
...Hidup terkadang memang banyak lika-liku, senang, sedih, sayang, dan juga benci rasa itu datang bergantian, mereka seolah telah sepakat siapa yang duluan hadir dan di susul siapa....
...Benar kata orang, sesuatu akan lebih berharga di saat yang tidak kita anggap telah pergi dari kehidupan kita....
...Maka dari itu, coba lah untuk menerima dan menghargai apa yang sudah kita miliki, karna kita tidak akan tahu kapan dia pergi dan kita berharap nya untuk kembali....
...Kadang ada saat nya dimana kau menunggu dan yang kau tunggu tidak akan pernah datang kembali, selagi ada hargai lah....
...----------------...
Vera dan Davvien sekarang sudah berada di dalam jet pribadi Davvien, Vera merasa sangat lelah karna dia harus bolak balik dari kota ke kota, terlebih dia jenuh dengan sikap Davvien yang bergelayut manja pada dirinya.
Davvien bagaikan anak kecil yang sangat manja pada ibunya, yang seharusnya Vera bersandar di pundak Davvien, ini malah kebalikannya, Davvien bersandar pada Vera dengan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Vera, Davvien terus saja lengket di lengan Vera.
"Katakan kenapa kau pergi heumm" tanya Davvien lembut juga manja.
"Tuan tidak menghiraukan aku, untuk apa aku di sana memang apa beda nya aku di rumah atau tidak, tuan kan tidak membutuhkan ak,,,"
"Iisssssttttttt ...!" Davvien meletakkan telunjuk nya tepat di mulut Vera.
"Jangan bilang seperti itu, maaf kan aku jika beberapa hari ini aku mengabaikan mu, itu karna aku tidak ingin kau dekat apa lagi di sentuh pria lain, kau adalah milikku" Ucap Davvien lalu mengecup kening Vera dengan begitu lama, Davvien memejamkan matanya sambil menempelkan bibir nya di kening Vera.
Hati Vera terasa menghangat saat Davvien berbicara lembut dan mencium kepalanya, Vera sudah gelisah, tidak bisa tenang dengan keadaan seperti ini, ingin rasanya cepat-cepat sampai karna sudah tidak tahan dengan tingkah Davvien.
Davvien melepaskan ciuman nya di kening Vera, lalu membawa Vera ke dalam pelukannya.
"Jangan lakukan lagi ya" Ntah kenapa Vera dengan patuh menganggukkan kepalanya.
...----------------...
Sekarang mereka sudah sampai di rumah, Davvien langsung membawa Vera ka dalam kamar.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Davvien dan mendapat gelengan dari Vera.
"Kapan terakhir kamu makan?''
"Semalam"
"Lain kali jangan lupakan sarapan mu, aku tidak akan mau tau apa pun alasannya" Vera hanya mengangguk pasrah, tidak ingin menjawab, karna ada yang sedang dia tenangkan saat ini, yaitu hati nya yang terus meronta-ronta.
Davvien memanggil pelayan untuk membawakan makanan untuk istrinya itu.
"Makan ya" Ucap Davvien ingin menyuapi Vera setelah makanan di hantarkan oleh pelayan.
Vera ingin menolak dia ingin memakan sendiri tapi Davvien tidak membiarkan nya, dia menyuapi Vera dengan begitu telaten.
__ADS_1
"Tuan sudah makan?"
"Kau saja dulu"
"Kenapa begitu kan tuan juga punya perut jadi butuh untuk di isi juga, sini" Vera mengambil sendok dari tangan Davvien, mengambil nasi dan juga lauknya ingin menyodorkan ke mulut Davvien, tapi dia tersadar kalau sendok yang di berikan pada Davvien adalah sendok yang baru saja masuk ke dalam mulutnya, mana mungkin Davvien akan sudi memakan bekas mulut nya. pikir Vera.
Tapi perkiraan Vera salah, seperti tau yang di pikirkan istrinya Davvien langsung memakan makanan yang sudah berada di hadapan nya.
Vera terbelalak melihat Davvien dengan lahap nya makan dari suapan yang di berikan nya, sesaat wajah Vera langsung berubah merah. Mereka akhirnya makan satu piring berdua dan satu sendok berdua.
Setelah makan, Davvien menyimpan piring berisi makanan tadi yang kini sudah tandas di atas meja, dia pun kembali duduk di dekat Vera.
Davvien memegang tang Vera, lalu di cium nya kembali kepala Vera.
"Jangan tinggalkan aku" Kata-kata Davvien seolah menghipnotis Vera, dia hanya pasrah saat Davvien menariknya ke dalam pelukan hangat Davvien.
"Tuan"
"Ada apa" jawab Davvien, diapun melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Vera.
"Ak,,,"
"Tunggu, aku akan memberimu kesempatan bicara kalau kau mengubah panggilan mu, kau bukan pelayan ku kau adalah istriku, panggil aku dengan sebutan lain"
"Sebutan lain, apa itu" Tanya Vera bingung, dia sudah terbiasa memanggil Davvien dengan sebutan tuan.
