Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Happy Anniversary.


__ADS_3

Malam hari, Vera sudah siap dengan gaun yang di berikan sang suami sudah melekat di tubuh nya, meski sudah berumur 29 tahun, namun wanita dua anak ini tetap masih memiliki badan yang indah.


Vera saat ini berdiri di depan cermin, dia melihat pantulan dirinya pada cermin yang terpasang pada meja rias bernuansa putih. Dia sudah siap dengan kalung berlian pemberian Davvien sudah bertengger di lehernya yang jenjang, dan juga anting yang ikut senada dengan kalung yang dia kenakan. Rambutnya di sanggul begitu rapi, Haigh hells juga sudah terpakai di kakinya yang putih juga mulus, tidak lupa, satu tas kecil menjadi berada dalam genggaman nya.


Senyuman terukir indah di bibir merah nya, kenangan  bersama sang suami melintas indah dalam pikirannya.


Davvien sosok yang sangat romantis, sangat sering memberikan kejutan, dan dinner dadakan seperti sekarang ini, tapi kali ini Vera bukan dadakan. Melainkan karna malam ini adalah malam wedding anniversary mereka yang ke delapan tahun.


Vera baru ingat, saat membaca pesan dari secarik kertas yang di selipkan dalam paper bag, yang di kirimkan suami bucin nya itu.


Saat asik mengamati dirinya di depan cermin, suara dering ponsel menghentikan aktivitas nya, tanpa sabar ibu dua anak ini langsung menyambar benda pipih yang memang berada di hadapannya.


Seulas senyuman kembali terbit dari bibir Vera ketika melihat nama si penelpon yang tertera di layar ponselnya yang menyala.


"My Husband" itulah nama yang saat ini menghubungi dirinya, tanpa ragu, Vera langsung menjawab panggilan telepon dari sang suami.


"Halo, Mas!" ucap Vera, dia sudah hafal dengan situasi seperti ini, karna setiap tahun nya mereka selalu membuat momen seperti sekarang ini, mengukir kisah, seolah keduanya masih remaja yang baru di mabuk cinta.


"Iya, sayang! aku sudah di depan rumah mu!" tukas Davvien dari balik sambungan telpon.


"Hem baiklah! aku akan turun!" timpal Vera malu-malu.


Panggilan telepon pun terputus, Vera kan bergegas keluar dari dalam kamar, dia melihat si kembar sudah berdiri tepat di hadapannya. Keduanya pun tersenyum sambil membuat ibu jari dan juga telunjuk berbentuk huruf O. Vera paham, jika yang di maksud anak-anak nya itu oke, sangat cantik.


Syakir dan Syakira memang sudah paham, karna memang setiap tahunnya, Papa mereka selalu memberi kejutan untuk sang Mama dan mengajak nya dinner berdua di hari anniversary pernikahan mereka.


Vera hanya tersenyum malu, kemudian putra dan putrinya pun memegang tangan sang mama dan menuntun Vera menuruni tangga satu persatu hingga mereka sampai di ambang pintu.


Ketiganya sudah melihat sosok lelaki gagah dan memiliki postur tubuh yang masih tegap di umur nya yang sudah memasuki 36 tahun.


Kedua sudut bibir Davvien langsung terangkat ke atas, saat melihat bidadari nya berjalan mendekati dirinya.


"You are so beautiful, honey! really very charming!" puji Davvien langsung menarik pinggang sang istri masuk ke dalam pelukannya.


Dengan malu-malu Vera memukul lengan sang suami, persis seperti anak ABG yang baru di mabuk cinta.

__ADS_1


Ke dua anaknya hanya bisa tersenyum, Davvien beralih melihat keduanya.


"Papa bawa Mama kalian sebentar ya, sayang!" ucap Davvien kepada si kembar.


"Oke, Pa! jaga Mama dan buatlah malaikat tak bersayap kami ini bahagia!" jawab Syakir yang mendapat anggukan dari adiknya, Syakira.


"Sure, boys!" imbuh Davvien menyetujui.


"Kalian berdua di antar ke rumah Nenek dan Oma ya, sayang!" ujar Vera kepada keduanya.


"Baik, Ma!" timpal mereka berdua lagi.


Vera berjongkok untuk mencium keduanya, kemudian diapun masuk ke dalam mobil yang sudah di persilahkan oleh sang suami.


Setelah itu, Davvien langsung menancap gas, meninggalkan kedua anak nya yang tersenyum melihat kedua orang tuanya selalu rukun dan bahagia.


