
Di rumah Vera, Riko masih setia menunggu Vera pulang,sudah satu jam Riko menunggu kedatangan vera tapi yang di tunggu masih belum juga terlihat
Akhir nya setelah lama menunggu dan Vera belum juga pulang tepat nya belum keluar dari dalam kamar,karna yang Riko tau nya Vera belum pulang
Riko beranjak dari duduk nya, Bi Aini yang melihat itu pun langsung bertanya,kebetulan Bi Aini melewati ruangan tamu
"Eh den mau kemana?"tanya Bi Aini
"Riko mau balik dulu Bi,nanti kalau Vera pulang bilang saya mencari nya"Riko sudah berdiri dan hendak melangkah,pikiran nya kacau
sudah beberapa hari dia tidak tau kabar Vera yang menghilang begitu saja
"Baik den,nanti Bibi sampaikan"Bi Aini tersenyum kepada Riko, Riko pun melangkah keluar dari rumah Vera menuju mobil nya
Vera yang sedari tadi gelisah antara turun atau tidak tiba tiba melihat Riko menuju mobil nya, Vera tersenyum sinis
"Baru satu jam kamu sudah bosan menunggu ku"yang jelas Riko saat ini benar benar serba salah di mata Vera,karna hati nya sedang terluka
Padahal dalam segi ini Vera juga salah,dia hanya diam tanpa bertanya lebih pasti kepada Riko,sehingga dia menyakiti dirinya sendiri dengan perasaan sakit dan penasaran nya
Tapi kita juga tidak boleh menyalah kan Vera sepenuh nya, bagaimana pun saat ini hanya Vera yang mengerti betapa sakit nya dia,sekian lama menjalin hubungan, Vera pun sangat mempercayai Riko tapi hasil nya Vera malah mendengar kabar tak enak dan melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa Riko jalan bersama seorang perempuan tanpa menemui nya setelah pulang dari luar kota,bukan kah Riko telah janji setelah pulang dari sana langsung menemui Vera,apa lagi kesibukan Riko selama ini dalam bekerja itu terkesan menghindari Vera,yang jelas saat dulu Vera berpikir positif untuk kali ini semua nya berubah menjadi salah paham,bukan tidak mau memperjelas kan pada Riko,cuma dia rasa ini belum saat nya dia masih belum siap dengan kenyataan yang ada, bukan lari dari kenyataan juga,cuma memerlukan waktu
Vera kembali teringat kepada perjodohan nya,dia pun masuk untuk menunaikan solat insya yang belum dia kerjakan
Setelah wudhu, Vera langsung menyambar mukena dan memakai nya,setelah itupun Vera solat
Setelah selesai vera memanjat kan doa
"Y**a allah kendalikan lah perasaan ku,berikan jiwa ini ketentraman,jika memang dia jodoh ku maka ikhlas kan hati hamba untuk menerima perjodohan ini"setelah selesai Vera langsung merebah kan tubuh nya,mencoba menghilangkan beban nya dengan memasuki alam mimpi
...----------------...
Malam berlalu hari pun menyapa,setelah selesai mengerjakan solat subuh, Vera berolah raga dia berlari lari di taman rumah nya
"Haaah rasa nya badan ku sakit sekali, sudah lama aku tidak berolah raga"Vera menduduki bangku yang ada di taman kecil itu
Lalu dia bangun dan melangkah kedapur,beban di hatinya sudah agak sedikit berkurang, Vera mulai memasak di bantu oleh Bi Aini pelayan rumah tangga
Hari ini adalah hari minggu dia berencana membeli bahan untuk membuat baju pernikahan nya
__ADS_1
Setelah selesai memasak, Vera dan Bi Aini langsung menata makanan di meja makan Vera berniat untuk membersihkan tubuhnya dulu sebelum makan dia pun langsung berjalan ke dalam kamar nya dan membersihkan diri
Setelah siap dia turun sudah terlihat Diwan di meja makan
"Pagi Dad"Vera mencium pipi Diwan saat sudah sampai di meja makan
"Pagi sayang,kamu mau kemana pagi pagi sudah rapi,ini kan hari libur"selidik Diwan melihat Vera sudah rapi
"VERA mau ke mall Dad ada beberapa barang yang harus Vera beli"jelas nya
Diwan hanya mengangguk sambil menyendokkan makanan ke dalam mulut nya
Setelah selesai makan Vera berpamitan pada Diwan
"Vera pergi ya Dad"berjalan menyalami Diwan
"Iya,kamu hati hati setelah selesai kamu langsung pulang"
"Iya Dad"Vera langsung berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil
Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah Vera
...----------------...
