
...Rasa cinta, sayang ku hanya untuk mu, tak perduli meski menganggap ku lelaki lemah, lelaki bucin atau takut istri, karna yang aku tau, aku bahagia saat bersama dengan dirimu....
...Davvien Wilmar....
...----------------...
Setelah kepulangan Intan dan Fero, kini kehidupan mereka kembali berjalan seperti biasa, dimana Fero mulai masuk kerja.
Hanya ada sedikit perbedaan, Fero dan Intan sekarang juga tinggal bersama Davvien dan Vera, mula nya mereka menolak, namun karna permintaan Vera, keduanya tidak tega untuk menolak.
Fero harus bekerja dua kali lipat dari biasanya, itu karna ganti saat dirinya berbulan madu.
Fero tentu kesal, namun dia juga tidak bisa membantah, apalagi saat ini Davvien lebih banyak menghabiskan waktu untuk menemani Vera mengikuti kelas yoga kehamilan agar lebih mudah saat melakukan proses persalinan.
Namun, bukan hanya Davvien saja yang menemani Vera, saat lelaki 38 tahun ini ada rapat penting, Vera akan di temani Intan ataupun sang mertua.
Semua orang begitu antusias dalam hal menyambut kelahiran pewaris keluarga Wilmar ini.
Karna persalinan hanya tinggal sebulan lagi, Davvien sudah menyiapkan kamar untuk kedua bayinya, hanya tinggal belanja keperluan bayi saja.
Tepat pukul tujuh malam, mereka berempat sedang menikmati makan malam dengan suasana hangat.
"Sayang, besok sempat tidak kita belanja keperluan bayi kita! tanya Vera kepada Davvien.
"Kalau tidak sempat, aku mau izin untuk pergi dengan Intan!" lanjut nya lagi tanpa menunggu Davvien menjawab.
Davvien melihat sang istri, begitu pun Intan dan Fero.
"Tentu aku bisa sayang, itu memang sudah kewajiban ku, kenapa kamu jadi sungkan seperti ini?" tanya Davvien yang heran dengan tingkah Vera.
"Hehe aku takut mengganggu waktu mu!" jawab Vera cengengesan.
"Ya ampun sayang, tidak ada kata mengganggu untuk mu dan anak kita" Davvien mengacak rambut Vera, begitu gemes dengan sikap sang istri.
Intan dan Fero saling lirik, seolah menertawakan kebucinan Vera dan Davvien, mereka tidak sadar, jika keduanya juga ketularan kebucinan matan pimpinan Mafia ini.
"Tapi apa nggak sebaiknya tunggu hari libur, biar kita berempat bisa pergi!" ujar Davvien lagi memberi usulan.
__ADS_1
"Heum boleh juga!" jawab Vera menerima saran dari sang suami.
...----------------...
Di rumah utama keluarga WILMAR, Tn.Andre dan Ny.Andin baru saja selesai menyantap makan malam mereka.
Saat ini keduanya sedang duduk di sofa ruang keluarga, kakek Farhan sudah beberapa hari balik ke luar negri, dimana dia juga menjadi pimpinan perusahaan di sana.
"Dad, Daddy bisa libur tidak besok?" tnya Ny.Andin yang sedang duduk di samping suaminya.
"Kenapa Mom?" balik tanya Tn.Andre sambil meminum kopi yang baru saja di siapkan sang istri.
"Kalau bisa kita pergi ke mall besok!" ujar Ny.Andin sambil tersenyum.
"Untuk apa ke sana, tumben kamu ngajakin Daddy!" tanya Tn.Andre lagi.
"Ih... Daddy, Mommy ingin belanja perlengkapan cucu-cucu Mommy yang sebentar lagi akan lahir, Mommy juga ingin membeli perlengkapan persalinan untuk menantu Mommy!" Ibu dari Davvien ini begitu bersemangat menanti kehadiran kedua cucu cucu nya yang sebentar lagi akan lahir.
"Ya ya, tapi kalau Minggu saja bagaimana?"
"Biar pas di hari libur, besok Daddy ada pertemuan dengan klien dari luar negeri!" jelas Tn.Diwan.
"Heum... kalau begitu iya deh, minggu saja!" wanita satu anak ini akhirnya ngalah dengan sang suami.
...----------------...
Sedangkan di kediaman Prasetyo.
Tn.Diwan, mama Rina dan juga Frans juga sedang duduk bersama di ruang keluarga.
Selesai makan malam, Frans sebenarnya ingin pergi ke kamar, namun sang Mama memanggil dirinya.
"Ada apa Mam?" tanya Frans baru saja duduk, dia langsung menyalakan TV untuk menemani pembicaraan mereka.
"Besok kamu sibuk tidak?" tanya mama Rina kepada anak sulungnya itu.
''Heum... tidak sih Ma, memang nya ada apa?" Frans balik bertanya.
__ADS_1
Frans memang sudah memutuskan untuk tinggal bersama kedua orang tuanya, perusahaan miliknya di kota lain sudah di percaya kan kepada asisten nya, Fino.
Tn.Diwan sengaja belum memberikan perusahaan nya kepada putra sulungnya, dia ingin Frans menghabiskan waktu libur, sebelum akhirnya dia akan menerima tanggung jawab yang besar.
"Boleh temenin Mama besok?" tanya Rina lagi.
"Untuk apa Ma?" bukan Frans yang bertanya, melainkan Tn.Diwan.
"Mama ingin membeli perlengkapan persalinan Vera dan juga untuk kedua cucu ku!" jawa Rina, membuat anak dan ayah itu mengangguk.
"Boleh Ma, besok Frans temenin!" tentu Frans sangat senang belanja untuk calon keponakan dari adik kesayangannya.
"Ma, tunggu hari Minggu saja!" usul Tn.Diwan.
"Kenapa hari Minggu?"
"Daddy juga mau ikut beli perlengkapan untuk cucu dan anak kita, jadi tunggu sampai hari libur saja!" ujar Tn.Diwan.
Mama dari dua anak ini nampak berfikir, dan dia pun setuju.
"Oke, kita akan belanja hari Minggu!" ucap Rina yang setuju usulan sang suami, bagaimana pun suamiku itu juga papa dari anak nya, jadi Vera akan lebih senang jika semua keperluan nya di belanjakan oleh kedua orang tuanya.
.
.
.
.
.
~Bersambung
Jangan lupa ya Like, komen, dan Vote.
Oh ya! Jika bisa kalian boleh tidak komen nya di paragraf,, jika bisa sih kalau nggak juga tidak masalah🤭🤭
__ADS_1