Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Bertemu Elsa


__ADS_3

Ruangan yang di penuhi orang yang lumayan banyak, para tamu baik dari kalangan atas maupun biasa, semua mata tertuju pada tamu yang kini sedang melangkah masuk tak terkecuali Tn.Dion, Riki, Aldi, Tania dan Intan, ya tertentu nya Elsa juga tidak lepas dari pemandangan di depan nya saat ini.


Para tamu yang tau siapa sedang melangkah masuk kebanyakan dari mereka mengabadikan momen kali ini, banyak dari mereka yang mengarahkan kamera pada ke tiga tamu yang sedang melewati mereka.


Dengan wajah yang tegas dan tentunya dengan ketampanan yang selalu membuat para wanita tergila-gila, Davvien melangkah masuk dengan begitu gagah, terlebih dia menggandeng seorang wanita yang begitu terlihat cantik, anggun, dengan penampilan yang simpel namun terlihat sangat elegan, di ikuti oleh Fero juga terlihat begitu tampan cool dan tentu nya dingin.


Para tamu seolah tidak berkedip melihat ketampanan Davvien, tapi yang lebih membuat mereka tak percaya karna seorang Davvien Wilmar yang terkenal dingin dan tidak pernah di gosip dekat dengan wanita manapun kini malah menggandeng seorang wanita cantik yang terlihat begitu cocok berada di samping Davvien, ada juga di antara mereka yang mengagumi ketampanan Fero.


Bisik-bisik para tamu mulai terdengar, cahaya dari senter kamera pun kini memenuhi ruangan tersebut, seakan mereka tidak ingin ketinggalan berita apa yang mereka lihat saat ini, meski pun banyak dari kaum wanita yang terlihat kecewa, tapi mereka tetap tidak ingin terlewatkan apa yang ada di hadapan mereka.


Davvien dan Fero berjalan dengan santai tanpa perduli deret kamera yang sudah di arahkan ke pada mereka, karna bagi Davvien hal seperti ini sudah biasa mereka rasakan, berbeda dengan Vera, dia merasa tidak nyaman juga risih dengan tatapan-tatapan aneh para wanita, tapi tak sedikit dari para tamu mengagumi kecantikan nya yang begitu terlihat alami, mereka bahkan melontarkan satu kata untuk Davvien dan Vera "Cocok".


Mereka bertiga kini sudah sampai pada Tn.Dion, Davvien menjabat tangan Tn.Dion.


"Selamat ulang tahun Om"


Ucap Davvien dengan memperlihatkan sedikit senyuman nya.


Davvien tidak sadar kalau ada sepasang mata yang tidak pernah berkedip melihat nya, dari pertama Davvien masuk sampai saat ini dia berdiri tepat di hadapan orang tersebut.


"Terima kasih nak, Om kira kamu tidak akan datang"


Fero pun mengucapkan selamat untuk Tn,Dion.


Davvien memegang tangan istrinya lalu memperkenalkan pada papa sahabat nya.


"Dan kenalkan Om ini Vera istri Davvien"


Deg,,,,deg,,,deg,,,,,


Seolah tersayat Elsa mendengar apa yang baru saja di lontarkan Davvien, sedari Davvien masuk Elsa sudah sangat panas melihat Davvien menggandeng seorang wanita, rasa penyesalan kembali datang di dalam hatinya, andai dia bisa menjaga dirinya mungkin saat ini dia yang sedang di perkenalkan sebagai istri dari tuan Davvien Wilmar.


"Saya Vera om, selamat ulang tahun Om, semoga di beri ke kesehatan dan umur yang panjang, maaf bila kami terlambat"


Ucap Vera mengulurkan tangan nya kepada Tn.Dion, dengan senyuman yang begitu manis.


"Terima kasih nak, wah Vien kau memang pandai memilih istri, dia begitu cantik dan juga terlihat sangat baik"


Vera tersipu, dia pun bergabung dengan para sahabat nya.


Tn.Dion pamit untuk menemui rekan bisnis nya.


Davvien tersenyum, dia merasa senang saat istrinya mendapat pujian, tatapan matanya tak lepas dari sang istri, hingga suara seseorang mengalihkan perhatian nya.


