

Davvien masih diam,dia menelan saliva nya kasar setelah melewati pemandangan yang sangat menantang,bagaimana pun Davvien pria normal adik kecil nya pasti merespon saat mata nya mendapat kan sesuatu yang indah,apa lagi tadi Vera sempat terjatuh pada dada bidang Davvien yang hanya menggunakan b** saja


"Shhhhhhttttt kenapa dengan ku,kalau seperti ini aku yang akan menjadi gila dengan tingkah gadis itu,dan apa ini setelah sekian lama dia bangun dengan tiba tiba"umpat Davvien memandangi adik kecil nya yang masih menegang


Davvien terus membujuk adik kecil nya supaya tertidur kembali


"Aku harus memastikan apa gadis itu sudah beneran sembuh dari penyakit gila nya,kalau terus seperti ini aku yang harus di rawat di rumah sakit jiwa karna tingkah aneh perempuan itu"melangkah dan mengambil ponsel nya hendak menelpon seseorang


"Fero,kamu cari tau tentang wanita gila itu,pastikan apa dia benar sudah sembuh dari penyakit jiwanya"ucap Davvien memerintah Fero


"Heumm baik"tanpa banyak bertanya Fero pun langsung meng iya kan perintah Davvien, Fero sudah hafal betul siapa yang di maksud Davvien wanita gila,dia hanya satu ya itu wanita yang baru saja di nikahi oleh tuan nya


...----------------...


Sedangkan di dalam kamar mandi, Vera terus mengeluarkan sumpah serapah nya terhadap Davvien yang menurut nya sangat tidak sopan,yang dengan sengaja masuk saat dia berada di dalam kamar mandi


"Pria itu selain mematikan ternyata juga mesum,sudah tau aku di dalam kamar mandi dia malah sengaja masuk"ucap Vera kesal dia sudah masuk ke dalam bathtub meredakan amarah nya


Saat memejam kan mata,wajah Vera memerah saat mengingat Davvien telah melihat tubuh nya meski dia masih memakai celana shot,yang namun tetap membuat Vera merasa sangat malu,lekuk tubuh nya terlihat sempurna di depan lelaki yang menurutnya itu sangat mematikan


Vera sudah menyelesaikan ritual merendam dan langsung mengguyur kan diri di bawah shower,Setelah itu pun dia memakai pakaian nya


...----------------...


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Davvien mendapat data tentang Vera,bersamaan Vera yang keluar dari kamar mandi


Davvien membaca semua data yang dikirim kan oleh Fero dengan sesekali melirik ke arah Vera yang sedang mengeringkan rambut nya di depan cermin


Davvien terus melihat setiap kata mengenai Vera, Davvien bingung dengan data yang di kirimkan oleh Fero,karna tidak mendapat kan data yang mengatakan bahwa Vera gila, Davvien lagi lagi membaca dengan teliti,tapi tetap tidak mendapat kan apa yang dia cari,disana tertulis bahwa Vera mahasiswa dari sebuah universitas dengan nilai cukup baik


Davvien mengirim pesan pada Fero


"Apa data yang kamu kirim itu sudah lengkap,kenapa di sini tidak mengatakan bahwa wanita ini gila"isi pesan Davvien

__ADS_1


Sesaat Fero pun membalas pesan Davvien


"Semua nya sudah lengkap,dan saya memang tidak menemukan bahwa nona vera gila atau pernah mengalami gangguan jiwa"pesan yang di kirim oleh Fero


Davvien hanya diam,dia mendongak kan wajah nya menatap Vera"Apa wanita ini membohongi ku waktu itu dengan berpura pura gila" ucap Davvien di dalam hati sambil terus melihat ke arah Vera


Vera yang merasa di tatap pun berhenti melakukan kegiatan nya dan beralih menatap Davvien


Sesaat tatapan mereka pun bertemu, Vera mencoba tersenyum ke arah Davvien


Deggg,,,,


Meski pun vera tersenyum kaku ke arah nya yang namun itu bisa membuat jantung Davvien berdegup kencang


