Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Aku juga mencintai mu.


__ADS_3

"Lalu untuk apa aku di sini?"


"Kan sudah aku katakan karna aku kangen sama kamu"


Ucap Davvien sambil mencium pipi Vera.


"Hanya itu?"


"Tentu saja tidak sayang, aku ingin menagih janji mu tadi pagi"


Ucap Davvien dengan senyuman mesum di wajah nya.


Deggggg


"Mak-maksud nya?"


Vera sudah mulai tegang, dia sudah paham dengan apa yang di bicarakan Davvien, melihat suaminya itu menyeringai mesum pada nya.


"Apa kau lupa sayang, tadi pagi kan kau sudah janji akan kasih aku jatah jika aku mengizinkan mu ke kampus"


"Tapi kan, ini masih siang dan juga masih di kantor"


"Memang nya nagih jatah harus malam hari dan harus di rumah heum"


Davvien sudah mendekati Vera dia mengendus-endus belakang leher Vera, itung itung untuk memanaskan mesin.


"Eummmmhhh Vera menahan suaranya saat Davvien sesekali menggigit manja telinga nya"


"Aku akan melakukan nya pelan sayang"


Bisik Davvien yang membuat Vera merinding, tubuh Vera bagaikan dapat aliran listrik saat Davvien menyapu dengan lembut leher Vera, dengan sesekali merasakan gigitan kecil di sana.


Melihat Vera sudah pasrah dan terlihat lebih tenang, Davvien langsung mengangkat Vera dia masuk ke dalam kamar yang memang sudah tersedia di dalam ruangan nya, dengan ranjang king size dan juga terdapat lemari pakaian di sana.


"Kamar siapa ini?"


Tanya Vera saat Davvien meletakkan dirinya di atas tempat tidur, saat terbuai akan belaian Davvien Vera memejamkan matanya sampai merasa bahwa dirinya sudah berada di atas kasur, Vera kembali membuka matanya Davvien melonggarkan dasinya.


Vera menjadi gelagapan, dia takut kalau Davvien akan bermain lupa waktu lagi, melihat kegundahan Vera Davvien mencium lembut kepala Vera lalu turun di mata, hidung, pipi, dan berhenti di bibir, dia meraup bibir mungil itu dengan lembut, lalu dia melepaskan nya.


"Tenang sayang, aku tidak akan berlebihan dan membuat mu sakit lagi, tapi jika kau tidak siap kita tidak akan melakukan nya"


Ucap Davvien dengan mata sendu dan juga nafas yang tersengal, dia mencoba tersenyum meski hasratt nya sudah di ubun-ubun, tapi dia juga tidak ingin menyakiti istri nya jika sang istri merasa terpaksa.


Vera menggeleng, dia pun memegang tangan Davvien.


"Lakukanlah, aku juga sudah janji bukan kah melayani mu adalah kewajiban ku, tapi aku hanya meminta untuk kamu bermain lembut dan jangan sampai lupa waktu"


Davvien tersenyum, hatinya menghangat istrinya ini benar benar pengertian dan juga berkomitmen.


"Tenang sayang, di sini tidak ada benda perangsang"


Ucap Davvien yang membuat Vera terkekeh, langsung saja Davvien memulai pekerjaan nya, pertama tama memanaskan mesin di leher dan bibir Vera, setelah itu membuat Vera berkeinginan lebih dengan cara bermain di da*a Vera, setelah sempurna dan siap untuk bertempur Davvien langsung membawa Vera terbang melayang, dalam masa tempur Vera menahan suara nya, dia menggenggam lengan kadang kadang mencakar punggung Davvien, meski sakit Davvien tersenyum melihat istrinya yang tidak berdaya di bawah kungkungan nya.


"Jangan di tahan sayang, keluarkan suara indah mu, aku ingin mendengar kau menyebut namaku"

__ADS_1


Akhirnya Vera kelepasan, dia menyebut nama suaminya, Davvien menggempur tanpa henti hingga sudah satu jam dia meng akhiri permainan nya, tentu saja dia belum puas tapi mengingat Vera belum sepenuhnya pulih dia memilih untuk tidak egois.


Davvien tumbang, dia mencium kepala Vera lalu membawa Vera ke dalam pelukan nya, mereka tidur dalam keadaan polos hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


Davvien tak henti henti mencium kepala Vera, dia menyandar kan kepala sang istri di dada bidang milik nya.


Davvien mengelus lembut punggung Vera, sedang kan Vera sangat menikmati perlakuan Davvien, dia menenggelamkan wajah nya di dalam dada bidang suaminya.


Davvien melihat gemes cara tidur Vera, dia pun tersenyum.


"Sayang, aku sudah memikirkan kita akan mengadakan resepsi pernikahan kita, aku ingin seluruh dunia tau bahwa Davvien Wilmar sudah mempunyai istri yang begitu cantik, dan kita akan segera pergi bulan madu ke mana pun yang kau mau"


Vera mendongak menatap Davvien.


