Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Makan malam romantis.


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam, Vera dan Davvien sudah siap, sesuai yang di katakan Davvien malam ini dia akan mengajak Vera keluar. Vera memakai dress selutut berwarna maroon tanpa lengan, rambutnya dibiarkan tergerai memasang dua jepit rambut di kepalanya, Vera memakai high heels berwarna putih yang tidak terlalu tinggi, di padukan dengan tas juga berwarna putih, sangat terlihat cantik, sedangkan Davvien memakai jas warna maroon sesuai warna yang di kenakan Vera.


Setelah Vera solat magrib mereka langsung berangkat, Vera sudah mengajak Davvien untuk solat tapi Davvein hanya cengengesan tanpa menjawab juga tidak melaksanakan nya.


Mereka hanya pergi berdua tanpa mengajak Fero, Davvien menyetir dengan sebelah tangan sedangkan sebelahnya lagi menggenggam tangan Vera.


Davvien menatap ke arah Vera, dia benar benar terpesona dengan kecantikan istrinya, apalagi saat ini Vera berpenampilan seperti itu, yang biasa nya Vera hanya berpenampilan layaknya anak kecil, tapi kali ini meski di hiasi juga dengan jepit rambut namun itu tidak mengurangi kedewasaan Vera.


Melihat istrinya tidak pernah memoles wajah nya dengan secara berlebihan, tapi untuk apa berlebihan, dengan polesan natural seperti ini saja sudah sangat cantik.


Sedangkan Vera terus saja diam, dia penasaran ntah kemana Davvien akan membawanya, mau bertanya. ya percuma karena Davvien tidak akan menjawab.


Mereka sampai, tapi sebelum itu Davvien terlebih dulu menutup mata istrinya dengan kain sutra berwarna maroon juga, yang sudah dia siapkan.


Davvien menuntun Vera untuk melangkah.


"Tuan, kita mau kemana sebenarnya kenapa tempat ini sangat sepi"


Sifat cerewet Vera mulai kambuh, Davvien tidak menjawab dia terus saja menuntun istrinya itu.


"Tuan katakan, aku mau di bawa kemana, jangan bilang kau akan membunuh ku"


Vera kembali bertanya, ada rasa takut di hatinya karna Davvien tidak menjawab pertanyaan nya, dia takut Davvien akan membunuh nya seperti di film-film, si cowok akan membunuh cewek setelah mengambil kesucian nya.


"Tuan katakan dulu kita mau kemana, jangan jangan tuan mau membunuh ku dengan alasan mengatakan sesuatu pada ku, setelah tuan mengambil kesucian ku sekarang tuan akan membunuh ku, jangan lakukan itu tuan"


Vera mengehentikan langkah nya, dia tidak ingin jalan lagi kalau Davvien tidak menjawab pertanyaan nya.


Davvien menggeleng kepala mendengar perkataan Vera, bagaimana bisa istri nya berpikiran sejauh itu, korban sinetron pikir Davvien, mana tega dia membunuh Vera, kalau dia melakukan itu maka hati nya juga akan ikut mati.


Davvien membuka penutup mata Vera, saat Vera berhenti mereka memang sudah sampai di tempat tujuan Davvien.


Mata Vera langsung berbinar melihat pemandangan di sekitar nya saat ini.


Yap, mereka saat ini berada di taman, Davvien tau kalau istrinya sangat suka dengan taman, Vera melihat takjub semua yang ada di sana.


Satu meja bulat dengan dua kursi yang sudah tertata makanan dengan rapi, di atas mereka di gantung kan lampu lampu bulat yang begitu indah, dan di sekelilingnya pun di pasang kan lampu kelap kelip dari mulai dari jalan masuk, di sebelah tempat mereka duduk ada danau yang begitu indah karna pantulan dari sinar rembulan malam yang sangat terang, seolah rembulan pun mendukung makan malam romantis pasangan suami-istri tersebut.


Vera tidak bisa berkata kata, tempat ini memang sangat indah.


"Mas Davvien, kau yang menyiapkan semua ini?"

__ADS_1


Tanya Vera yang masih menatap takjub ke depan, Davvien tersenyum dan mengangguk perkataan Vera, dan dia pun membunyikan jemari nya.


Klek


Terbitlah cahaya di dekat danau, cahaya itu perlahan menjadi sebuah huruf, saat semuanya telah menyala Vera kembali terharu melihat huruf yang terlihat begitu indah dan besar.


