
...Kamulah kebahagiaan ku, kamu juga kesedihan ku, kamu adalah alasan ku tersenyum dan menangis....
...Akan aku lakukan semua yang bisa membuat mu tersenyum dan bahagia. Ku pastikan itu....
...----------------...
Dalam sebuah kamar, Fero masih melihat jika baby Aidan masih terus menyusu pada Intan.
Padahal jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi baby boy mereka itu sama sekali tidak melepas ASI sang bunda dari dalam mulutnya.
Intan hanya bisa pasrah, meski sudah terasa pegal dan kaku, yang lebih parahnya, baby Aidan tidak mau menyusu sebelah kiri, hanya sebelah kanan saja, sangat tersiksa kan menjadi Intan.
(Apa ada emak-emak yang pernah mengalami hal seperti ini saat mempunyai bayi?)
"Sayang, kamu pasti capek ya harus berbaring seperti itu sedari tadi?" tanya Fero yang sudah merasa sangat kasihan dengan keadaan sang istri.
"Tidak apa, sayang! mungkin sebentar lagi dia akan tertidur!" jawab Intan mencoba menyangkal ucapan sang suami, meski badannya sudah terasa kebas sebelah.
"Coba aku ambil, Aidan ya sayang!" ujar Fero, tangan nya terulur dan menggendong bayi lelaki nya.
"Oek ... Oek ... Oek ...!" baru Fero menggendong nya, baby Aidan langsung menangis.
"Sudah sayang, biar aku menyusui nya kembali!" ujar Intan, diapun kembali mengambil baby Aidan dan menyusui putra mereka.
"Ya ampun, Nak! kasihan Bunda!" tukas Fero berujar pada anak yang di pastikan belum mengerti apa yang dia katakan.
...----------------...
Sedangkan di dalam kamar yang berbeda, di mansion lain. Pasangan suami istri yang sudah kadaluarsa ini baru saja bertarung di atas ranjang, sungguh Davvien tidak pernah puas jika berhubungan dengan sang istri yang sudah sangat candu bagi dirinya.
Davvien memeluk tubuh Vera yang masih polos, dia membelai kepala sang istri dengan begitu lembut agar Vera bisa tertidur dengan nyenyak setelah pergulatan panas mereka.
"Terimakasih, sayang!" ujar Davvien lalu mencium kepala Vera.
Saat memainkan rambut Vera, tiba-tiba ide jahil terserat dalam kepalanya, seulas senyuman terbit di bibir yang terlihat sedikit memar karna ulah sang istri.
__ADS_1
Davvien menggeser sedikit badannya untuk bisa mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Davvien membuka via WhatsApp nya lalu mengirim pesan untuk seseorang.
Send to Kutu kupret ✉️: "Sungguh nikmat surga dunia, bahkan aku tidak mau berhenti untuk melakukan nya. Tapi Kenapa aku harus bilang pada mu, kau kan harus berpuasa, karna marmut mu baru saja melahirkan"
Send to Kutu kupret ✉️: "Aku rasa kamu akan membutuhkan sabun mandi yang banyak! tapi kamu tenang saja. Besok akan aku kirimkan untuk mu berbagai macam merek!"
Lanjut Davvien mengirimkan pesan untuk sahabat sekaligus asisten pribadinya. Dia kembali tersenyum saat melihat ceklis dua pada pesan yang dia kirim.Setelah itupun, suami tampan Vera ini meletakkan kembali gawai miliknya, lalu menyusul sang istri ke alam mimpi.
Fero yang memang masih terjaga mengalihkan pandangannya saat mendengar suara gawai nya berdering. Tanpa menunggu lama, ayah satu anak ini langsung mengambil benda pipih yang memang berada di dekat nya.
Wajah Fero merah padam saat membaca pesan dari Davvien. Bagaimana tidak, bos nya itu masih bisa-bisa nya mengejek meski sudah tau kenyataan nya.
"Dasar bos sinting, sudah tau kalau aku harus berpuasa malah sengaja mengingat kan ku tentang itu!" gerutu Fero panjang lebar yang masih di dengar oleh Intan.
"Kenapa honey?" tanya Intan seperti berbisik.
"Tidak ada, honey! apa baby Aidan sudah tidur?" tanya Fero.
Intan hanya menggeleng, akhirnya Fero pun ikut merebahkan tubuhnya di belakang sang istri, memeluk perut Intan dengan begitu posesif.
