
Tepat pukul 02:00 pagi Vera terbangun dari tidurnya, sejak pulang dari kampus Vera terus memikirkan perkataan Riko dia masih bingung apa benar dia sudan tidak mencintai Riko lagi dan menerima Davvien sebagai suaminya.
Tapi udah sifatnya Vera dia tidak ingin berlarut dan membuat orang di sekitarnya merasa aneh dengan nya,.apa lagi suaminya. dia pasti akan heboh bila melihat Vera murung, dia pun mencoba menguatkan dirinya, Vera mencoba bersikap biasa, sampai mereka tertidur.
Vera melihat tangan Davvien melingkar di pinggang rampingnya meski semula selalu ada pembatas di antara mereka tapi saat Vera bangun selalu merasakan di timpa sesuatu yang berat, tidak berteriak hanya syok dan jantung yang berdetak kencang, dan sedikit rasa nyaman.
Perlahan Vera berusaha melepaskan diri dari pelukan Davvien supaya Davvien tidak terbangun, Vera berjalan ke dalam kamar mandi setelah berhasil melepaskan tangan suaminya.
Vera berwudhu, lalu dia pun mengambil mukena beserta sajadah nya, setelah selesai memakai mukena, Vera langsung melakukan ibadah solat tahajud.
"Ya Allah, hamba selalu mensyukuri apapun yang engkau berikan, hanya padamu hamba memohon, engkau yang bisa membolak-balikkan hati manusia, berilah petunjuk untuk hamba, mantap kan hati hamba kepada sesuatu yang membuat hamba bingung, Amin.."
Singkat, namun Vera cukup tulus memanjatkan doa kepada Allah setelah selesai melakukan solat dua raka'at, supaya dia bisa memutuskan sesuatu dengan tidak bimbingan.
Vera kembali merebahkan dirinya di samping Davvien, di tatapnya wajah yang sedang terpejam itu.
Mata berbulu lentik, alis yang tebal rahang yang keras, bibir bervolume begitu indah, lama Vera meneliti wajah di hadapannya, tak terasa diapun kembali tertidur.
...----------------...
Pagi pun kembali hadir, menggantikan malam yang gelap nan sunyi dengan cerah sinar matahari dan riuhnya kendaraan manusia yang kembali beraktivitas.
Vera membangun kan Davvien yang masih tertidur, sedangkan dia sudah bangun sejak subuh, meski dia tidur beberapa jam setelah tahajud, namun kebiasaan nya terbangun di waktu subuh tidak pernah berubah.
"Tuan, bangun lah"
Ucap Vera yang sekarang sudah berani duduk di dekat Davvien, dia menggoyangkan lengan Davvien.
"Tuan, ayo bangun nanti kau kesiangan"
Davvien sebenarnya sudah bangun sejak Vera masuk ke dalam kamar setelah dia memasak, tapi dia kembali merasa aneh, karna Vera tidak melantunkan kata kata wajib nya, seperti yang di ucapkan nya di pagi pagi yang lalu.
Kalian pasti tau kalimat yang terucap dari bibir Vera setiap pagi.
"Tuan ba... Aaaa"
Teriak Vera saat Davvien menarik nya hingga jatuh tepat di depan wajah Davvein, dada mereka menempel, bahkan Davvien bisa merasakan tonjolan dari depan Vera, ya kalian tau tuan J yang peka langsung bangun.
Davvien memandang wajah cantik meski belum mandi, tatapan Vera juga seakan terkunci dengan tatapan Davvein, dia tidak bisa memalingkan wajah nya dari wajah tampan suaminya.
Suara jantung mereka terdengar berlomba untuk menunjukkan siap yang terlebih merasakan gugup, tatapan Davvien turun pada bibir merah muda alami Vera, dia pun tidak dapat menahan hasratnya lagi Davvien langsung melu*** kan bibir mungil Vera, Vera tidak bereaksi, dia hanya diam tidak menolak juga tidak membalas, Davvien begitu menikmati bibir yang sudah menggodanya beberapa hari lalu, Davvien menggigit sedikit bibir Vera karna sang empunya tidak merespon, Vera pun refleks membuka mulutnya, memberi ruangan untuk Davvien bisa bermain bebas ke dalam mulut nya.
Cukup lama Davvien menikmati bibir Vera, tapi saat di rasa Vera masih juga diam meski sudah membuka mulut nya Davvien menghentikan aksi nya, kembali di tatap wajah yang sudah memerah bak udang rebus.
Vera langsung bangun, saat ada celah untuk melepaskan diri, Davvien tersenyum karna Vera tidak marah.
" Silahkan anda mandi duluan tuan"
Ucap Vera yang merasa canggung karna kejadian beberapa detik lalu, dia merasa malu karna lagi-lagi tidak menolak yang di lakukan Davvien, tapi dengan ini dia sudah tau jawaban nya, dia sudah memantapkan pilihan nya saat nanti bertemu Riko.