"Untuk apa, kita kan sudah melakukan nya"


"Aku ingin dunia tau kamu itu milik ku sayang"


"Tapi,,"


"Apa kamu tidak mau orang orang tau kalau kamu sudah menikah dengan ku?"


Melihat wajah Davvien yang datar Vera tau kalau suaminya tidak suka di bantah.


"Bukan begitu suamiku, tapi bisa kah kita adakan acarnya setelah aku wisuda, sebentar lagi kan aku wisuda sekarang aku baru mulai menyusun skripsi, apalagi beberapa hari ini aku tidak masuk banyak tugas yang belum selesai, maaf kan aku, maklum istrimu ini masih pelajar, masih anak anak"


Vera kembali menunduk, dia memainkan jari nya, itu membuat sang suami tambah gemes.


"Biarpun masih pelajar namun aku cinta, jangan merasa sedih sayang, aku bisa menunggu kau selesai baru setelah itu kita akan mengadakan resepsi nya beserta bulan madunya"


"Ssshhhhht jangan minta maaf, atau aku tambah satu ronde lagi nih"


Mendengar itu Vera langsung bungkam, Davvien terkekeh melihat tingkah istri nya yang dulu sangat cerewet tapi sekarang mulai berubah.


"Sayang kenapa tidak minta bantuan aku saja, aku bisa membantu mu"


"Aku tidak mau, apa kau kira aku ini bodoh, aku bisa menyelesaikan skripsi ku dalam waktu dekat"


"Terserah kau saja, namun satu pintaku pikiran kotor tentang orang lain harap di singkirkan dari kepala mu itu".


"Hehe maaf"


Itulah yang membuat Davvien tidak bisa marah, karna siapapun yang salah istrinya itu tetap meminta maaf.


"Suami ku"


"Heummm"


"Aku ingin mengatakan sesuatu"


"Apa?"


Davvien menatap pada Vera yang juga menatap nya, Vera ragu namun dia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya.


"A-aku juga sudah mencintai mu, jangan tinggalkan aku"

__ADS_1


Davvien yang mendengar nya tidak mampu berkata kata, sungguh hari ini adalah hari kebahagiaan Davvien, dia mencium Vera bertubi tubi, Davvien berharap kebahagiaan nya tidak akan pernah ada yang merebutnya.


"Aku tidak akan meninggalkan mu syang, sekarang tidur lah aku akan menyelesaikan pekerjaan ku"


Vera kembali menenggelamkan kepalanya pada dada suaminya, memejamkan matanya merasakan kenyamanan dalam dekapan lelaki yang telah menghalalkan nya. dia juga berharap setelah sudah ada rasa cinta semoga rasa kecewa tidak menghancurkan nya.


...----------------...


...Hati yang keras akhirnya luluh, perasaan benci berubah menjadi cinta, rasa sakit berubah menjadi kebahagiaan....


Di sebuah pantai, terlihat dua orang sedang duduk di salah satu bangku sambil menikmati angin yang bertiup kencang.


Sepasang kekasih yang baru saja jadian sedang menyalurkan kehangatan, seiring menyatukan hati mereka juga menyatukan bibir mereka.


Setelah tadi Aldi menyatakan cinta nya pada Tania dan di terima oleh Tania, Aldi merasa sangat senang, baru kali ini dia benar-benar mencintai seseorang, dia seorang playboy yang selalu mempermainkan wanita, tapi setelah bertemu dengan Tania Aldi merasakan cinta nya mulai tumbuh.


Meski awal nya Tania mengabaikan dirinya, tapi Aldi bahagia karna sekarang Tania sudah menerima cinta nya, usahanya tidak sia sia, dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyakiti wanita yang baru saja menerima dirinya.


"Terima kasih karna kamu telah menerima ku".


Ucap Aldi setelah melepas ciuman mereka.


Tania mengangguk dan tersenyum.


Aldi kembali mendekatkan wajah nya pada wajah Tania, semakin dekat.


"duk"


"Aw,,,,,"


Tania membentur kan kepalanya pada kepala Aldi, dia pun berlari sambil menjulurkan lidahnya pada Aldi.


"Wleeekkkkk"


"Awas kamu ya"


Aldi mengejar Tania, mereka tertawa begitu bahagia.


"Nah dapat, mau kemana lagi heuh"


Aldi memeluk Tania dari belakang, Tania tertawa begitu lebar, saat Aldi berhasil meraih pinggang nya.


Aldi mendarat kan dagunya di pundak Tania.


"Kau sudah menjadi kekasih ku, tetaplah bersama ku, jangan pernah tinggalkan aku"


"Aku tidak akan meninggalkan mu kecuali jika kau membohongi ku atau mengkhianati ku"


Ucap Tania, mereka sama sama melihat ombak yang bergulung indah di dalam lautan.


"Heumnmmmm, mau pulang sekarang?"


"Nanti, aku mau lihat sunset"


"Sesuai keinginan mu sayang"

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2