
Malam pun tiba....!!
Setelah menyantap makan malam, kini Vera di ajak Ny.Andin untuk duduk di ruang keluarga, sedangkan para lelaki, mereka memilih untuk izin ke ruangan kerja, ntah apa yang mereka bicarakan di sana.
"Nak, apa kamu senang selama di sana?" Tanya Ny.Andin kepada sang menantu sambil mengelus lembut kepala Vera.
"Vera senang Mom, sangat senang!" Jawab Vera dengan senyuman nya.
"Apa Davvien menyusahkan mu di sana?"
"Sama sekali tidak Mom, dia bahkan selalu membuat Vera tersenyum, anak Mommy memang sangat hebat, Vera senang karna mendapatkan suami seperti Mas Davvien, dia dingin dan cuek terhadap orang lain, tapi hangat dan manja dengan Vera, Mommy tau. Dia bahkan seperti anak kecil jika dekat dengan Vera" tanpa ada yang di tutup-tutupi, Vera menceritakan semuanya kepada Ny.Andin, membuat wanita paruh baya ini merasa senang.
"Begitulah Davvien, dia tidak akan membiarkan orang yang di sayangi nya merasa sedih!"
"Tapi Mom... kenapa jika dengan Kak Fero dia selalu saja ketus dan tidak menunjukkan jika di peduli, padahal saat di sana dia sangat bersemangat tntang pernikahan Kak Fero, tapi saat sampai di sini, dia malah bersikap ketus dengan kak Fero!" tanya Vera yang sedikit bingung dengan sikap sang suami.
Ny.Andin tersenyum "Begitulah sikap nya, tidak ingin orang lain tau jika dia sangat menyayangi orang lain, dia sangat menyayangi Fero meski pun dia sering berbuat kasar sama Fero, tapi Mommy lihat, dia sudah jarang berbuat kasar pada kakak nya itu semenjak bersama mu nak!" ucapan Ny.Andin membuat pipi Vera merah, bagaimana tidak, Vera selalu mengancam jika dia terus memukul Fero maka Davvien tidak akan mendapatkan jatah.
Saat hendak menimpali ucapan mertua, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati mereka.
"Pasti lagi membicarakan aku ya!" Davvien langsung menarik Vera dari sebelah Mommy nya untuk duduk di sebelah nya.
__ADS_1
"Nggak pun, kami lagi membahas pernikahan Kak Fero ya kan Mom!" jawab Vera langsung membuat Davvien bermuka masam.
"Iya Nak, sebentar lagi kan Fero akan menikah, jadi kami membicarakan tentang pesta nya!" imbun Ny.Andin.
''Sayang, kamu sudah berani membicarakan lelaki lain di belakang ku, apa lagi itu adalah kutu kupret sialan ini, kamu akan aku hukum!" bisik Davvien yang bisa di dengar oleh Fero.
"Dari tadi aku diam, tapi aku salah juga!" batin Fero merasa tertindas.
"Mom, Davvien izin. Vera pasti sangat lelah, kami mau masuk ke dalam kamar!" Davvien langsung menggendong Vera, meski tanpa persetujuan dari sang istri.
"Awas ya jangan kau buat menantu Mommy kecapean, dia harus istirahat!" teriak Ny.Andin.
"Jenguk si kembar sebentar kan nggak apa Mom!" jawab Davvien sebelum akhirnya hilang di dalam lift.
Kakek dan Fero saling melirik, mereka yang tidak punya pasangan hanya diam melihat anak dan orang tua kelakuan nya sama.
"Kenapa Kakek mantap ku, aku normal ya... Aku juga mau nikah!" Fero langsung bangkit dan berjalan meninggalkan kakek Farhan yang sedang mencerna ucapan Fero.
"Dasar cucu tidak punya akhlak, bisa-bisa nya dia berbicara seperti itu!" Kakek yang geram pun langsung bangun dan juga melangkah masuk ke dalam kamar nya.
Sedangkan kamar Davvien dan Tn.Andre, sedang di penuhi suara-suara jeritan, mereka seolah berlomba untuk menciptakan melodi yang begitu indah di indra pendengaran mereka.
__ADS_1
Namun tentunya Davvien yang menang, ingat kah kalian, dia bahkan sanggup menggempur Vera.
...----------------...
Pagi hari yang cerah, keluarga di kediaman Wilmar sudah selesai menyantap sarapan mereka.
Tn.Andre sudah berangkat kerja, Davvien dan Vera juga sudah pulang ke rumah Tn.Diwan, kakek akan berangkat ke kantor hari ini, meski sudah tua, namun kemampuan dan jiwa kepemimpinan masih melekat dalam dirinya.
Fero mulai hari ini di beri libur oleh Davvien, untuk mempersiapkan diri, hari ini pun dia di suruh datang oleh Davvien untuk melihat cincin pernikahan mereka yang sudah di pesan oleh Davvien jauh-jauh hari.
Fero akan pergi bersama dengan Mommy Andin, dia tidak ingin mengganggu Intan yang sedang fokus merancang baju untuk mereka.
Tapi tetap, pulang dari toko perhiasan, Fero ingin mendatangi Intan, sungguh dia tidak sanggup menahan rasa rindu pada sang kekasih, semakin dekat dengan hari H mereka, semakin memuncak pula rasa rindu Fero terhadap calon istri.
.
.
.
.
__ADS_1
.
~Bersambung