Berhubung hari ini hari libur setelah sarapan Davvien pergi ke ruang latihan nya,dia mengecek semua senjata nya
Davvien terus menembak ke sasaran nya, Davvien tersenyum melihat kemampuan nya dalam menembak semakin hebat
Tak lama kemudian Fero pun datang,dia juga melakukan hal yang sama dengan Davvien
Tiba tiba,sebuah pedang hampir menamcap di dada nya,dengan cepat Fero menghindar,tanpa banyak bicara Fero langsung mengambil pedang dan menancap nya balik ke arah Davvien,mereka pun bertarung
Pertarungan yang mereka buat sendiri pun masih berlanjut,terlihat belum ada tanda tanda kekalahan dari mereka,dua dua nya sama sama tangguh tapi sesaat kemudian Davvien menjatuhkan pedang milik Fero,dan langsung menancap kan pedang nya di leher Fero
"Heuh,ternyata kau masih harus banyak berlatih"ucap Davvien sambil menurunkan pedang nya
"Cih,kau saja yang curang,"Fero tidak terima dengan kekalahan nya
"Hey dodol,tidak ada kata curang karna menjatuhkan senjata lawan,kau saja yang lalai,masih tidak mau mengaku kalau aku ini hebat,heuh"ucap Davvien melotot ke arah Fero sambil tersenyum sinis
__ADS_1
"Baik lah baik lah,kau memang hebat"fe6ro memaksa kan senyuman di bibir nya
"Aku mau mandi,dan kau jangan menggangguku"lanjut nya lagi meninggal kan Davvien
"Hey itukan kalimat ku,sialan kau Fero"Davvien berlari mengejar Fero, Fero yang merasa dirinya di kejar pun langsung lari dari singa yang mengamuk itu
Pelayan yang melihat mereka bertingkah layak nya bocil pun hanya geleng geleng kepala,kadang majikan nya itu sangat kekanakan
Fero terus berlari dan masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar agar Davvien tidak dapat melepaskan pukulan maut nya di wajah Fero
Dor dor dor
Sambil terus berteriak Davvien mengedor pintu kamar Fero
Fero hanya berjalan masa bodoh,dia langsung masuk ke dalam kamar mandi
Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Fero tidak lagi mendengar Davvien mengetuk pintu kamar,pikirnya Davvien pasti telah pergi Fero berjalan ke arah pintu untuk memastikan
Ceklek
"Ahirnya kau keluar juga sialan"mata Fero langsung terbelalak melihat Davvien sudah memegang baju kaos Fero,rupanya Davvien hanya pura pura pergi untuk memancing Fero
Sungguh Davvien tidak akan melepaskan yang akan menjadi mangsa nya
"Berani berani nya kau bicara begitu pada ku,dan tidak menghiraukan panggilan ku,sudah berapa lama aku mengetuk pintu kamar mu"Davvien terus meremas baju kaos Fero tanpa membiarkan Fero bicara dan
Bughh...
satu tinjuan tepat mengenai wajah Fero, Davvien hendak melayangkan satu bogem mentah nya lagi,namun Fero berhasil menghindar,dia hanya bisa menghindar tanpa berniat melawan karna dia tau kalau Fero melawan maka perkelahian itu tidak akan berhenti
"Vien sorry,sudah hentikan wajah tampan ku bisa rusak"ucap Fero sambil terus menghindar
"Kau memerintah ku dodol"ucap Davvien yang mau melayang kan satu tinju lagi buat Fero tapi kali ini Fero menangkap bogem yang di berikan Davvien
"Sudah tuan,saya tidak memerintah,cuma memohon"Fero membuat mimik wajah nya memohon
Davvien menarik kasar tangan nya yang di genggam Fero dan menghempaskan kasar tubuh Fero dia pun berjalan meninggalkan Fero tanpa sepatah kata pun,tanpa rasa bersalah sedikit pun
"Huhhhhhhhhh ahir nya aku lolos juga dari siluman itu"ucap Fero menghapus darah yang ada di sudut bibir nya
__ADS_1
~Bersambung
Tinggal kan jejak