Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Riko dan Lisa menjadi suami istri.


__ADS_3

Seseorang juga sedang menatap ke luar di jendela mobilnya.


Dia duduk di bangku belakang dengan sopir yang membawa mobil milik nya ke apartemen yang di tinggali calon istri nya itu.


Hati dan pikiran nya sedang tidak bersahabat, hati terus menolah untuk menikahi wanita yang sudah dia gauli, tapi pikiran waras nya masih bekerja dengan baik, dia bukan lah lelaki yang tidak tau cara mempertanggung jawabkan semua kesalahannya.


Dia juga memikirkan nasib anak dalam kandungan Lisa, bagaimana pun itu juga darah dagingnya.


"Hari ini aku akan menikah, mengambil sesuatu yang akan menjadi tanggung jawab ku seumur hidupku, ntah aku akan bahagia dengan keputusan ku ini atau ini akan menjadi sebuah siksaan batin untuk ku karna menikah dengan wanita yang tidak aku cintai, tapi aku tidak memikirkan itu, asalkan aku tidak menyesal di kemudian hari karna menelantarkan anak ku sendiri!" Riko membatin, dia pun mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.


Riko membuka galeri di ponsel miliknya itu melihat gambar mantan kekasih nya yang senagaja dia simpan untuk mengobati rasa rindu yang kadang menggerogoti relung hati nya.


Dia pun menatap dan mengusap gambar wajah pada layar ponsel tersebut.


"Tidak ku sangka jalan cerita kita akan berakhir seperti ini Vera, aku masih sangat mencintai mu, bahkan tiada hari tanpa memikirkan dirimu, tapi aku tau! rasa itu hanya akan menyakiti ku, berlarut-larut dalam kesedihan dan rasa rindu yang tak kan ada obatnya hanya membuat ku frustasi dan terpuruk!" Batin Riko.


"Aku tau kamu sudah bahagia bersama dengan nya, aku juga bahagia karna kamu mendapatkan suami yang sangat mencintai mu, dan aku akan pergi, akan ku coba untuk membuang semua rasa untuk mu, bukan karna marah tapi ini semua untuk masa depan anak ku, aku akan mencoba membuka hatiku untuk Lisa, namun sampai kapan aku akan bisa mencintai nya, aku tidak tau!" lanjut batin Riko menjerit.


Dia sudah memutuskan untuk melupakan seberkas rasa cinta untuk Vera, dan mencoba memberi ruang untuk wanita yang sedang mengandung darah dagingnya.


Dengan berat hati Riko menghapus beberapa gambar Vera, hingga pada gambar yang terakhir, jari Riko terasa tertahan, otot jarinya langsung melemah, tidak mampu lagi untuk menghapus gambar tersebut.


Dan akhirnya pun, Riko menyisakan satu gambar dirinya dan Vera, terlihat di sana Vera tersenyum begitu merekah.


Tak terasa mobil yang membawanya sudah terparkir di basemen apartemen, Riko turun, masuk ke dalam lift untuk sampai ke apartemen nya.


Ting...


Pintu lift terbuka, saat dia keluar bersamaan dengan dua MUA yang merias Lisa.

__ADS_1


"Apa dia sudah siap?" tanya Riko.


"Sudah Tuan!" jawab mereka.


"Bagus lah, kalian boleh pulang!" Riko langsung melangkah masuk ke dalam dan mendekati kamar Lisa.


Namun saat hendak memutar handle pintu, Riko menghentikan nya karna mendengar Lisa berbicara dari dalam sana.


Bak tersambar petir hatinya terasa terenyuh mendengar perkataan Lisa, dia sadar, Lisa sangat tulus mencintai dirinya, dia juga sadar selama ini Lisa mengandung tanpa ada orang yang mendampingi nya.


Apa lagi saat mendengar anak nya ingin di usap oleh sang ayah, rasanya Riko menjadi lelaki paling jahat selama ini.


Tak tahan mendengar semuanya, Riko langsung mendorong daun pintu yang tidak terkunci, terlihat lah Lisa yang duduk di depan jendela yang kini mengarahkan pandangan kepada nya.


"Tuan!" panggil Lisa merasa terkejut, diapun langsung berdiri.


Riko tidak menjawab, dia hanya melangkah mendekati Lisa, saat sampai dengan jarak yang cukup dekat dengan Lisa, dengan gemetar dia mengangkat tangan nya dan mengusap perut Lisa.


Riko tersentak saat merasakan balasan seperti tendangan dari dalam perut Lisa.


"Apakah dia selalu menendang seperti ini?" tanya Riko kepada Lisa.


Dengan deraian air mata, Lisa mengangguk, sedikit tidak menyangka dengan apa yang di lakukan Riko terhadap nya.


"Tapi kali ini tendangan nya sangat keras, mungkin dia tau jika yang memegang saat ini adalah ayah nya!" jawab Lisa.


Riko langsung membawa Lisa ke dalam pelukan nya, Riko sungguh tersentuh dengan semua ini, kali ini tekad nya sudah cukup besar, Riko akan berusaha membangun rumah tangga yang bahagia dengan Lisa.


...----------------...

__ADS_1


Mobil mereka kini memasuki parkiran kantor KUA tempat mereka melangsungkan akad nikah.


Tidak banyak orang yang menghadiri pernikahan mereka, hanya ayah dari Riko dan beberapa teman nya.


Mama dari Riko tidak turut hadir, itu membuat Lisa merasa sedih, karna dia tau mama mertua nya tidak begitu menyukai pernikahan ini.


Sedangkan dari keluarga Lisa memang seorang pun tidak hadir, karna Lisa sudah di tinggal oleh kedua orang tuanya sejak dia remaja.


Acara pun di mulai, seperti biasa, mulai dari pembacaan Al-Qur'an, akad nikah, hingga mendatangi buku pernikahan mereka


"Selamat ya Nak, Papa harap kamu menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga mu!" ucap Papa dari Riko.


"Maafkan Mama yang tidak hadir, percaya lah, Mama hanya memerlukan waktu untuk menerima semuanya!" lanjutnya lagi memberi semangat untuk Riko dan Lisa.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa like, komen dan voucher vote.

__ADS_1


Oh ya, siapa yang setuju jika kisah Riko dan Lisa aku buat terpisah?????


Komen, komen dan komen!!!!


__ADS_2