Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Kemana Intan dan Fero.


__ADS_3

...Saat ku lihat perjuangan mu betapa ku merasa takut, aku tidak bisa melihat mu tergores sedikit pun, tapi saat ini, kamu sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan buah cinta kita....


...Saat tangisan kedua bayi kita pecah memekik telinga, betapa aku merasa sangat bahagia, rasa cinta ku terhadap dirimu bertambah berkali-kali....


...Betapa hebat nya dirimu, dalam waktu yang hampir sama, dirimu melahirkan dua nyawa dengan selamat....


...Senyuman merekah di bibirku, tapi seketika senyuman itu hilang begitu saja, saat ku lihat matamu yang terpejam, tubuh mu menjadi lemas tidak bergerak....


...Rasa takut hinggap di dalam relung hati, aku tidak akan bisa jika kamu pergi dari hidup ku....


...Oleh karena itu, jangan pernah tinggalkan aku, wanita hebat ku, Verania....


...Davvien Wilmar....


...----------------...


"Katakan, apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Davvien pada dok.Hana.


"Nona hanya pingsan Tuan, karena Nona baru saja mengerahkan semua tenaga nya, apalagi dari semalam Nona tidak tidur, jelas itu membuat nya lemah!" jawab dok.Hana.


"Apa itu akan berbahaya?" tanya Davvien lagi.


"Tidak Tuan, kita tunggu Nona sadar saja, untuk saat ini biarkan Nona istirahat!" ujar Dok.Hana.


"Setelah bayi nya di bersihkan, mereka akan di pindahkan ke ruangan rawat!" sambung Dok.Hana lagi.


Dua orang suster membawa kedua bayi yang baru lahir kepada sang papa.


"Tuan, silahkan di azani dulu bayi nya!" ucap salah satu suster sambilĀ  menyerahkan baby boy pada Davvien.


Dengan tangan gemetar Davvien mengambil bayi nya itu, air mata dia tahan saat mengingat istri tercinta nya masih terkulai lemas di atas brangkar.


Meski suara yang tidak terlalu merdu, Davvien mengadzani putra nya dengan begitu menghayati, sambil sesekali mengusap cairan bening yang mengalir di pipinya. Dan bergantian juga dengan putri kecilnya itu.


"Doa kan Mama sayang, supaya Mama cepat sadar!" itulah kata yang Davvien ucapkan kepada kedua anak nya selesai mengadzani mereka.

__ADS_1


Davvien mencium kedua anaknya, lalu menyerahkan kembali kepada dua perawat di sana.


Dokter Hana keluar dari ruangan, diapun langsung di tanyai oleh para keluarga.


Dokter Hana langsung menjawab jika kedua bayi Davvien dan Vera sehat dan normal.


Setelah Vera di pindahkan ke dalam ruangan rawat inap tentu nya ruangan VIP, semua keluarga masuk dan melihat cucu dan juga Vera yang masih memejamkan mata.


Davvien duduk di sebelah sang istri langsung bangkit dan memeluk Ny.Andin.


"Selamat ya Nak, kamu sudah menjadi ayah sekarang, bahkan anak mu langsung dua!" ucap Ny.Andin.


"Terimakasih Mom, dan maaf jika selama ini Davvien jadi anak yang keras kepala!" ujar Davvien, dia sadar betapa besar pengorbanan sang Mommy melahirkan dirinya.


Davvien pun bertukar memeluk Tn.Andre.


"Selamat ya Nak, jadi lah ayah yang bertanggung jawab!" celetuk Tn.Andre sambil menepuk-nepuk punggung anak semata wayangnya itu.


"Terimakasih Dad!" Setelah itu pun mama Rina dan Tn.Diwan bergantian memberikan selamat kepada Davvien, tak terkecuali juga Frans.


Sedangkan Davvien sudah duduk di sebelah Vera. Dia terus menggenggam tangan Vera tanpa niat melepaskan nya sedikit pun.


"Nak sadarlah! lihat lah kedua anak mu begitu lucu" ucap mama Rina dengan begitu lirih.


"Iya sayang, cepat lah sadar, lihat lah putri mu begitu mirip dengan dirimu sayang!" Ny.Andin pun tak kuasa menahan isak tangisnya.


Para laki-laki hanya diam, tidak tau harus berkata apa.


Para wanita paruh baya itu kemudian mengambil cucu mereka yang sudah di letakkan dalam box di dekat Vera.


"Uuu cucu oma ganteng nya!" ucap Ny.Andin yang menggendong cucu laki-laki.


"Iya, yang ini juga sangat cantik!" imbun mama Rina, kedua bayi itu begitu aktif bergerak, tangan nya terangkat begitu tinggi.


"Seperti nya dia mencari asi sang Mama!" lanjut Ny.Andin.

__ADS_1


"Lihat sayang, anak kita membutuhkan mu, cepat lah sadar!" batin Davvien, dia menahan sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak.


Tak berapa lama pun, Davvien merasakan pergerakan di dalam genggaman nya.


Buru-buru Davvien melihat yang ternyata Vera menggerakkan jarinya, di ikuti matanya ikut terbuka.


"Ma, Mom, Vera sadar, istri Davvien sadar!" ucap Davvien antusias.


Setelah Vera kembali di periksa oleh Dok.Hana, kini Vera langsung di suruh memberikan asi untuk kedua bayinya.


Bayi laki-laki yang pertama di letakkan di atas dada Vera tanpa sehelai kain, dan di tutupi dengan selimut, dan bergantian dengan bayi perempuan nya.


kedua bayi kembar nya begitu lincah mencari asupan mereka, Davvien dan Vera di buat gemes dengan keaktifan anak mereka.


"Selamat datang ke dunia anak-anak Papa!" barulah sekarang Davvien bersemangat, dia kembali mencium kedua bayi nya itu secara bergantian.


Selesai memberikan Asi untuk kedua anaknya, bayi itu pun kembali di gendong oleh kakek dan juga opa nya.


Tak kalah juga Frans, mereka bergantian menggendong bayi mungil dengan pipi gembul itu.


kini Vera duduk bersandar. dan


Davvien langsung menyuapi sang istri agar Vera kembali bertenaga dan mempunyai banyak Asi untuk di berikan kepada bayi kembar nya.


"Kak Fero sama Intan kemana Ma, kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Vera yang tidak melihat keberadaan mereka.


Belum sempat mereka menjawab, suara di balik pintu mengalihkan pandangan mereka.


"Kami di sini Ra!"


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2