"Kenapa dengan jantung ku,apa karena aku terlaku kelelahan sedari tadi pikiran ku tidak tenang di buat gadis gila ini"Davvien membatin langsung mengalih kan pandangan nya ke lain arah


Vera yang merasa tidak hiraukan pun sangat kesal,dia kembali mengingat kejadian beberapa saat lalu,wajah nya kembali merona namun dengan cepat Vera memalingkan wajah nya melihat ke sembarang arah


"Jangan berharap kau bisa tidur di ranjang ku"ucap Davvien dingin yang belum juga menatap ke arah Vera


Vera yang merasa dirinya di sindir pun langsung menghentikan langkah nya


Davvien sudah berdiri dan berjalan ke arah ranjang nya dan merebahkan diri nya


Vera masih berdiri mematung di dekat tempat tidur davvien"Lalu aku tidur dimana"ucap Vera melihat ke arah Davvien sambil menahan amarah nya


"Pilihan mu hanya dua,di sofa atau di lantai,oeh kalau kau mau kamu juga bisa tidur di kamar mandi,heuh"Davvien tersenyum mengejek ke arah Vera lalu merebahkan dirinya


Vera merasa kesal pun melihat ke arah sofa,tidak mungkin dirinya tidur di sofa dia pasti tidak akan leluasa bergerak saat dirinya tidur pikir Vera,dia pun melangkah ke arah lemari,mencari sesuatu yang bisa dia gunakan sebagai alas tidur nya


Vera mendapatkan badcover dan mengambil selimut lalu melentangkan bedcover di atas lantai di dekat tempat tidur,dia mengambil batal dan juga guling dengan kasar sambil menatap benci ke arah Davvien yang sudah memejamkan mata.


Vera lalu membaringkan dirinya dengan perasaan marah nya "Lelaki ini benar benar membunuh ku dengan secara pelan" gerutu Vera sambil memejam kan mata nya

__ADS_1


Karena merasa lelah yang teramat sangat sejak dari pagi, Vera pun akhirnya terlelap


Davvien membuka mata nya dan mengangkat wajah nya melihat ke arah Vera,dia tersenyum puas saat melihat Vera tidur di atas lantai dengan hanya menggunakan alas selimut badcover yang cukup tebal itu


Davvien pun tidak mau mengambil pusing,dia langsung merebahkan kepala nya langsung menuju ke alam mimpi


...----------------...


Keesokan hari nya, Vera terbangun jam 5 pagi,dia langsung menuju ke arah kamar mandi, Vera menyikat gigi dan mengambil wudhu.


Setelah selesai vera keluar lalu mecari mukena


dan sajadah nya di dalam lemari,untung Nyonya Andin sudah mempersiapkan segala nya


Vera pun langsung melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim,terlihat Vera solat dengan sangat tenang


Setelah selesai tak lupa Vera memanjatkan doa"Ya Allah,hamba sudah menjadi istri seseorang,jadi kan lah hamba wanita yang patuh terhadap suami hamba,dan semoga dia lelaki baik yang selalu membimbing ku ke jalan mu aaamin"Vera melihat ke arah tempat tidur, dan menggelengkan kepala nya saat melihat Davvien yang masih tertidur.


Setelah merapikan mukena nya, Vera keluar berniat menuju dapur,saat sampai di dapur Vera lalu mengeluarkan beberapa jenis makanan untuk di masak oleh nya.


Sesaat Bi Inem pun datang "Eh ... nona kenapa anda di sini,biarkan Bibi yang memasak"Cegah Bi Inem saat melihat Vera sudah hampir selesai memotong bahan untuk dia masak


"Sudah tidak apa apa Bi,dan ingat panggil Vera saja Bi"ucap Vera tegas saat meminta Bi Inem untuk memanggil nama nya


"E e baik lah nak Vera,biar bibi bantu"ucap Bi Inem tersenyum ke arah Vera


Vera juga tersenyum, Bi Inem pun berjalan ke arah nya dan membantu Vera untuk membuat sarapan


"Sayang kamu disini"


~bersambung


Dukung dong,like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2