
Semakin dekat dengan hari persalinan, bukan nya Vera yang merasa takut, melainkan Davvien. Dari mulai usia kandungan nya memasuki bulan ke delapan, Davvien merasa tidak tenang.
Berulang kali Davvien meminta Vera untuk melakukan operasi Caesar, namun Vera menolak.
"Aku ingin menjadi ibu sesungguhnya, aku ingin melahirkan anak-anak ku dengan mempertaruhkan seluruh tenaga ku!" itulah jawaban yang selalu Vera berikan kepada Davvien, hingga membuat anak tunggal dari Tn.Andre dan Ny.Andin hanya bisa pasrah.
Davvien berulang kali memikirkan cara membujuk Vera agar mau melakukan operasi Caesar, mengingat anak yang akan dilahirkan bukan satu, melainkan dua.
...----------------...
Davvien duduk termenung di kursi kebesaran nya dalam ruangan mewah milik nya itu.
Beberapa detik kemudian pun, pintu ruangan di ketuk, muncul lah sosok Fero dari balik daun pintu setelah di persilahkan masuk oleh Davvien.
"Jika anda ingin pulang silahkan Tuan!" ucap Fero, dia tau jika sahabat nya itu sedang memikirkan Vera.
Karna kondisi Intan tadi pagi, Fero tidak bisa meninggalkan nya, akhirnya Davvien pun yang harus berangkat duluan ke kantor.
"Bagaimana dengan marmut mu?" tanya Davvien langsung bangun dari duduknya.
"Sudah tidak apa Tuan, mungkin dia hanya masuk angin!" jawab Fero yang sudah tidak mempermasalahkan panggilan Davvien terhadap sang istri.
"Apa kamu sudah memanggil Hendri?" tanya Davvien lagi, sambil membereskan dokumen yang sedari tadi hanya menjadi bahan tatapan nya tanpa menyentuh nya sedikit pun.
"My wife tidak mau Tuan, dia bilang sudah tidak apa-apa!"
Mendengar panggilan Fero kepada Intan membuat Davvien merasa mual.
__ADS_1
"Lain kali tidak perlu memanggil nya dengan sebutan itu. Dan lain kali, jangan dengarkan dia saat dia melarang mu memanggil dokter, kesehatan nya sangat penting!" Davvien berujar sambil melangkah meninggalkan ruangan nya, menyerahkan semua pekerjaan kepada Fero
...----------------...
.
Sampai di rumah, Davvien langsung naik ke atas menuju kamar yang di tempati oleh dirinya dan sang istri.
Davvin di sambut dengan pemandangan yang memilukan, dimana Vera terlihat begitu lemah dan kesakitan.
Vera berbaring sambil pinggang nya di usap oleh Intan, Vera sedang mengalami sakit pinggang yang begitu luar biasa.
Namun, meski begitu melihat suaminya sudah pulang, Vera masih tetap mencoba tersenyum dan ingin bangun untuk menyalami ayah dari anak kembar dalam rahim itu.
Davvien yang melihat Vera ingin bangun, dengan segera lelaki tampan ini menghampiri Vera.
Melihat situasi seperti ini tentu membuat hatinya merasa tercabik, Davvien yang memang tidak bisa melihat sang istri kesakitan, saat ini dia malah menyaksikan calon ibu dari anak nya sedang menahan sakit dan pura-pura tegar.
"Sayang, kenapa pulang awal?" tanya Vera.
"Sudah ada Fero di sana!" jawab Davvien dengan mata yang berkaca-kaca melihat keadaan Vera.
Meski Davvien di sebut dengan macan asia, namun CEO Wilmar grup ini sangat lemah dan rapuh jika itu menyantap istri tercinta nya.
"Kalau begitu aku keluar dulu ya Ra, Tuan, aku mau masak untuk Kak Fero!" imbun Intan kepada kedua pasutri itu.
"Iya Tan, makasih ya!" jawab Vera masih dengan sikap tegar nya.
__ADS_1
Kalian tau Vera adalah wanita yang kuat dan juga tegar, dia tidak ingin membuat Davvien merasa khawatir.
"Sekarang tidur lah!" Davvien dengan begitu hati-hati membaringkan Vera, tak tinggal diam, tangan nya pun langsung mengelus dengan lembut pinggang Vera.
Vera memejamkan matanya sambil merasakan usapan yang begitu lembut di berikan oleh suami tercinta nya hingga akhirnya pun dirinya terlelap.
Berulang kaki Davvien mencium kepala dan juga bibir sang istri, Davvien terus berharap anak dan istrinya akan selamat saat melakukan persalinan.
"Makasih wanita tangguh ku, kamu istri yang sangat sempurna untuk ku sayang, kamu berusaha tegar rasa sakit hinggap pada dirimu, kamu wanita yang sangat hebat sayang, wanita yang sudah berhasil mengambil hatiku ini!" gumam Davvien sambil menatap wajah sendu Vera.
"Dan kalian Nak, kalian juga harus kuat dan hebat seperti Mama, jika sudah waktunya, kalian keluar lah, jangan buat mama kesakitan!" lanjut nya kini berbicara dengan kedua anak dalam kandungan Vera.
"Kalian harus bantu Mama, dan kalian juga harus selamat, Papa sudah sangat tidak sabar menunggu kalian Nak!"
.
.
.
.
.
~Bersambung.
Untuk malam ini cukup dua bab ya para reader.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan juga vote.