__ADS_1
Seperti pagi kemarin Vera dan Davvien setelah sarapan mereka berangkat menuju tempat yang berbeda, tapi sudah dua hari ini Davvien mengantarkan Vera ke kampus.
Davvien menarik Vera ke dalam pelukan nya, rasanya dia tidak ingin jauh-jauh dari istri kesayangan nya.
(Haik kesayangan, baru juga cinta udah jadi kesayangan aja tuh.)
Vera hanya diam menikmati hangat nya pelukan yang di berikan Davvien, Vera yang cerewet hari ini diam, dia belum lega karna belum mengatakan jawaban nya pada Riko.
Fero melirik pada spion ke arah Davvien yang sedang memeluk dan mengelus punggung Vera dengan sesekali mencium kepala Vera.
"Apa kau iri kutu kupret?"
Tanya Davvien, membuat Fero buru buru mengalihkan pandangannya.
"Tidak tuan"
"Bagus, kau memang tidak usah iri pada bos mu yang lebih di segi apapun darimu"
Ucap Davvien sombong, Fero yang sudah tau tingkah Davvien tidak pernah mengambil hati dengan apa yang di ucapkan bosnya itu.
"Kita sudah sampai, kau belajar lah yang rajin ya"
Di kecup nya lagi kepala Vera, dengan senyuman yang merekah di bibirnya, Vera yang melihat senyuman manis Davvien terpesona, seakan dia tersihir oleh senyuman Davvien.
"Hey kenapa kau malah menatap ku, aku tampan ya aku sudah tau itu kau bisa melihat ketampanan ku setelah pulang dari kampus"
"Tetap lah tersenyum, karna senyuman mu sangat manis"
Davvien terpaku mendengar perkataan Vera, apa istrinya sedang menggombali nya. pikir Davvien.
Saat sampai di kantor, Davvien dan Fero langsung menuju ke ruangan mereka.
"Tuan, kita akan rapat dengan pemegang saham tentang proyek yang beberapa tempat sedang kita jalani"
"Heummm"
Fero pun langsung masuk ke dalam ruangan nya setelah Davvien berlalu.
Di dalam ruangan, Davvien kembali mengingat perkataan Vera, dia merasa sangat senang karena Vera memuji nya.
Karna penasaran Davvien mengambil ponsel nya, lalu dia menyalakan kamera melihat senyuman yang di bilang Vera manis di pantulan kamera itu.
Davvien senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya.
"Manis, benar-benar sangat manis, aku akan tersenyum seperti ini selalu di depan nya"
"Tuan"
Suara seseorang tiba-tiba muncul tepat di hadapan nya, Davvien merasa kaget sampai ponselnya pun jatuh dari tangan nya.
__ADS_1
Brak,,,
Davvien memukul meja dengan keras.
"Apa kau sudah tidak punya sopan santun lagi kutu kupret sialan, apa kau tidak bisa mengetuk pintu hah?"
"Maaf tuan, saya udah mengetuk nya berulang kali, tapi tidak ada jawaban, saya pun masuk untuk memberi tau kalau rapat nya akan di mulai, dan saat saya lihat tuan sedang senyum dengan ponsel anda"
"Jangan menjelaskan sedetail itu, ayo berangkat"
Davvien langsung keluar, dia merasa sangat malu kepergok sama Fero dirinya sedang tersenyum dengan ponsel nya.
Mereka sampai ke dalam ruangan rapat, sudah banyak pemegang saham di yang hadir di sana termasuk Riko, dia menatap Davvien dengan perasaan marah dia merasa Davvien telah merebut apa yang sudah dia jaga.
Karna sang pemimpin sudah hadir, rapat pun di mulai, satu satu dari mereka mulai melaporkan setiap proyek yang mereka kendalikan, dan bahan bahan dari perusahaan masing masing.
Selama satu jam lebih berlangsung, rapat pun selesai.
Mereka semua bergegas keluar, begitupun Davvien dia hendak melangkah, karna yang lain tidak akan keluar kalau Davvien belum meninggal tempat itu.
Saat hendak melangkah kaki nya tertahan karna seseorang memanggil nya.
"Tuan Davvien bisa kita bicara sebentar"
Ucap Riko lantang, Davvien melihat keseriusan dari wajah Riko, dan tersirat ketidak kesukaan Riko terhadap nya dari mata Riko.
"Katakanlah"
"Saya ingin berbicara empat mata dengan anda Tuan"
"Heum baiklah"
"Yang lain boleh keluar sekarang"
Ujar Fero, dia yang mengerti pun juga ikut keluar.
"Ada apa tuan Riko"
Tanya Davvien dengan santai nya karna yang dia pikir Riko akan membahas masalah pekerjaan. dia kembali duduk di meja kebesaran nya.
" Tanpa membuang waktu langsung saja, apa anda mencintai istri anda Vera?"
Duggggggggggg
~Bersambung
Huff aku up doble loh, mohon dukungan nya, komen like juga vote.
Maaf bila alurnya tidak sesuai dengan keinginan kalian.
__ADS_1
Salam sayang ku untuk kalian semua 😘😘