
"Halo"
Deg,,
Siapa dia,mengapa ponsel Riko sama wanita di jam malam seperti ini
Vera masih belum mau beranggapan negatif,dia masih berusaha bijak menanyakan Riko dan siapa perempuan in
"Halo..ini dengan siapa ya,kenapa ponsel Riko sama anda"tanya Vera masih mengontrol emosi nya
Lisa sengaja melembutkan suara dan di buat manja, Lisa tersenyum licik sambil menjawab
"Saya berada dalam kamar hotel Riko, Riko nya lagi mandi"sengaja Lisa tidak memberi tahu kalau dia sekretaris Riko
"Dalam kamar hotel,berdua?"Vera yang memang dalam keadaan marah pun menutup mulut nya dengan apa yang dia dengar air mata nya yang sempat berhenti ahir nya menerobos keluar lagi, tapi Vera tetap berusaha berfikir positif
"Kenapa anda berada bersama Riko dalam hotel?"tanya v6era lagi dia sangat penasaran dengan siapa dan apa yang di lakukan Riko di sana
"Saya saya,ahhh anda pasti paham nona untuk apa saya di sini"Lisa tersenyum malu malu dia sengaja memanas manasi Vera
"Sudah ya nona, seperti nya Riko sudah selesai"Lisa langsung mematikan ponsel Riko dan meletakkan nya kembali
Sejak hari pertama menjadi sekertaris Riko Lisa memang sudah menaruh hati pada pria tampan itu,tapi Riko hanya menganggap Lisa tidak lebih dari sekertaris
Lisa yang memang sudah di perintah kan oleh Riko membawakan berkas untuk meeting besok pagi langsung masuk ke dalam kamar Riko,bersamaan Riko yang masuk ke dalam kamar mandi,dan di susul oleh suara dering ponsel Riko
Lisa mendekati gawai milik Riko dan melihat nama Vera di sana, Lisa tau Vera adalah kekasih nya Riko, Lisa memberanikan diri untuk mengangkat telpon Vera,,ini kesempatan bagi nya untuk mencecok kan hubungan Riko dan Vera pikir nya
Riko selesai mandi,dia keluar dengan pakaian yang sudah lengkap,karna Riko sudah menyuruh Lisa masuk,pasti Lisa sedang menunggu pikir Riko
"Sudah lama menunggu"sambil menutup pintu kamar mandi
"Baru saja tuan,ini berkas anda,besok jam 8 kita akan meeting tuan"sambil memberi kan berkas kepada Riko
"Bagus,besok setelah meeting kita akan langsung pulang"jawab Riko mengambil berkas yang di berikan Lisa
"Kalau begitu saya permisi tuan.Oya nona Vera tadi menghubungi Anda,karna Anda sedang di dalam kamar mandi,saya mengangkat nya tuan,dan mengatakan untuk menunggu Anda sedang mandi,maaf kaloe saya lancang,saya cuma memberi tau karna nona Vera menghubungi anda berkali kali tuan"ucap Lisa berbohong, sambil menunduk
"Heumn tidak masalah,sekarang keluarlah"jawab Riko yang hendak menghubungi Vera
"Iya tuan"Lisa melangkah keluar meninggalkan kamar Riko,sambil tersenyum licik
Riko terus menghubungi Vera tapi ponsel nya sudah tidak aktif
........
Sedangkan di kamar Vera,dia yang memang sudah sangat frustasi dengan keputusan Daddy nya,di tambah dia harus mendengarkan seorang wanita mengangkat ponsel milik kekasih nya,dan parah nya mereka bersama dalam satu kamar hotel
Hati vera hancur,dada nya sesak,sebesar apapun usaha Vera berfikir positif,bila mendapat kan seorang wanita bersama kekasih nya dalam satu hotel pasti dia akan kecewa
"Akhhhhhhh..prok"Vera berteriak sambil melempar kan ponsel nya ke dinding hingga hancur
Vera menangis,dia terduduk di lantai bersandar di tempat tidur,perkataan wanita itu,bayangan bayangan Riko bersama wanita itu seakan berputar putar di kepala nya
Siapa kah dia,apa yang sedang Riko lakukan,apakah Riko membohongi ku untuk keluar kota karna pekerjaan,pertanyaan itu terus bersarang di dalam benak Vera
Vera hanya diam menatap lantai,dengan tatapan kosong,air mata yang terus keluar seakan tidak akan berhenti,pikiran nya masih tertuju pada Riko,di tambah pernikahan yang Daddy nya rencana kan,membuat Vera yang watak nya ceria menjadi sangat rapuh
Vera yang masih terduduk di lantai pun ahirnya tertidur karna kelelahan menangis,dengan kepala di sandar kan di ranjang nya
...----------------...
