Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Melayani istri.


__ADS_3

Pagi hari, Lisa mengerjap kan matanya, dia berusaha untuk memutar mutar badan nya, tapi di rasanya sangat sakit, belum lagi selangk**g nya yang juga merasakan sakit dan perih.


Lisa sadar, dia langsung teringat kejadian tadi malam, Lisa duduk di tempat tidur, dengan selimut menutupi tubuh nya yang polos, Lisa terus menangis matanya mengarah ke depan dengan tatapan kosong.


Air mata terus mengalir menyalurkan rasa sakit, kecewa dan juga benci kepada diri nya sendiri, andai dia tidak menjemput Riko, semuanya tidak akan terjadi.


Sesaat pun orang di samping nya juga menggeliat, dia mencoba membuka matanya, di saat mata nya terbuka samar samar dia melihat seorang perempuan yang duduk bersandar di kepala ranjang dengan air mata yang terus mengalir, mata nya yang sembab juga tatapan nya begitu kosong.


Riko pun menyadari kalau wanita itu tidak menggunakan baju, dia melihat dirinya sendiri yang juga polos tanpa sehelai pakaian, Riko mengucek matanya berharap ini semua hanya mimpi, saat di lihat dengan jelas ternyata wanita yang menangis itu adalah Lisa asisten nya sendiri.


Riko langsung duduk, dia mulai panik melihat apa yang terjadi.


"Lisa kamu kenapa, apa yang terjadi kenapa aku dan kamu.."


"Pergi kamu, kamu jahat pergi......"


Lisa histeris sambil menangis dia mendorong tubuh Riko, sedangkan Riko yang tidak paham dia mencoba mengingat apa yang terjadi, tak sengaja matanya melihat seprei yang terkena noda darah, seputar kejadian malam mereka pun terlintas di kepala Riko, dia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


"Lisa saya minta maaf, saya tida sengaja melakukan itu"


Riko sudah mengingat, dia sadar apa yang telah di lakukan nya.


"Pergi kamu, pergi...hiks..hiks...."


Riko merangkul Lisa kedalam pelukan nya, dia sebenarnya penasaran kenapa dia bisa berada bersama Lisa, tapi tidak mungkin dia menanyakan pada Lisa sekrang.


Riko mencoba menenangkan Lisa, tapi tercuma Lisa kembali mendorong tubuh Riko.


"Pergi kamu, pergi jangan sakiti aku lagi"


Riko mendengar perkataan Lisa menjadi merasa bersalah, apa dia terlalu tanpa perasaan semalam hingga Lisa menangis dengan begitu histeris.


"Tenang lah Sa, aku tidak akan menyakiti mu, aku minta maaf karna semalam telah menodai mu"


"Pergi,,,,,,,"


Karna Lisa terus mendorong nya tanpa henti, Riko pun turun, memungut pakaian yang semalam berserakan di lantai, Riko masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat Riko keluar sudah lengkap dengan pakaian nya, dia kembali hendak mendekati Lisa, tapi Lisa lagi lagi berteriak sambil menangis menyuruh dirinya pergi.


Riko pun pergi dari apartemen Lisa, dia semakin bingung karna dia baru sadar kalau dia sekarang berada di sebuah Apartemen, Riko bersangka-sangkan kalau Lisa sengaja menjebak dirinya mengingat dulu dia pun mengatakan yang tidak tidak pada Vera, tapi melihat Lisa yang begitu histeris dia merasa Lisa memang sangat terluka.


Riko pusing memikirkan semua itu, sampai di dalam mobil Riko langsung melajukan mobil nya meninggal kan basemen.


...----------------...


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, tapi pasutri ala-ala pengantin baru belum keluar dari dalam kamar mereka, Fero sudah datang juga sudah sarapan.


Dia melangkah menuju kamar Davvien, dilihat nya kamar itu masih tertutup rapat, belum ada tanda tanda orang di dalam akan keluar, Fero tersenyum senang rencananya berhasil.


Tanpa di perintah dia langsung melangkah turun dan keluar, Fero pun meninggalkan rumah Davvien untuk ke kantor, dia tidak ingin mengganggu Davvien, karna dia tau Vera dan Davvien tidak tidur semalaman.


