
Setelah berhari-hari menghabiskan waktu untuk hanymoon di negri orang, kini pengantin Davvien dan Vera sudah siap untuk pulang ke negara asal, dengan membawa oleh-oleh yang begitu banyak terutama untuk orang tua dan teman-teman mereka.
Beberapa jam di dalam pesawat, kini mereka sudah berada di bandara, Davvien menyeret kopernya dengan sebelah tangan, dan sebelah nya lagi melingkar di pinggang Vera.
Fero sudah menunggu di depan bandara dengan berdiri di samping mobil nya, matanya mencari bos yang beberapa hari tidak ber sitatap dengan dirinya.
Asisten sekaligus sahabat dari Davvien ini mengembangkan senyuman saat melihat Davvien keluar dari bandara bersama dengan istrinya Vera.
"Selamat datang kembali Tuan, Vera!" Ucap nya sopan dengan menundukkan kepala.
"Iya kak terima kasih, oh ya selamat juga untuk mu dan Intan kak, aku sudah tidak sabar melihat kalian menikah!" ujar Vera merasa begitu bahagia.
Sedangkan Davvien hanya diam menyaksikan sang istri dan juga sahabat nya itu.
"Terimakasih Vera, bagaimana liburannya?" Fero kembali bertanya kepada Vera sambil membuka pintu mobil untuk mereka.
"Seru Kak, seru bangat... Aku sangat-sangat bahagia, setelah menikah Kakak juga harus mengajak Intan berlibur kesana Kak, tempat nya sangat indah!" Vera begitu antusias menceritakan semuanya kepada Fero sambil dirinya masuk ke dalam mobil.
Fero hanya tertawa kecil mendengar cerita dari wanita yang sudah dia anggap seperti adiknya itu.
"Dan ingat, jangan meminta uang dari ku!" Davvien yang diam langsung menimpali ucapan sang istri, membuat Fero yang semula tersenyum langsung menutup rapat-rapat mulutnya.
"Tidak apa-apa, saya juga berterima kasih karna Tuan mau mengurus acara pernikahan saya!" jawab Fero yang memang sejak beberapa hari lalu ingin memeluk bos nya itu karna merasa senang Davvien mau memperdulikan dirinya.
"Kata siapa, aku bukan pulang untuk mengurus pernikahan mu, hanya saja aku sudah bosan di sana!" Jawab Davvien dengan ketus.
"Dasar aneh, di sana dia selalu membahas tentang pernikahan Kak Fero, bahkan dia ingin cepat pulang karna ingin menyiapkan segalanya. Tapi kini dia malah mengatakan tidak ingin melakukan apapun!" batin Vera sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap ketus sang suami.
__ADS_1
Padahal Vera sangat ingat, jika Davvien sangat bersemangat ingin mengurus pernikahan Fero dan Intan, bahkan setelah tau pernikahan akan di langsungkan dua minggu lagi, Davvien langsung mengajak nya pulang.
Suasana menjadi hening, Davvien menarik Vera ke dalam pelukan nya, hingga suara ponsel Vera berdering, dia pun mengambil nya dari dalam tas dan menjawab panggilan telpon yang ternyata adalah Mama nya.
"Halo Ma!" ucap Vera ketika sudah menempelkan benda pipih tersebut di telinga nya.
"Apa kamu sudah sampai Nak?" Suara wanita yang paling di sayangi Vera di seberang.
"Iya Ma, maaf Vera lupa menelpon Mama, sekarang Vera lagi di jalan Ma!" Jawab Vera.
"Iya tidak apa-apa Nak, Mama cuman mau bilang lebih baik kamu pulang ke rumah mertua mu dulu Nak, seperti nya Mommy mu sangat merindukan putrinya!" ujar mama Rina di seberang.
"Memang nya Mama tidak merindukan Vera?" goda Vera dengan membuat nada suara merajuk.
Davvien hanya diam mendengarkan istri dan mertuanya berbicara.
"Baik Ma, hari ini Vera pulang ke rumah Mommy, dan besok Vera pulang ke sana!"
"Iya Nak, kalau begitu Mama matikan ya, kamu hati-hati!"
Panggilan pun terputus, Vera mengatakan pada Fero jika mereka akan pulang ke rumah utama.
Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, kini mereka sampai di halaman mansion utama keluarga WILMAR.
Fero turun membuka kan pintu mobil untuk Davvien dan di ikuti oleh Vera.
Di sana sudah ada Mommy yang menanti kedatangan mereka.
__ADS_1
"Assalamualaikum Mom!" ucap Vera sambil memeluk mertuanya itu.
"Waalaikum salam Nak, uhh Mommy sangat merindukan mu sayang!" Ny.Andin pun tak kalah hebohnya, dia mencium seluruh wajah sang menantu, dia sungguh sangat merindukan anak perempuan nya itu.
"Cucu oma bagaimana, kalian sehat kan!" lanjutnya lagi memegang perut Vera.
"Sehat oma!" jawab Vera meniru suara bayi.
"Jadi Mommy tidak rindu sama Davvien?" tanya Davvien yang membuat wajah cemberut.
"Jadi kamu cemburu sama anak dan istri mu Davvien?" tanya Mommy yang melihat pada Vera dan mengejek Davvien.
"Ya nggak lah, aku hanya iseng bertanya. Sayang ayo kita masuk, katanya tadi kamu capek!" Davvien langsung menarik Vera dari genggaman Mommy Andin.
"Anak itu!" Gumam Ny.Andin yang melihat tingkah putra nya.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
__ADS_1