Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Kisah Tn.Diwan


__ADS_3

Kini Tn.Diwan juga mengingat insiden yang menimpa mereka, Tn.Diwan menceritakan alasan nya mengganti identitas.


Setelah Rina mendorong nya beserta anak nya, mobil mereka langsung terjun bebas ke dasar jurang, tak berapa lama terdengar suara yang sangat memekik telinga, mobil yang masih ada anak dan istrinya meledak dan langsung terbakar tak tersisa.


Tn.Diwan terduduk dengan anak perempuan nya sedang menangis begitu keras karena terkejut mendengar ledakan begitu besar.


"Huaaaa mama, papa mama mana, kakak adek takut"


Tn.Diwan langsung memeluk anak perempuan nya yang sedang menangis keras menjerit memanggil kakak dan mamanya.


"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa menyelamatkan kalian hiks...hiks...hiks"


Tanpa menghiraukan rasa sakit di bagian kepalanya dia terus melihat mobil nya yang sedang di lahap oleh si jago merah.


Tiba tiba sebuah lampu mobil menyilaukan mereka, mobil itu berhenti di samping mereka.


Orang di dalam mobil tersebut keluar, mereka pun begitu kaget melihat orang yang mereka kenali terlihat begitu menyedihkan.


"Rey?"


Rey langsung mengangkat kepalanya melihat orang yang memanggil namanya.


Orang itu yang tak lain adalah keluarga Tn.Andre langsung mengangkat tubuh Rey yang terduduk di tanah.


Ny.Andin langsung menggendong Kia kecil yang sedang menangis begitu keras.


"Sayang, cup cup jangan nangis lagi ya"


Bukan nya berhenti, Kia malah semakin keras menangis, Ny.Andin dengan begitu sabar menenangkan Kia, hingga Davvien yang masihkah berumur 15 tahun merasa kasihan dengan gadis manis yang menangis begitu histeris di gendongan Mommy nya, dia mengambil mainan robot dan mobil mainan dari dalam mobil nya lalu di berikan pada Kia.


Perlahan tangisan Kia mereda, dia sampai tertidur di gendongan Ny.Andin.


"Apa yang terjadi?"


Tanya Tn.Andre pada Rey yang masih menangis.


"Dre, Rina Ndre Rina dan Frans masuk jurang dan mobil nya meledak hiks,,,hiks,,,hiks"


"Sabar Rey sabar"


Tn.Andre tidak ingin menanyakan apapun, dia sudah mengerti apa yang di rasakan Rey.


Rey nekat ingin terjun ke dalam jurang, tapi Tn.Andre menahan nya.


Tn.Andre langsung menelpon polisi, dia pun mengajak Rey untuk pulang ke rumah nya tapi Rey menolak, dia ingin mencari istri beserta anak nya bersama polisi.

__ADS_1


Akhirnya Tn.Andre menyuruh sang istri untuk pulang bersama anak-anak nya, sedangkan dia ingin membantu Rey mencari anak beserta istrinya Rey.


Berhari-hari Rey mencari keberadaan Rina dan Frans yang masih di bantu oleh Tn.Andre dan polisi, namun nihil dia tidak menemukan mereka ataupun jasad mereka, polisi mengatakan jika jasad keduanya sudah habis terbakar bersamaan mobil yang juga di lahap habis oleh si jago merah.


Sedangkan Kia kecil di tinggal di rumah bersama Ny.Andin.


Rey akhirnya mencoba mengikhlaskan kepergian anak beserta istrinya, dia pun meminta Andre untuk membantu nya mengganti identitas nya, Rey tau siapa yang telah mengtabotase mobil milik nya, tapi dia tidak punya bukti, akhirnya demi keselamatan nya dan juga anak perempuan nya Rey mengubah identitas nya yang di bantu oleh orang yang paling berpengaruh dalam kota itu yaitu Tn.Andre Wilmar.


Ibu mertua Rey yang mendengar bahwa anak perempuan dan cucu pertama nya sudah meninggal pun menjadi sakit-sakitan, tak berapa lama dia juga meninggal dunia.