Sedangkan di dalam kamar, Vera mencoba membuka mata nya yang terasa berat, kepala nya juga sama berat juga terasa sakit, dia melihat di samping nya sudah ada suaminya yang memeluk nya dengan begitu erat, Vera menatap orang yang seakan tidak merasa lelah untuk melakukan kewajiban nya, bukan hanya badan nya saja yang kekar tapi tenaga nya juga sangat kekar.


Wajah Vera bersumbu merah, melihat tanda merah di leher Davvien, dia mengingat betapa agresif nya dia semalam, tapi dia juga tidak tau kenapa bisa sangat bergairah.


Di usap nya wajah Davvien, dia menatap lekat wajah yang matanya masih terpejam, setelah lama menelisik seluruh wajah suaminya Vera menarik tangan nya hendak turun, tapi Davvien menahan tangan itu, lalu mencium nya.


"Apa kau terpesona sayang dengan ketampanan ku"


Tanya Davvien sambil membuka matanya, sedangkan Vera gelagapan tidak bisa di pungkiri kalau dari dekat suaminya itu memang sangat terlihat sempurna.


Cup


"Morning kiss honey"


"Is kenapa kau selalu mencium ku tiba tiba, apa kau tidak merasa capek, bibir ku sudah terasa bengkak"


"Tapi kamu juga sangat nakal semalam sayang, bahkan kau juga memberikan stempel di sini"


Ucap Davvien menggoda Vera sambil menunjukkan tanda merah di leher nya sendiri.


"Udah jangan bahas itu lagi, aku mau mandi"

__ADS_1


Vera yang malu pun langsung beranjak, saat dia bangun dia langsung terduduk sambil memekik, menahan sakit.


"Aw,,,,,, shhhhheeet"


"Sayang kamu kenapa"


"Ini gara gara kamu perut ku keram, untuk berdiri pun aku nggak bisa, mungkin berjalan saja aku tidak bisa"


Kesal Vera sambil menahan rasa sakit di daerah kewanitaan nya juga perutnya yang terasa keram.


"Maaf kan aku sayang, tapi ntah kenapa semalam aku benar benar tidak bisa menahan hasrat ku, dan kamu juga menginginkan nya"


"Kenapa selalu mengingat kan kejadian semalam, aku malu"


"Kenapa malu, kan aku suamimu lagian aku suka kalau kamu nakal di ranjang sayang"


Vera menatap tajam pada Davvien, tanpa mengenal waktu Davvien menggoda dirinya.


Glekkk


Davvien menelan ludah nya kasar mendapat tatapan dari singa betina nya.


"Ya sudah aku bawa ke dalam kamar mandi ya"


"Tapi,,,,,,"


"Aku tidak akan macam macam lagi"


Davvien pun mengangkat tubuh Vera, meletakkan secara pelan tubuh mungil Vera ke dalam bathub, Davvien memandikan Vera meski sempat di tolak oleh Vera, tapi kali ini benar benar mandi bukan mandi mandian yaπŸ˜…πŸ˜….


Setelah selesai, Davvien juga membersihkan tubuh nya, Vera masih di dudukkan Davvien di atas kursi dalam kamar mandi.


Setelah keduanya selesai mandi, Davvien mengangkat lagi tubuh Vera, dengan sangat hati hati Davvien mendudukkan Vera di kursi meja rias, Davvien memperlakukan Vera begitu lembut, seakan Vera adalah kaca yang akan pecah bila di perlakukan sembarangan.


"Aaaahhhh"


"Kenapa kau berteriak?"


Tanya Vera saat melihat dirinya di kaca yang penuh dengan tanda tanda merah juga lembam, Davvien tersenyum, dia merasa bangga karna telah memberikan stempel di seluruh tubuh istrinya.


"Aku juga punya sayang"


Davvien kembali menunjukkan tanda merah nya, Davvien sangat senang melihat tanda merah di lehernya, jika bisa tanda itu akan di pertahankan supaya tidak hilang.


"Jadi, ini kerjaan kamu"


"Ya begitu lah"


"Bagaimana ini, semuanya terlihat sangat jelas dan memenuhi leherku"


"Biarkan saja di sana sayang, aku suka melihat nya"


"Tapi aku tidak"


Vera langsung cemberut, bibirnya di majukan ke depan.