..."I ❤️ U Verania"...


Begitulah kira kira bentuk tulisan yang di tatap Vera, Vera hanya bisa diam menatap semua nya, dia tidak bisa berkata apa lagi, rasa di hatinya bercampur bahagia, juga terharu dia di perlakukan seperti ini.


Dan sesaat pun Davvien berjongkok di depan Vera, dia mengeluarkan satu buket bunga.


Vera tersenyum haru, dia mengambil buket bunga dari Davvien, belum ada kata kata yang keluar dari mulut mereka.


Saat Vera mengambil bunga itu, dia kembali melihat di balik buket bunga masih ada sesuatu di tangan suaminya.


Davvien membuka kotak berbentuk hati, Vera kembali kaget melihat Davvien memberikan kan cincin yang di hiasi berlian, cincin itu terkesan kecil dan simpel tapi keseluruhan nya berbalut berlian.


"Verania istriku, aku Davvien Wilmar sekarang mengalah, aku sudah tidak bisa berpura-pura lagi, kau sudah mempunyai tempat di hatiku, kau menempatkan jiwa ku yang sudah kosong, kau telah membuat jantung ku kembali berdetak, kau lah yang telah membangkitkan hati ku yang sudah lama mati.


Davvien mengucapkan kata begitu tulus masih dengan berjongkok dan memegang kotak cincin di tangan nya mengarahkan pada Vera.


"I love you so much by my wife forever, I Will make you queen in my heart"


Vera menatap Davvien dengan penuh haru, dia meneteskan air mata nya sambil mengangguk kan kepalanya.


Davvien tersenyum saat melihat Vera mengangguk, dia senang karna Vera tidak menolak nya, dia pun bangun lalu memasang kan cincin di di jari manis Vera sebelah kiri karna yang kanan sudah ada cincin pernikahan.


Davvien mencium lembut punggung tangan Vera, lalu membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.


"Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun, hanya dirimu, you are the first and you are the last"


Davvien membisikkan di telinga Vera dengan begitu menggoda, Vera tiba tiba merinding saat deru nafas Davvien begitu menusuk di kulitnya.


Ntah siapa yang mulai, kini keduanya hanyut dalam ciuman mereka, Davvien terus ******* bibir Vera.


Begitu lama mereka berciuman, sampai mereka merasa nafas yang sudah habis.


Davvien tersenyum manis pada Vera, sedangkan Vera tersipu malu, dia terpesona melihat senyuman Davvien yang begitu manis, dan itu sangat langka di lihat nya.


"Tetap lah tersenyum seperti ini Mas"

__ADS_1


Ucap Vera menatap Davvien, sedangkan Davvien kembali tersenyum.


Dia pun kembali membunyikan suara dengan jari nya.


klek


Datang lah beberapa orang, yang dua orang membawa kotak perhiasan, sedang yang lain memegang biola berjalan mendekati mereka, lalu berdiri berjejer rapi di dekat meja mereka.


Davvien menyuruh Vera memilih perhiasan dari kedua kotak tersebut.


Namun Vera bingung, karna ke duanya terlihat bagus dan juga sangat mahal.


"Tidak mas, aku tidak membutuhkan ini"


"Sayang, pilih lah, aku kan belum pernah membelikan sesuatu untuk mu"


Ucap Davvien lembut kembali mencium tangan Vera.


"Tapi..."


"Sayang, kamu kan tau kalau aku tidak suka di bantah, kamu tidak menghargai pemberian ku"


"Heummm baik lah"


Vera memilih kotak yang berisi kalung satu set dengan gelang dan juga anting, pilihan Vera jatuh pada kalung yang simpel namun terlihat sangat elegan, dengan liontin berlian yang menempel pada kalung tersebut.


Davvien tersenyum, ternyata pilihan istrinya sama dengan pilihan nya, dia juga suka melihat yang di pilihkan Vera.


Davvien memakai kan kalung pada Vera beserta gelang nya.


"Cantik"


Ucap Davvien lalu mencium kepala Vera.


"Nanti kau akan melihat kejutan lain nya"


Davvien tersenyum, mereka pun menyantap makan malam mereka di iringi dengan suara biola yang menemani, menambah kesan keromantisan mereka.


Vera kembali penasaran dengan kejutan yang di maksud Davvien.


~Bersambung.

__ADS_1


Aku up panjang loh, dukungan ya.


Like, komentar, dan vote nya


__ADS_2