Pagi hari,di sebuah rumah terlihat seseorang baru selesai melakukan olah raga,dengan wajah berbulu tipis,tangan nya yang menampil kan urat urat,perut nya yang sixpack di tambah keringat yang membanjiri tubuh nya,membuat nya tampak sangat seksi
Ya dia lah Davvien,setelah olah raga di ruangan yang ada di dalam rumah nya
Davvien masuk ke dalam kamar nya,langsung ke kamar mandi
Tidak terlalu lama, Davvien keluar dengan handuk yang melilit di pinggang,dia berjalan ke ruang pakaian
Setelah semua nya sudah siap, Davvien keluar,menuju meja makan
sudah ada Fero di sana sedang sarapan,semalam davvien pulang ke rumah nya sendiri,dan Fero pun juga menginap di rumah Davvien
"Pagi Vien"ucap Fero menyapa
"Heummmm"jawab Davvien cuek sambil mengambil makanan nya
__ADS_1
"H**alahhhh pagi pagi begini tu muka sudah kusut saja"Fero menggurutu didalam hati
Mereka melanjutkan makan tanpa banyak bicara, hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring
Sarapan pun selesai, Davvien berdiri dan melangkah,di ikuti oleh Fero
Mereka sudah berada di dalam mobil dan melaju menuju kantor,tidak ada suara dari 2 orang ini,hening tanpa kata
"Bagaimana untuk nanti malam"suara Davvien memecah keheningan
"sudah saya urus"jawab Fero
"Pokok nya malam ini jangan sampai gagal lagi,suruh anak buah melakukan penjagaan yang ketat saat transaksi di lakukan"perintah Davvien dengan dingin nya
"Baik"jawab Fero dan kembali fokus menyetir
Mereka mau melakukan transaksi yang kemaren sempat gagal
Ahir nya mobil pun memasuki halaman kantor, Fero turun dan membuka kan pintu untuk Davvien
mereka memasuki loby kantor,kaki nya langsung menuju ke dalam lift untuk sampai di ruangan masing masing
Di tempat lain
"Dad Vera pergi dulu ya"Vera menyalami Diwan setelah sarapan pagi nya, untuk pergi ke kampus
Dengan perasaan nya yang tidak karuan,dia berusaha tersenyum
"Iya,nanti kamu pulang awal ya nak,orang tua calon suami mu akan datang nanti malam"ucap Diwan memperingati Vera
"Iya Dad"Vera melangkah meninggalkan Diwan masih di meja makan
"kenapa anak itu,apa dia mimpi masuk neraka semalam hingga sangat menurut hari ini"Diwan yang melihat tingkah Vera merasa heran,dan
dia pun bangun lalu melangkah keluar untuk berangkat ke kantor
Di kampus
Vera duduk diam,sambil mata nya menatap dosen yang sedang menjelaskan pelajaran mereka,mata iya menatap dosen,tapi pikran nya ntah kemana
Intan yang memperhatikan Vera pun mnyenggol Vera,membuyarkan lamunan vera
"Ra,loee kenapa sih"tanya Intan sambil berbisik karna takut dosen mendengar nya
"Nanti gw ceritain"jawab Vera dengan wajah nya yang lesu
Jam masuk pun selesai, Vera dan Intan bergegas keluar,saat di depan pintu kelas mereka melihat rani sama tani sedang berjalan ke arah mereka
"Loe kenapa Ra"tanya Intan lagi saat mereka sudah duduk di kantin kampus,setelah memesan makana
"Iya Ra...kenapa semakin hari loe semakin murung"sambung Tania
"Cerita dong Ra"Rina sangat prihatin pada sahabat nya itu
"Nanti malam orang tua yang mau nikahin
gw datang,dan dadi suruh gw bertemu dengan mereka"jawab Vera dengan nada lemah
"Wuuaaaaa,,,, pengantin pria nya datang tidak ya"Tania langsung antusias tanpa memikirkan ekspresi Vera,benar benar teman tidak ada akhlak teman lagi terpuruk dia malah senang
"Kalau dia datang loe fotoin ya ra, kasih liat sama kita"Rani pun menimpali ucapan Tania
"Heh,kalian tu kenapa senang bangat sih,nggak liat gw sedih ni"Vera mulai kesal dengan 2 sahabat nya itu
"Kenapa loe sampai sedih begini Ra,kan loe juga sudah tau kalau ini memang akan terjadi"tanya int6an masih belum yakin kalau sahabat nya sedih cuman karna masalah itu
"Riko Tan, Riko"mata Vera kembali berkaca kaca,tapi dia tidak mau menangis di depan sahabat nya itu
"Riko kenapa Ra"tanya Intan lagi
"Diaa mungkin nyelingkuhin gw,"tak terasa air mata Vera kemabali keluar