Dengan Terpaksa Rey menjual rumah peninggalan sang mertua yang di wariskan kepada cucu perempuan nya, Rey sengaja menjual rumah tersebut agar orang-orang suruhan yang menginginkan dirinya mati tidak bisa menyelidiki mereka melalui apapun, dia pun menjadi kan hasil dari menjual rumah tersebut modal untuk membangun perusahaan dengan langsung bekerja sama dengan Tn.Andre.


Karna itu lah, Rey mengganti kan nama nya menjadi Diwan dan anak perempuan nya menjadi Verania, sedangkan Prasetyo sengaja dia tambah supaya identitas baru nya tidak akan di curigai oleh siapapun.


"Jadi karna itu, Papa menikah kan Kia dengan Tn.Davvien?"


Tanya Frans setelah sang papa selesai menceritakan semuanya.


"Iya nak, dan papa yakin dia bisa melindungi adik mu jika suatu saat orang itu mengetahui keberadaan kami"


"Tapi kenapa orang itu begitu jahat pa, apa salah kita"


Geram Frans mengingat pelaku di balik kejadian yang menimpa mereka.


"Dia menginginkan perusahaan yang di wariskan kepada papa"


"Kakek mu sudah mempercayai nya pada papa, dia juga berpesan jika perusahaan itu hanya sebagian untuk Om mu itu, dan perusahaan itu tidak boleh jatuh di tangan Om mu"


"Tapi dia kan juga anak kakek?"


Tanya Frans lagi, dia sudah tau sebelum nya bahwa Om nya itu menginginkan mereka semua tiada.


"Memang iya, tapi Kakek tau mana yang baik dan yang buruk, Om mu sering menggunakan uang perusahaan pada perbuatan yang tidak baik"


Jelas Tn.Diwan yang di angguki oleh Frans.


"Jadi perusahaan papa yang di sana terbengkalai?"


"Tentu tidak, asisten pribadi papa yang mengetahui jika papa masih hidup, namun papa sengaja menyuruh nya mengganti kan papa, Om mu itu tidak membutuhkan dia, yang dia butuhkan hanya Papa karna tanda tangan Papa yang om mu itu butuhkan"


Frans kembali mengangguk mengerti.


"Apa Kia mencintai suaminya atau sebaliknya?"


Tanya Frans yang takut jika adik yang di sayangi nya tidak bahagia.

__ADS_1


"Dulu dia sempat menolak, keduanya menikah karna terpaksa, bahkan mereka tidak saling kenal hingga hari pernikahan mereka, tapi sekarang lihat adik mu sudah hamil, dia juga sangat bahagia sekarang, suaminya begitu sangat mencintai nya"


Jelas Tn.Diwan yang tau kekhawatiran anak sulungnya itu.


"Aku senang jika Kia mendapatkan kebahagiaan nya"


Ujar Frans yang merasa lega karna sang adik hidup dengan bahagia.


"Tunggu pa, aku akan menghubungi mama, aku akan memberikan kabar bahagia untuk mama, berarti keyakinan mama selama ini benar bahwa anak perempuan nya masih hidup"


Tn.Diwan mendadak gerogi, dia juga tampak gugup, saat sang putra menghubungi istrinya melalui panggil Vidio.


"Pa, papa nggak apa-apa?"


Tanya Frans yang menangkap kegugupan sang papa.


"Eh, tidak nak"


Bagai orang yang baru pacaran Tn.Diwan menjawab dengan malu malu pada putra sulung nya.


"Apa papa gerogi akan melihat mama kembali?"


Goda Frans, dan Tn.Diwan hanya mengelak.


"Bukan begitu, papa hanya gugup karna sudah lama tidak melihat mama mu"


Frans tersenyum sambil tangan nya memencet tombol untuk menghubungi sang mama.


"Halo nak"


Suara wanita yang sudah tidak muda lagi di seberang setelah mengangkat panggilan Video dari Frans.


"Halo ma, apa kabar mama sehat kan?"


"Iya nak, mama sehat. Kamu di mana nak"


Bukan nya menjawab, dia malah tersenyum.


"Ma, aku ada kabar gembira untuk mama"


"Kabar gembira apa nak?"


Frans menyodorkan ponsel nya di hadapan Tn.Diwan, membuat nya semakin salah tingkah.


Namun dengan segera menatap wajah di balik layar yang begitu dia rindukan.

__ADS_1


Degggggggggg


~Bersambung.


__ADS_2