"Apa kabar mu Vien"

__ADS_1


Elsa mengulurkan tangan nya kepada Davvien, dengan cepat Davvien melihat suara yang sangat di kenali nya, dan benar saja dia adalah orang yang dulu pernah hinggap lalu mencabik-cabik hatinya.


Davvien hanya diam, dia bahkan hanya menganggap ucapan Elsa bak angin lewat, Davvien sama sekali tidak tertarik pada Elsa, apa lagi melihat perubahan Elsa membuat Davvien semakin ilfil akan sosok yang bahkan telah dia lupakan jauh sebelum Vera hadir dalam hidupnya.


Sedang kan Fero, Riki, dan Aldi kini sangat gelisah, mereka takut jika Davvien akan kembali terpuruk seperti dulu.


"Apa kamu juga tidak mengenali ku seperti Riki dan Aldi"


Ucap Elsa lagi masih menampakkan senyuman nya, Vera merasa heran karna suaminya terlihat menjadi dingin dak seperti menahan sesuatu, dia pun melangkah mendekati Davvien di elus nya lengan suaminya, Davvien menatap Vera, dia pun memegang tangan Vera lalu tersenyum manis pada Vera.


Karna tidak ada balasan dari Davvien, Elsa pun mengalihkan tangan nya kepada Fero.


"Hai Fero apa kabar, apa kau tidak mengenali ku, aku Elsa teman kalian dulu"


Deg,,,deg,,,deg,,,


Kali ini bukan Davvien yang terkejut, melainkan Vera, dia ingat Elsa adalah matan suaminya yang sangat di cintai oleh Davvien, Vera mulai paham dengan kekhawatiran Davvien selama ini, berarti dia sudah tau kalau mantan nya kini sudah kembali, namun Vera percaya kepada Davvien, mengingat suaminya memohon padanya agar tidak meninggal kan dirinya.


Fero membalas uluran tangan Elsa, dia pun tersenyum canggung.


"Tentu aku mengenali mu nona Elsa, dan apa kabarmu"


Tanya Fero berbasa-basi, Elsa tetap memperlihatkan senyuman meski hatinya sudah sangat hancur, rasa percaya diri nya seketika hancur melebur, rencana nya datang ke pesta supaya Davvien kaget melihat nya malah sekarang dirinya yang di kejutkan dengan pernikahan Davvien.


"Aku baik"


Ucap Fero sedikit memancing, dia penasaran sudah berapa tahun Elsa menghilang dan malam ini dia berdiri di depan mereka bahkan dengan penampilan yang sangat berbeda.


Intan merasa sakit, Fero terlihat akrab dengan wanita modis seperti Elsa, dia bisa menyimpulkan jika Fero juga sama dengan lelaki lain, hanya memandang penampilan.


"Aku baru kembali dari luar negri melanjutkan pendidikan ku, papa lagi kurang sehat, makanya aku yang datang ke sini mewakili nya"


Fero hanya mengangguk, tidak ada percakapan lagi setelah itu.


Tatapan Elsa kembali ke pada Davvien dan Vera, matanya turun pada tangan Vera yang memegang lengan Davvien, merasa di perhatikan Vera merasa tidak enak, dia pun mengendurkan tangan nya dan hendak melepaskan, tapi Davvien menahan nya, dia menatap Vera lalu menggeleng kan kepala, mengisyaratkan jangan di lepas.


Tanpa berbicara apapun Davvien membawa istrinya untuk duduk di kursi karna dia tidak ingin membuat sang istri lelah.


Setelah mendudukkan Vera di bangku Davvien pun bertanya kepada Vera, sedangkan Vera hanya menatap Davvien.


"Sayang, kamu mau makanan apa biar aku ambil kan?"


"Sayang, apa kamu baik baik saja?"


Mendengar itu Davvien paham kalau istrinya sedang mencemaskan dirinya.

__ADS_1


"Hei, memang aku kenapa aku baik-baik saja jangan berfikir macam macam, dan ingat hatiku hanya untuk mu, bukan kah kita sudah pernah membahas masalah ini"


Davvien mencium tangan sang istri, Vera pun merasa lega, dia percaya kalau Davvien orang yang berkomitmen.