Tiga puluh menit, Davvien memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran. Memang, setiap ulang tahun pernikahan mereka, Davvien selalu membawa Vera ke taman, karna memang dirinya sangat suka dengan taman bunga.


Tapi kali ini, Davvien membawa Vera ke tempat yang berbeda dari biasanya, sebuah restoran berlantai tiga, Davvien menyewa tempat itu hanya untuk mereka berdua saja, karna Davvein tidak ingin orang lain mengganggu acara mereka saat ini.


Davvien perlahan menuntun Vera untuk bisa sampai ke ruangan tujuan nya. Vera melewati lantai pertama terasa sepi, dia tidak bisa melihat, karna sang suami menutupi matanya menggunakan kain. Lift terbuka, Vera kembali merasa Davvien menuntun dirinya untuk berjalan.


Davvien tidak menjawab pertanyaan sang istri, dia hanya tersenyum, lalu mencium tangan lembut sang istri.


Pintu lift kembali terbuka, dan mereka kembali melangkah. Vera masih merasa begitu sepi, langkah nya terhenti tatkala Davvien tidak lagi menuntun nya untuk berjalan.


Di rasanya Davvien sedang membuka kain yang menempel di kedua mata nya, perlahan Vera membuka dua manik indah yang berbulu lentik itu.


Remang-remang Vera melihat tempat di hadapan nya hingga penglihatan begitu jelas, memperlihatkan betapa indahnya ruangan yang di sulap begitu menakjubkan.


Keduanya saat ini berada di lantai tiga, Davvien mengadakan makan malam nya di balkon restoran tersebut, tempat yang begitu transparan hingga dapat memperlihat kan keindahan kota dari atas, tempat mereka berada.


Satu meja bulat dengan di apit dua kursi, makanan terlezat sudah tersaji di atas nya, lampu kelap-kelip sengaja di gantung di sekeliling mereka. Dari arah sudut tempat itu, Vera dapat melihat lampu yang membentuk beberapa huruf. "Happy Anniversary"


Vera membekap mulutnya karna rasa takjub atas apa yang telah di berikan oleh suaminya tercinta.

__ADS_1


"Sayang, ini semua kamu yang siapkan?" tanya Vera dengan rasa takjub dan kagum terhadap apa yang di persembahkan oleh sang suami.


"Apa kamu suka?" tanya Davvien, dia kembali merangkul pinggang sang istri, dan mendudukkan Vera pada salah satu kursi yang ada di meja bulat tersebut.


Setelah itu, ayah dua anak ini langsung berjongkok tepat di hadapan Vera. Meraih tangan lembut sang istri lalu menggenggam nya.


"Happy Anniversary my beloved wife!" ucap Davvien lalu mencium punggung tangan Vera.


"Happy Anniversary, suami hebat ku!" balas Vera.


Davvien langsung bangkit dan menyambar bibir ranum Vera, keduanya menikmati ciuman di depan pancaran lampu yang terus berkelap-kelip menjadi saksi keromantisan mereka yang tidak pernah luntur.


Davvien menyelesaikan ciuman mereka, keduanya pun langsung menyantap makan malam romantis yang suami tercinta nya siapkan, di temani angin sepoi-sepoi menambah kesan keromantisan mereka.


Tak lupa juga alunan musik yang akan menghanyut dan menenggelamkan mereka dalam perasaan bahagia, yang mereka rasakan, hingga keduanya berdansa mengikuti suara indah dari biola yang di mainkan oleh dua orang yang sengaja di sewa oleh Davvien.


Keduanya menyudahi dansa yang sangat romantis saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Davvein langsung mengajak pulang istri tercinta.


Tapi jangan salah, Davvien tidak membawa Vera pulang ke rumah, akan tetapi suami tampan nya itu telah menyewa hotel untuk mereka bermalam, menghabiskan kebersamaan mereka tanpa ada orang yang mengganggu.


"Sayang, aku ingin membuat adik untuk Syakira!" bisik Davvien dengan suara yang sudah serak, menahan sesuatu.


Keduanya saat ini sudah dalam keadaan tidak menggunakan baju di atas tempat tidur.


"Lakukan, sayang! tapi jika belum di berikan jangan bersedih!" jawab Vera, tangan nya terulur mengelus rahang keras sang suami.


Davvien hanya tersenyum, dia langsung menggempur sang istri yang sudah sangat siap dia gagahi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2