Cup


"Aku akan mencari obat penghilang atau yang bisa menutupi nya sayang"


Vera hanya diam, dia menatap dirinya bagaikan orang yang terkena penyakit kulit, karna seluruh badannya merah merah.


"Aku akan mengambil pakaian mu"


"Tidak perlu, aku bisa sendiri, aku juga harus menyiapkan pakaian mu"


Vera hendak bangun tapi Davvien menahan nya.


"Tunggu di sini, kali ini aku yang akan melayani mu"


Cup


Davvien langsung melangkah pada lemari pakaian yang ada di dalam ruang ganti, mengambil pakaian Vera yang dia pesan bersamaan barang barang yang lain, pakaian Vera yang di pesan Davvien langsung di tata dengan rapi di dalam lemari pakaian.

__ADS_1


Davvien membawa baju, CD dan juga br* Vera, Vera merasa sangat malu, tapi Davvien berlagak biasa saja.


"Aku pakaikan"


"Eh tidak, biar aku saja"


"Sudah diam, biar aku yang memakai kan nya"


"Tapi,,,,"


"Tidak usah malu, kan aku suamimu, aku sudah melihat semua nya"


"Tapi apa kamu bisa memakai kan br* untuk ku"


"Kita lihat bisa atau tidak, kalau aku bisa melepasnya kenapa aku tidak bisa memakaikan nya"


Davvien tersenyum mesum pada Vera, sedangkan Vera lagi lagi di buat malu oleh Davvien, kenapa suaminya sekarang menjadi begitu mesum pikir Vera.


Dengan telaten Davvien memasangkan br* pada Vera, dia juga memakai kan baju, saat ingin memakai kan CD, Vera menahan nya, kali ini dia benar benar membantah.


"Baik lah, pakai kan sendiri"


"Kamu hadap ke belakang, jangan ke sini"


"Loh kenapa"


"Ya aku malu"


"Untuk apa malu aku kan su..."


"Ya kau suami ku, tapi tetap juga aku masih mempunyai rasa malu, cepat hadap KESANA"


Mendengar itu Davvien langsung berbalik, Vera buru buru memakai kan bahan dalam nya, setelah itu dia kembali duduk.


"Sudah?"


Tanya Davvien yang masih membelakangi Vera.


"Heummmmm"


Davvien pun berbalik saat Vera selesai, tangan nya langsung memegang handuk di kepala Vera, setelah itu Davvien mengeringkan rambut Vera, dengan begitu telaten Davvien memperlakukan Vera dengan sangat lembut.


Vera tersenyum, Davvien kembali menyisir rambut Vera, saat ini Vera tengah senam jantung, dia berdebar saat mendapati perlakuan suaminya yang begitu romantis, tapi dia mencoba mengalihkan rasa itu dengan lagak sibuk memberi polesan di wajah nya.


Davvien sudah selesai dengan kegiatan nya di kepala Vera, saat ini Vera sudah cantik dengan rambut yang di biarkan tergerai.


"Tunggu di sini aku akan memanggil pelayan membereskan kamar ini"


"Pakai pakaian mu dulu, baru setelah itu panggil pelayanan"


Ucap Vera sudah lembut, rasa dongkol nya terhadap Davvien hilang sudah.


"Heumm baik lah"


Cup


Davvien melangkah untuk memakai pakaian nya.


Vera memaksa dirinya untuk berjalan ke arah tempat tidur, dia sungguh tidak ingin bertingkah manja kemana mana harus di gendong Davvien, tapi saat dia bangun.


"Aw,,,,,,,"


Bruk,,


"Sayang,,,,"


~Bersambung


Aku up dua loh, panjang lagi jadi sediakah kalian menyemangati diriku lagi😁


Like, komen dan vote nya ya😘😘


Oh iya para Reading, mungkin besok aku tidak up ya, karna ada kesibukan sedikit aku akan up hari senin lagi, harap bersabar dan setia menunggu lanjut nya, kita lihat kepanikan babang Davvien saat melihat istri nya sakitπŸ˜πŸ˜πŸ™.

__ADS_1


__ADS_2