
Di sebuah ruangan yang tampak gelap, seorang pemuda berwajah datar, mata tajamnya menatap keluar dengan begitu sinis, seolah dia sedang bermusuhan dengan dunia, hingga dia mengurung dirinya sendiri di tempat yang gelap dan juga sunyi.
Tok ... Tok ... Tok .....
"Masuk!" ucap nya datar, setiap suara yang mengandung beban dan juga kemarahan yang tidak akan pernah usai.
Orang yang mengetuk pintu ruangan yang gelap itu masuk, setelah mendapatkan izin. Kemudian tanpa menunggu pemuda itu membalikkan badannya, dia langsung memberikan informasi yang dia dapatkan, tanpa melebih atau mengurangi nya.
"Davvien Wilmar baru saja membuka butik untuk sang istri. Anak-anak nya juga sudah berumur delapan tahun, meraka semua hidup bahagia. Ini mungkin menjadi akhir dari kisah hidup keluarga Wilmar, keluarga mereka sudah lengkap, setelah di karuniai sepasang anak kembar, dan juga asisten nya sudah mendapatkan momongan!" jelas orang yang berdiri di belakang lelaki tampan beraut dingin dan juga datar.
Setelah mendengar informasi dari orang kepercayaan nya, lelaki itu tampak meradang, amarah nya seketika memuncak. Menggenggam erat tangan nya hingga terlihat urat-urat hujau dari balik kulit putih nya itu.
__ADS_1
"Mereka hidup berbahagia di sana, keluarga mereka lengkap, malah bertambah. Tapi saya, saya di sini menderita, sudah bertahun-tahun saya ingin keluar dari keterpurukan ini, tapi lagi-lagi saya tidak bisa! Saat saya ingin keluar, tapi tetap saja tidak bisa! Seolah dunia ini menertawakan nasib saya!" ujar lelaki yang tampak begitu tertekan.
"Heuh! Jika kalian menganggap kisah ini sudah berakhir, maka kalian salah besar. Karna kisah ini bahkan baru di mulai ... Tunggu saja beberapa tahun lagi, sampai anak-anak nya dewasa! Baru lah aku akan berperan, akan ku buat mereka merasakan apa yang aku alami dulu. Yang menangis di pojokan saat melihat ayah tercinta di bakar di tempat kerja nya sendiri, dan merawat ibu yang sakit-sakitan karna shock atas meninggalnya ayah, hingga diapun ikut menyusul ayah, meninggalkan ku sendiri di sini dalam keterpurukan. Aku tidak tau kenapa ada manusia yang begitu kejam hingga membakar orang hidup-hidup. Bahkan ayah ku sama sekali tidak mempunyai masalah dengan kalian! tunggu lah saat nya! Akan ku takluk dunia, akan saya pastikan kalian semua akan menangis dan memohon kepada saya!" Lanjut lelaki berbola mata coklat itu.
Orang suruhan nya hanya bisa diam dan mendengarkan apa yang di ucapkan oleh tuan nya itu. Dia juga sudah merasa iba karna semenjak pemergian ayah dan bundanya, lelaki yang saat ini sedang berbicara memang mengurung dirinya di dalam ruangan gelap, tanpa cahaya Seluruh harta dan perusahaan nya di berikan kepada paman nya. Dia hanya mengawasi dari kejauhan saja.
"Tunggu tanggal main nya, maka kita akan berkenalan di kisah ku yang akan menghancurkan kebahagiaan keluarga Wilmar, tunggu saja pembalasan dendam ku, akan ku pastikan kalian menangis darah!" ujar lelaki itu lagi tersenyum sinis.
"Baik, saya paham tuan!" jawab orang suruhan itu. Setelah itupun dia melangkah keluar. Menutup kembali ruangan tanpa cahaya itu.
.
__ADS_1
.
.
.
Halo Reader ku tersayang ... Author kembali lagi nih dengan kisah yang lainnya.
Siapa ni yang penasaran dengan kisah si pria pendendam, mungkin kah dia yang akan merenggut kebahagiaan keluarga Wilmar setelah ini. Mungkin kah kesayangan keluarga Wilmar adalah tujuan utamanya?
Yang mau author buat kan kelanjutan kisah anak Davvien dan Vera, komen di bawah. Jangan lupa juga Like, dan Vote ya.
__ADS_1