Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Berkumpul


__ADS_3

"Mau apa menghubungi ku,tidak ada kerjaan apa?"Tanpa basa basi Davvien langsung membentak orang di seberang


"Eiitss,,,,,,,tenang broe,ku rasa kau sudah bersahabat dengan sikap galak mu itu"Goda orang di balik sambungan telepon


"Kalau cuma mau bercanda sana di Stand Up komedi,waktu ku terlalu berharga untuk mendengar kan ocehan tidak berguna mu"Davvien kesal hendak memutuskan sambungan


"Eh tunggu tunggu,gw cuma mau mengajak loe ntar malam ke bar,kan kita sudah jarang berkumpul, Riki juga sudah pulang dari luar negri,jadi sambil kita rayain"ucap Aldi yang tak lain adalah sahabat Davvien


"Tidak tertarik"sahut Davvien


"Ayo lah Vien,sekali kali kan boleh,mau ya"rengek Aldi yang suara nya di buat buat memohon


"Tergantung mood ku"Davvien memutuskan sambungan nya dan melempar ponsel nya di atas meja lalu melihat ke arah Fero yang sibuk memain kan jemari nya di atas layar tablet nya


"Fero bacakan jadwal ku"


"Kita akan mengadakan meeting tentang pembangunan hotel di kota A,siang nya bertemu klien dari perusahaan Wings grup"penjelasan Fero tanpa memalingkan wajah dari tablet nya itu


Davvien berdiri merapikan jas nya dan melangkah pergi ke ruang meeting yang di ikuti oleh Fero


...----------------...


Sedangkan di kampus, Vera bersama geng nya duduk di kursi kantin,ketiga sahabat Vera saling tatap,mereka bingung melihat sahabat mereka yang semula nya cerewet sekarang malas lesu seperti itu


Dengan rambut acak acakan Vera menjatuhkan dagu nya di meja kantin


"Ra,loe jangan seperti ini dong,kita bingung harus bagaimana kaloe lihat loe murung seperti ini"Intan mencoba menenangkan Vera


"Iya Ra,mana Vera yang cerewet yang punya seribu cara untuk menyelesai kan masalah"bantu Tania


Rani hanya mengangguk,karna dalam geng mereka cuma Rani yang agak pendiam


"Hufffff,untuk yang satu ini pikiran gw buntu"Vera yang sudah putus asa memikirkan cara


"Tadi pagi bokap gw nanyain lagi,tapi gw langsung pergi''lanjut nya lagi

__ADS_1


"Kenapa tidak loe bicarakan baik baik,siapa tahu bokap loe mau mendengarkan loe,dan membatalkan niat nya,jangan main petak umpet seperti ini,masalah tidak akan selesai kaloe loe terus lari"Intan memberi solusi pada sahabat nya itu


"Apa gw kabur aja ya"masih dagu di atas meja, Vera tidak menghiraukan perkataan Intan,karna dia tau membujuk Daddy nya sama dengan mengadakan peperangan besar


"Jangan macam macam Ra,loe mau kabur kemana pun Daddy loe tetap akan menemukan loe,mau loe bersembunyi di dalam pohon pun Om Diwan pasti akan segera menemukan kan loe,tinggal suruh cari informasi,suruh bodyguard beres"Tania membantah rencana konyol sahabat nya itu


Mereka diam,sambil meminum minuman mereka memikirkan cara


"Apa riko tau ra?"tanya Rani


"Belum"jawab nya singkat


"Kenapa nggak loe kasih tau saja Ra,,,siapa tau dia sudah siap nikahin loe,terus kalian bujuk Om Diwan bersama sama"ujar Intan lagi yang tidak bosan bosan nya menyaran kan Vera


"Kemaren udah gw telpon gw ajak ketemuan,dia bilang tidak bisa,karna kemaren dia berangkat luar kota ada pekerjaan,gw tidak mau bicara lewat telepon,takut nya salah faham,gw tunggu dia pulang saja"jawab Vera sambil mengangkat kepala nya


"Memang kapan Riko pulang"tanya Tania


"Dia bilang lusa sudah pulang"masih dengan wajah lesu nya,meneguk minuman nya


"Ya sudah jangan terlalu di pikirin,bagaimana kalau pulang kampus kita ke rumah gw,kita adakan masak masak,supaya stres loe bisa berkurang"ajak Intan antusias


Vera langsung bersemangat,beban nya serasa terbang ntah keman


"Nia,loe ikut kan"tanya Rani pada Tania


"Harus,kaloe tidak ikut kita pecat jadi teman kita"ancam Vera dengan mata yang di sipitkan


"Ihhhh iya iya gw ikut,"jawab Tania cemberut


"Ya sudah nanti kita mampir di supermarket dulu,soal nya di rumah gw bahan kue nya cuman sedikit"ujar Intan


"Oke deh"jawab mereka sambil menunjukan ibu jari


Memang mereka pandai dalam memasak,karna Intan Vera dan Rina hoby memasak,bagaimana dengan Tania?

__ADS_1


Karna dia termasuk kedalam kelompok mereka ya dia ngikut saja


Bagi 3 gadis itu,memasak adalah hal yang bisa membantu mereka melupakan persoalan hidup,karna fikiran mereka harus di fokuskan pada makanan yang mereka buat,supaya hasil nya memuaskan


Setelah jam pulang tiba,mereka bergegas keluar,untuk mewujud kan rencana mereka,sebelum itu


Vera datang pada pengawal nya


"Pak, Vera mau kerumah Intan,kalian ikut dari belakang saja,saya pergi barang mereka"perintah Vera karna bila di suruh pulang pun mereka akan menolak


Kadang Vera bingung,kenapa dia harus di awasi oleh bodyguard,sedang teman teman nya yang lain bisa bebas kemana pun mereka pergi


"Baik nona"jawab satu pengawal sambil membungkuk kan kepala nya


Vera melangkah menuju mobil Intan yang sudah di tunggu para sahabat nya


"Siap?"tanya Intan


"Siappppp"jawab mereka kompak


Mobil pun melaju meninggalkan halaman kampus menuju supermarket sebelum ke rumah Intan


Setelah berbelanja dan membayarnya,mereka lanjut ke rumah Intan


Sampai di rumah intan,mereka langsung bergegas untuk mengambil posisi nya masing masing


Vera bagian pengaduk, Intan memasuk kan bahan, Rani menyiap kan oven,sedang kan Tania,dia tidak terlalu pandai,dia hanya membantu mengambil kan alat yang di butuh kan


Mereka pun tertawa bersama sambil membuat banyak kue,rasanya tidak ada beban sedikit pun yang mereka hadapi saat ini


~Bersambung


Like


Komen

__ADS_1


Vote


Maaf tidak sesuai keinginan,masih baru๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2