Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Davvien mengetahui penyebab nya.


__ADS_3

Malam hari, di mansion Davvien sudah tampak sunyi, semua kembali seperti semula, Vera sedang menidurkan si kembar, setelah tadi sore dia sempat tidur bersama dengan ke dua bayinya.


Davvien hendak menyusul sang istri dan membantu nya menidurkan Syakira, karna anak perempuan nya itu lebih adem saat Davvien gendong daripada Syakir.


Namun, langkah nya terhenti saat Fero memanggil dirinya.


"Vien, apa kamu bisa ikut dengan ku sebentar?" tanya Fero kepada sahabat sekaligus atasan nya itu.


"Ada apa Fero?" tanya Davvein datar.


"Ini masalah keluarga Anggara, aku sudah mendapatkan seluruh informasi nya!" jelas Fero, Davvien langsung mengangguk dan berjalan lebih dulu, Fero langsung mengekor dari belakang. Keduanya masuk ke dalam ruangan kerja yang ada di mansion nya.


"Katakan Fero!" ujar Davvien masih dengan wajah datar.


"Begini Vien, Reyan Anggara itu memang Tn.Diwan, dan Kia itu adalah Vera!" jelas Fero, Davvien mengerutkan dahi dan menatap intens kepada Fero menunggu kata selanjutnya yang di ucapkan asisten yang kadang konyol nya itu.


"Tn.Diwan mengganti identitas karna Kakak dari Tuan Diwan sendiri ingin membunuh keluarga mereka karna dendam yang besar kepada mertua anda!" Fero menggantung ucapan nya, dan itu sukses membuat Davvien semakin heran dan penasaran.

__ADS_1


"Dendam! apa yang di lakukan mertua ku Fero, hingga Kakak nya sendiri bisa menaruh dendam terhadap adik kandung nya sendiri?" tukas Davvien bertanya yang menurutnya mengganjal di hatinya.


"Roy Alfin Anggara Kakak dari Reyan Anggara, dia menyukai wanita yang sudah menjadi kekasih dari adik nya yaitu Rina, Ibu mertua mu, saat Roy melamar Ny.Rina dia malah menolak dan memilih Tn.Diwan, dan terutama yang membuat nya marah karna ayah dari mereka memberikan perusahaan pusat kepada Tn.Diwan, sedangkan Roy, hanya di berikan satu anak cabang dari perusahaan Anggara, karna Ayah mereka tau, jika Roy adalah seorang pemabuk, pemain wanita dan sering mendatangi kasino untuk bermain judi!" Fero menjeda ucapannya.


Davvien mengangguk "Lanjutkan Fero!" perintah nya.


"Merasa tidak terima apa yang di dapatkan Tn.Diwan, dia merencanakan akan membunuh keluarga adik nya sendiri saat mereka pulang menjenguk Ibu Rina di sini, berharap akan mendapatkan perusahaan yang di berikan kepada sang adik, tapi dia tidak juga mendapatkan perusahaan tersebut, karna Tn.Diwan belum meninggal, dan dia langsung membuat surat wasiat, bahwa yang akan memimpin perusahaan nya adalah Tomi, asisten pribadi nya sendiri, dan di dalam surat terus dia juga menulis jika saja Tomi mati maka perusahaan itu akan di berikan kepada panti asuhan, maka dari itu, dia tidak bisa membunuh Tomi, dan dari itu juga dia tau, jika adiknya selamat bersama anak perempuan nya, dan yang lebih membuat nya terkejut, karna ternyata seluruh keluarga Tn.Diwan selamat. Dan sekarang, dia sedang menyusun rencana supaya bisa menguasai seluruh harta peninggalannya ayah mereka, dan membuat adik dan adik ipar nya, Tn.Diwan dan Ny.Rina menderita atas dendam yang dia simpan sejak dulu!" jelas Fero panjang lebar


Davvien begitu fokus menyimak nya, rasa marah merasuki dirinya, darahnya mendidih, tangan nya terkepal kuat, mengingat bagaimana sengsara istri nya dulu, karna keserakahan dari paman nya sendiri.


"Apa yang akan kita lakukan, apa kita akan menangkap dan memberikan pelajaran untuk lelaki itu?" tanya Fero dengan begitu serius.


Davvien menggeleng "Tidak usah Fero, kita hnya perlu berjaga-jaga, dan buat saja dia hancur dengan perlahan, tapi jika dia kembali mengganggu keluarga ku, maka kau tau apa yang harus kamu lakukan!" tukas Davvien dengan begitu serius.


"Baik Vien!" jawab Fero, dia ingin melangkah keluar, tapi saat tangannya ingin memegang handle pintu, benda yang terbuat dari kayu itu sudah terlebih dulu terdorong dari luar.


Fero dan Davvien menatap Vera yang datang dengan raut wajah cemas, ibu dari anak kembar ini terlihat begitu khawatir, dia melangkah dengan begitu cepat, langsung mendekati sang suami.

__ADS_1


"Sayang! Mama dan Daddy belum pulang ke rumah, tadi Kakak Frans menelpon ku!"


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa like, komen dan vote ya Reader tersayang ku..!

__ADS_1


__ADS_2