"Apa?"mereka bertiga kompak kaget dengan apa yang di katan Vera
"Dari mana kamu tau Ra"Tania bertanya dengan nada kaget
Vera menghela nafas nya,dan menceritakan semua nya pada mereka
__ADS_1
Tampak mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, karna hubungan yang mereka jalani sudah sangat lama
"Ya sudah sabar ya Ra,mungkin kamu cuman salah paham,dan kalau pun iya Riko selingkuh,mungkin dia memang bukan jodoh kamu"Intan memberi nasehat pada Vera sambil mengelus punggung Vera
"Mungkin"Vera menjawab dan menghapus air mata di pipi nya
"Mungkin gw memang harus ikhlas turuti keinginan Daddy,semenjak mama gw meninggal dadi yang mengurus gw,Daddy turuti semua keinginan gw,mungkin sudah saat nya gw membalas jasa Daddy"tak terasa air mata Vera kembali turun
"Sabar Ra,pkok nya apapun keputusan loe,semoga itu yang terbaik,kita pasti dukung,dan kita selalu ada buat loe ra"Intan masih mengelus punggung Vera
"Iya Ra"Tania dan Rina kompak sambil memegang tangan Vera memberikan semangat buat Vera
"Makasih ya,kalian memang sahabat terbaik"Vera tersenyum dengan mata yang masih berkaca kaca
"t5an pulang kampus gw ke rumah loe lagi boleh kan"lanjut nya agi
" Ya elah Ra,loe kayak siapa aja ya nggak papa lah,justru gw tu seneng soal nya tidak bosan sendiri di rumah"jawab Intan sambil menekan kepala Vera dengan telunjuk nya
Setelah pelajaran nya selesai, Vera dan Intan langsung pulang ke rumah nya intan,, Vera sudah memberi tau pengawal nya untuk mengikuti dari belakang
...----------------...
sedangkan di tempat lain
Riko sudah di dalam pesawat,dia tidak sabar untuk sampai di kota nya,dan bertemu dengan Vera,pria ini dari semalam terus kepikiran Vera,pasal nya Vera masih tidak bisa di hubungi sampai hari ini,sedangkan sebelum nya Lisa bilang Vera menghubungi nya,waktu Riki bertanya sama Lisa, Lisa tidak menceritakan apa apa,dia tetap menjawab seperti saat malam memberi tahu Riko
Dia merasa tidak tenang,sebelum melihat Vera Riko takut Vera akan salah paham karna mereka sudah beberapa hari tidak bertemu,dan parah nya saat sampai di luar kota Riko tidak mengabari Vera
Riko tidak tau aja sih, Vera bukan lagi salah paham,tapi sudah sangat sangat kecewa
Sekitaran 5 jam perjalanan,pesawat pun mendarat, Riko turun bersama Lisa mereka berpisah, Riko di jemput oleh supir nya, Lisa menaikin taksi online,karna waktu masih menunjukan puku 4 sore,karna penerbangan mereka jam 12 siang, Riko langsung ke rumah Vera,untuk melihat pujaan hati nya
Sekitar 30 menit Riko sampai di halaman rumah Vera ,ri7ko turun dan mengetuk pintu rumah Vera
Tok tok tok
Pelayan rumah tangga membukakan pintu untuk Riko
"Ehhh den Riko,mari masuk"Ucap pelayan sopan sambil tersenyum ramah
"Vera ada bi"Riko juga sambil tersenyum dan langsung bertanya keberadaan vera
"Belum pulang den"jawab pelayan rumah tangga lagi
"Kemana dia bi"tanya Riko
"Tidak tau den"pelayan menjawab sambil menunduk
"Om Diwan ada bi"tanya Riko lagi
"Belum pulang den"masih menunduk
"Oo ya sudah,saya pulang dulu bi"
"Tidak masuk dulu?"
"Tiidak bi,saya mau pulang dulu"sambil memutar badan nya dan melangkah masuk ke dalam mobil nya, Riko berniat menemui Vera di kampus nya saja besok
Sedangkan di tempat lain
Davvien pulang dari kantor langsung menuju ke rumah nya yang di dalam hutan yang di sebut sebagai markas
Davvien menyuruh anak buah nya membawa beberapa pelayan guna untuk memasak makan malam mereka
Saat dalam perjalanan ponsel Davvien berbunyi
"Yes momy,what's up?"ternyata Nyonya Andin yang menelpon Davvien
"Sayang kamu di mana?"
"davvien di jalan"
"Ya sudah kamu pulang cepat ya,hati hati"
"tapi Davvien tidak pulang ke rumah Mom, davvien ada urusan sama Fero"dengan ekspresi datar Davvien menjawab perkataan nyonya Andin
"Tapi nak,ini penting"Nyonya Andin bingung Bagaimana memberitahu kan Davvien
__ADS_1
~Bersambung
Bantu dukung ya😊