"Tapi aku terbiasa memanggil mu dengan sebutan tuan"
"Maka ubah lah" Davvien kembali menarik Vera ke dalam pelukan nya.
"Apa tuan, maksud saya mas Dav vien telah memaafkan saya?" tanya Vera terbata-bata.
Davvien tidak menjawab, dia hanya menatap Vera, lalu memajukan wajah nya. Vera semakin gugup saat Davvien mendekatkan kan wajah mereka hingga tinggal ruang beberapa senti anta wajah Davvien dan Vera.
Davvien perlahan mengecup bibir merah muda yang sangat menggoda nya, Vera tidak membalas juga tidak menolak, Davvien terus melakukan aksi nya mel***t bibir mungil Vera.
Saat ciuman terus berlanjut dan Davvien merasa kalau Vera menikmati permainan nya, Davvien bangkit.
"Apa aku boleh melakukan nya?" Tanya Davvien dengan suara berat, dan tatapannya sudah sangat sayu. Sedangkan yang di tanya langsung panik.
"Ba-bagaimana ini aku takut, tapi aku juga tidak bisa menolak nya karna dia punya hak, duhhh sakit nggak ya?"
Batin Vera, dia mendadak diam.
"Apa aku boleh melakukan nya?" tanya Davvien kembali saat di lihat nya Vera tidak memberi respon, Vera terasa terpesona dia tidak bisa menolak lagi, karna dia juga menikmati sentuhan suaminya itu.
__ADS_1
Dengan perasaan takut pun Vera mengangguk, Davvien tersenyum dia langsung menjalan kan tugasnya, menanggalkan semua pakaian mereka, Vera merasa malu dia manarik selimut namun di tahan oleh Davvien.
"Aku malu" ungkap Vera dengan suara kecil, namun dapat di dengar oleh Davvien.
"Untuk apa malu, aku suamimu" tanya Davvien lagi, kemudian mencium kening Vera lalu turun di ke dua mata Vera, setelah nya turun pada bibir Vera dan turun turun.
Melihat Vera sudah menggeliat hebat di bawah nya, Davvien hendak melakukan nya sesuatu yang sudah lama di tahan nya.
Tapi dia kembali melihat wajah Vera yang tampak tegang.
"Apa kamu belum siap, apa kamu tidak rela jika aku menyentuh mu?" tanya Davvien, yang menghentikan aktivitas nya.
"Kalau begitu aku akan menunggu sampai kamu siap" Dengan rasa kecewanya Davvien hendak bangun, tapi tangan nya di tahan oleh Vera.
"Jangan marah, bukan aku tidak rela tapi aku merasa takut, apakah akan sakit" Jujur Vera, karna dia memang sangat ketakutan, karna pernah dengar kalau itu akan sakit bagi yang permulaan.
"Pertama agak sedikit sakit, tapi nanti akan hilang sakitnya, Kalau kamu merasa belum siap aku tidak akan melakukan nya"
Mendengar itu, Vera akhirnya pasrah mau sampai kapan dia terus menahan jatah suaminya itu.
"Lakukan lah" tukas Vera dengan suara pelan dan wajah yang bersumbu merah.
"Apa kau yakin?" Tanya Davvien memastikan kalau Vera memang sudah siap, dan Vera hanya mengangguk.
"Aku akan melakukan secara pelan" Davvien mencium mata dan seluruh wajah Vera supaya istrinya terasa lebih tenang dan tidak tegang.
Dan terjadi lah apa yang seharusnya terjadi saat malam pertama, yap malam pertama bagi pengantin baru, tapi siang pertama bagi pengantin Davvien dan Vera.
Terasa mengalir hangat di bawah, Davvien begitu senang melihat darah PW istrinya, itu artinya Vera mampu menjaga kesucian nya
"Terima kasih sayang"
Davvien membawa Vera ke dalam pelukan nya, mengecup berkali-kali wajah Vera, rasa bahagianya tidak dapat di utarakan.
Vera menenggelamkan wajahnya di dada Davvien, dia merasa sangat malu saat mengingat kejadian yang memakan waktu dua jam lamanya.
"Aku janji sayang, kalau aku akan selalu menjagamu akan membuat mu bahagia, tidak akan ku biarkan air mata menetes dari mata indah mu terkecuali air mata bahagia" Davvien terus berujar panjang lebar, sekarang mereka jadi terbalik Vera yang kebanyakan diam dan Davvien yang terlalu banyak bicara.
Davvien melihat pada Vera karna tidak ada respon apapun dari wanita yang ada dalam pelukan nya, saat di pastikan ternyata Vera sudah tertidur, Davvien tersenyum dia berasa bicara sendiri.
"Tidur lah sayang, kamu pasti lelah" Davvien kembali mencium puncak kepala Vera.
~Bersambung
Aku udah up lagi loh, dan juga panjang. mana dukungannya like nya komen nya dan juga vote nya mana, sekarang giliran aku yang nunggu dukungan kalian.
__ADS_1
Makasih untuk yang setia menunggu dan membaca karya recehan saya.
Salam sayang ku untuk kalian😘😘.