Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Wanita tidak punya hati.


__ADS_3

Hari libur yang seharusnya di habiskan bersama keluarga, namun berbeda dengan Al, seperti biasa dia selalu mengajak selir nya untuk jalan-jalan.


Setelah puas membelanjakan apa yang di inginkan oleh wanita simpanan nya, kini keduanya berada di dalam kamar hotel.


Tanpa memikirkan dosa, mereka bertarung saling memberikan ken*kmatan layaknya suami istri yang sah di mata negara dan agama. Bahkan wanita yang menjadi simpanan Al seolah tidak mempunyai hati nurani, bagaimana tidak di katakan demikian, padahal jelas dia tau jika lelaki yang meniduri diri nya sudah beristri dan juga mempunyai anak.


Tapi dia seolah menutup matanya, tidak ingin melihat dengan kenyataan yang ada, wanita yang bekerja sebagai sekertaris Al padahal sangat dekat dengan istri dari bos nya itu.


Saat keduanya dengan perbuatan haram mereka, tiba-tiba pintu kamar hotel di buka dengan paksa hingga membuat keduanya menghentikan aktivitas nya, mereka sama-sama terkejut, saat melihat seorang lelaki tampan namun sorot matanya tajam dan juga dingin, dan di ikuti oleh beberapa orang berbaju hitam.


"Si-siapa kalian?" tanya Al gelagapan, merasa tidak punya masalah dengan orang lain, membuat mereka sedikit bingung.


Sekretaris Al sudah meringkuk, dia merasa sangat ketakutan dan juga malu.


Orang itu yang ternyata Irfan dan anak buahnya sama sekali tidak menjawab pertanyaan Al, dengan hanya memberikan isyarat dengan matanya, anak buah Al langsung menangkap Al.


"Hei lepaskan, kenapa kalian menangkap ku!" Al mencoba memberontak, namun anak buah Irfan yang memiliki tubuh berotot tidak akan sanggup untuk Al lawan.


"Lepaskan dia, kalian siapa, apa kami punya salah dengan kalian, bahkan kami tidak mengenal kalian sama sekali!" wanita yang menjadi simpanan Al pun mencoba menarik tangan Al, namun dengan kasar seseorang menampar wanita itu hingga membuat nya tersungkur di atas tempat tidur dengan kasar.


Al langsung di bawa oleh beberapa anak buah Irfan, sedangkan Irfan duduk dengan santai di atas sofa sambil melihat drama di hadapan nya.


Setelah menggunakan bajunya, sekertaris Al mencoba mengejar dirinya, Irfan langsung menahan wanita tersebut.


"Siapa kalian hah! aku akan melaporkan kalian semua ke polisi!" teriak wanita selingkuhan itu, namun Irfan hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Jika itu terjadi, maka siap-siaplah anda akan kehilangan orang yang sangat anda cintai!" ucap Irfan santai.


"Apa maksud mu hah!"


Bukan nya menjawab, irfan malah mengeluarkan benda pipih dari saku celananya dan memberi kan kepada wanita di hadapannya.


Dengan tangan gemetar wanita itupun melihat apa yang di berikan Irfan, betapa kagetnya dia saat melihat jika vidio yang di berikan Irfan adalah adegan panas nya bersama Al, bahkan ada 15 vidio semuanya tentang kelakuan bejat keduanya.


''Pikirkan jika vidio ini tersebar, dan ibu mu yang mengalami penyakit jantung melihat jika anak nya menjadi selir dari bos nya sendiri!" cemoohan Irfan membuat wanita itu terdiam.


"Bukan kah kamu rela menjadi simpanan bos mu untuk biaya operasi ibumu?" lanjut Irfan semakin membuat nya terdiam.


"Maka jangan coba-coba bermain api dengan ku, terutama dengan tuan Davvien!" tukas Irfan menekan setiap katanya, kemudian dia pun beranjak pergi meninggalkan wanita yang sedang menangis itu mematung.


Mendengar itu, barulah wanita itu paham, jika ini semua karna kesalahan mereka sendiri yang mengganggu ketenangan macan asia.


Sampai di markas, Al yang mulanya pingsan karna pukulan dari anak buah Irfan saat dia terus memberontak langsung di siram dengan segelas air putih.


Saat Al sadar dan mencoba membuka matanya, yang pertama dia lihat adalah wajah lelaki yang tidak dia kenali yang tadi masuk ke dalam kamar hotelnya.


Kemudian matanya menelusuri setiap ruangan yang terasa asing bagi Al.


Betapa terkejutnya Al saat matanya menangkap seseorang yang beberapa hari lalu bertemu dengan dirinya di kantor milik nya sendiri.


Al melihat jika lelaki itu tersenyum kepada nya, namun matanya menatap Al dengan begitu tajam.

__ADS_1


"Halo Tuan, selamat datang di rumah ku yang sederhana ini!" ucap orang tersebut yang sekarang sedang melangkah mendekati Al.


"Tuan Davvien!" ucap Al dengan nada terkejut.


"Iya, aku adalah Davvien Wilmar, suami dari wanita yang beberapa hari lalu kamu coba lecehkan beberapa hari lalu saat di kantor mu!" jawab Davvien yang langsung membuat Al tambah terkejut.


"Kenapa terkejut Tuan Al, apa kamu fikir saya tidak tau dengan apa yang kamu lakukan, sungguh! kamu telah berani berusaha menyentuh milik ku, anda sungguh sangat berani mengusik ketenangan ku!" ujar Davvien dengan nada yang begitu dingin.


Al tersentak mendengar semuanya, dia kira Davvien tidak mengetahui perbuatan dirinya, karna sudah beberapa hari Al hidup seperti biasa.


Davvien memang sengaja tidak langsung menangkap Al, dia ingin memberi kebebasan untuk lelaki yang sudah kurang ajar kepada istri nya beberapa saat lagi.


Davvien menyuruh Irfan mencari rekaman CCTV dalam toilet waktu itu, dia juga menyuruh anak buah yang sudah di angkat menjadi bos mafia itu untuk mencari tau tentang Al dan sekretaris nya itu.


"Tuan maafkan saya!" tukas Al merasa menyesal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2