Sedangkan di tempat yang di tinggalkan Davvien, Aldi pun mengajak Tania pergi mengambil makanan begitu pun dengan Riki dan Rani, tinggal lah Fero, Intan dan Elsa.


Tatapan Elsa tidak pernah lepas dari Davvien dan Vera, dia mengepalkan tangan nya, tidak. Dia tidak rela jika Davvien bersama dengan wanita lain, dia pun pergi dari sana dan melangkah dengan alasan mengambil minum.


Tinggal lah dua orang jomblo dengan berdiri canggung, Fero melihat pada Intan yang sama sekali tidak melirik ke arah nya, dari sejak dia masuk tatapan Fero sudah teralihkan pada Intan, namun dia hanya melihat sekilas karna tidak ingin Intan tau.


Kini mereka sama sama canggung, Fero melihat Intan dengan tatapan yang penuh arti, orang yang kini berdiri tidak jauh dari nya terlihat bukan Intan yang dia kenal, dengan penampilan yang berbeda dan juga tingkah nya yang sangat berbeda, biasanya Intan akan menatapnya tanpa berkedip, tapi saat ini wanita itu bahkan tidak melirik nya, atau dia tidak menganggap kalau Fero berada di sana.


Fero ingin menyapa tapi dia bingung memulai dari mana, hingg seorang pria yang juga bertubuh gagah dan wajah yang tampan mendekati Intan, pria tersebut sudah mengagumi Intan sedari Intan masuk, penampilan Intan telah menyita perhatian nya, dia pun membawa dua gelas minuman di tangan nya.


"Mau minuman nya cantik?"


Orang tersebut menyodorkan gelas berisi sirup kepada Intan, Intan hanya tersenyum canggung, dia pun mengambil gelas dan meminumnya, sebenarnya sedari tadi Intan sudah sangat gelisah hatinya berdetak tidak karuan karna Fero berdiri tidak jauh darinya namun dia berusaha agar terlihat biasa saja.


"Perkenalkan kan namaku Bagas"


Bagas mengulurkan tangannya, Intan pun membalas.


"Intan"


Fero yang berada di sana merasa risih, ntah kenapa hatinya menjadi panas, melihat tingkah Intan yang seakan menjauhinya dan kini malah berkenalan dengan pria lain, Fero hendak melangkah mendekati Intan, namun salah seorang datang menemui nya.


"Selamat malam pak Fero, apa kabar"


Fero mengurungkan niatnya, diapun berbincang dengan rekan bisnis dari Davvien, namun matanya tak lepas dari pada Intan dan Bagas.


Bagas mengajak Intan untuk duduk di kursi bermeja bundar, Intan pun mengangguk, sebenarnya Intan merasa tidak nyaman, namun karna ingin cepat cepat jauh dari Fero dia pun mengikuti Bagas.


...----------------...


Tak berapa lama setelah itu, acara pun di mulai.


Semua sudah berkumpul di tengah ruangan, Riki membawakan kue ulang tahun yang sangat besar ke hadapan sang papa.


Acara tiup lilin dan potong kue pun berjalan dengan lancar, Riki memeluk sang papa dengan begitu erat.


"Selamat ulang tahun pa, terima kasih selama ini sudah menjadi papa sekaligus ibu buat Riki, papa selalu mengerti Riki, tetap lah seperti ini pa, semoga papa sehat dan bahagia selalu, maaf jika Riki kadang tidak mendengar omongan papa dan menjadi anak yang pembangkang"


"Kau adalah kebanggaan papa Riki, kau juga anak yang sangat patuh, papa bersyukur mendapatkan anak seperti kamu"


"Pa, di waktu ini, di malam yang bahagia ini dan di depan semua orang yang ada di sini, Riki meminta restu papa untuk melamar gadis yang Riki cintai"

__ADS_1


Semua terkejut mendengar perkataan Riki, tak terkecuali Rani, Vera, Tania dan Intan, juga kedua sahabat Riki Aldi dan Fero.


~Bersambung


__ADS_2