
Masih di kantor yang sama...
Seperti nya pimpinan perusahaan yang sudah mempunyai istri dan beranak dua tidak ingin melepaskan Davvien dan Vera, terutama adalah istri dari pimpinan perusahaan Wilmar ini.
Semenjak tadi Vera sudah menarik perhatian nya, terlebih saat Vera bersikap cuek kepada nya, membuat lelaki yang memang sering suka jajan sembarangan ini semakin terobsesi dengan Vera.
Saat ini Davvien dan Vera di bawa ke dalam ruangan nya dengan alasan ingin lebih detail mendengar kan tentang desain proyek dan presentasi yang di berikan Davvien di hadapan para tamu.
Di sana bukan hanya mereka bertiga, tapi seorang perempuan sebagai sekertaris pribadi lelaki yang memimpin perusahaan tersebut yang sering di sebut dengan pak Al, dan juga seorang lelaki yang bekerja sama dengan perusahaan nya yang kebetulan ada di sana.
Sudah cukup lama mereka berbincang, tangan Davvien tidak pernah lepas dari pinggang sang istri, namun, beberapa saat Vera meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.
"Aku temenin?" tanya Davvien menoleh kepada Vera.
"Tidak usah sayang, kamu lanjut kan saja pembicaraan kit, setelah ini kita langsung pulang!" pinta Vera, semenjak tadi dia tidak nyaman dengan tatapan lelaki di hadapannya.
"Biarkan sekertaris saya yang mengantarnya ke kamar mandi!" celetuk Al, memberi usulan
Vera keluar ruangan dengan di antar kan oleh sekertaris Al, sampai di kamar mandi, sekertaris Al di suruh menunggu di luar.
Sedangkan di ruangan Al sedang sibuk menggesek-gesek layar ponsel miliknya, saat ini hanya Davvien dan rekan bisnis Al yang berbicara.
__ADS_1
Tak berapa lama, ponsel milik Al berdering, diapun langsung berdiri dengan tegak.
"Saya angkat telepon dulu!" ucap nya kepada dua orang yang kini menatap ke arahnya.
Tidak ada rasa curiga, keduanya pun mengangguk.
Al keluar, setelah dia berada di luar ruangan, dia tersenyum sinis, lalu memasukkan gawai miliknya kedalam saku celana, kemudian kakinya langsung melangkah ke arah kamar mandi umum.
Tiba di sana, melihat sekertaris nya yang juga sedang melihat ke arahnya.
Dengan santai Al mengibaskan tangannya kepada sekertaris untuk meninggalkan tempat itu, dan wanita itupun menurut.
Al dengan segera masuk ke dalam kamar yang di masuki Vera.
Ceklek...
Sebelum Al membuka pintu, Vera sudah membuka nya hingga membuat nya tersentak kaget melihat lelaki yang sedang tersenyum mengerikan ke arahnya.
"Kenapa anda kesini Tuan, ini kan toilet wanita!" tanya Vera mencoba bersikap tenang.
"Terserah saya, ini kantor saya!" jawab lelaki itu dengan terus menyeringai kepada Vera, dia pun terus berjalan masuk membuat Vera mundur.
__ADS_1
"Ya sudah, biarkan saya keluar dulu, setelah itu baru anda boleh masuk!" pinta Vera masih bersikap baik.
"Kenapa Nona, sedari tadi kamu sudah mengganggu ketenangan ku!" imbun Al dengan menutup pintu kamar mandi.
"Apa maksud anda Tuan, sebaiknya anda tidak mencari masalah dengan ku, atau tidak suami ku akan menghabisi mu!" ancam Vera yang semakin membuat lelaki itu tersenyum sinis.
"Apa kamu takut kepada suami mu Nona, tenang lah, dia tidak akan tau!" dia semakin mendekat, tangan nya pun perlahan terangkat ingin menyentuh wajah Vera.
"Aku tau kamu juga sangat ingin mendapatkan belaian dari ku! lanjut nya lagi.
Saat tangan nya hampir menyentuh pipi Vera.
.
.
.
.
~Bersambung
__ADS_1