Namun, saat berusaha memejamkan mata, pesan Davvien seolah terngiang di pikirkan nya, hingga membuat nya traveling pada pergulatan panas nya dengan sang istri.
Asisten Davvien itu keluar saat sudah selesai menuntaskan hajat nya dengan perasaan lega, kemudian diapun kembali merebahkan dirinya di belakang sang istri.
...----------------...
Malam telah usai, saat nya mentari menunjukkan cahaya nya meski dengan perlahan.
Vera menggeliat tepat pukul 4:50 pagi, setelah melihat jam di samping nya. Ibu dua anak inipun berusaha memindahkan tangan kekar sang suami dari perutnya. Kemudian diapun turun dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Vera keluar dari dalam kamar setelah selesai mandi dan juga solat, langkah nya tertuju ke dalam kamar si kembar.
Karna hari masih cukup pagi, kedua anaknya itu masih terlelap dalam box mereka masing-masing. Setelah membenarkan gaya tidur ke duanya yang bagaikan jarum jam berputar. Vera kembali melangkah keluar, ingin memasak.
Kali ini tidak butuh waktu lama, hanya setengah jam Vera sudah menyiapkan makanan kesukaan sang suami. Selesai memasak, Vera melirik jam di dinding tepat pukul 06:00 pagi, sebelum menyiapkan keperluan sang suami Vera terlebih dulu melangkah masuk ke dalam ruangan nge-gym yang memang sudah ada sejak dulu.
__ADS_1
Jadi Vera tidak heran kenapa suaminya itu memiliki tubuh ideal dan sixpack, dada yang bidang dan liat, juga seperti kotak pada bagian perut nya, yang sering di sebut orang roti sobek.
Karna kedua anaknya saat ini sudah tidak terlalu menyita waktunya lagi, Vera berencana menurunkan kembali berat badannya, mengingat jika sang suami adalah seorang CEO yang sangat tampan, jadi Vera ingin menjadi pasangan yang serasi untuk Davvien.
Meski sudah tau jika sang suami setia dan juga bucin akut pada dirinya, namun tidak salahnya kan jika dia ingin menyenangkan hati suami.
Saat ini Vera sedang berlari kecil di atas treadmill, yang sudah dia kontrol dengan kecepatan sedang. Peluh sudah sangat membasahi dahi hingga ke tubuhnya.
Karna di yakini di sana tidak akan ada lelaki lain selain suaminya, Vera hanya menggunakan baju tantop dan celana ketat selutut. Vera terus berlari di tempat, tanpa di sadari ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan dirinya dengan tatapan kagum.
Tanpa menunggu lama, lelaki yang sedari berdiri di ambang pintu langsung melangkah masuk, tanpa aba-aba dia langsung menangkap tubuh berkeringat sang istri dari benda yang di sebut treadmill.
Vera sempat terperanjat kaget, refleks wanita itupun berteriak. "Ahhhh!" pekik Vera, dia langsung melihat orang yang memeluk nya, diapun merasa tenang karna dia adalah suaminya sendiri.
"Sayang, kapan kamu datang?" tanya Vera dengan nafas ngos-ngosan.
"Sedari tadi sayang!" jawab Davvien santai.
"Apa kamu ingin mandi?" tanya Vera lagi. Dan Davvien menggeleng.
"Aku juga mau olah raga!" timpal Davvien, diapun langsung membuka kimono tidurnya dan hanya menyisakan celana bokser ketat sepaha. Keduanya pun memang benar-benar olah raga, bukan raga yang di olah.
...----------------...
Kini Davvien sudah selesai mandi, tentu saja dengan sang istri. Tingkat kemanjaan Davvien kadang-kadang membuat Vera gemes. Bagaimana tidak, mulai dari mandi, mengeringkan rambut, memakai kemeja, bahkan sampai memakai kan dasi di urus oleh Vera.
Bukan ingin menjadikan Vera sebagai pelayan, tapi Davvien benar-benar suka jika di manjakan oleh Vera seperti itu, begitupun sebaliknya. Dia sama sekali tidak keberatan, karna dia tau itu adalah kewajiban nya sebagai seorang istri.
.
.
.
.
__ADS_1
~Bersambung.
Jangan lupa like, komen dan juga vote ya temen-temen.