
Masih di acara dan juga situasi yang sama, Vera terbelalak mendengar ungkapan Lisa.
"Aku tidak menikah dengan Tuan Riko!"
"Lalu anak ini...?" Akhirnya Vera pun bertanya karna rasa penasaran nya.
"Ini memang anak nya Tuan Riko!" jawab Lisa lagi-lagi membuat Vera kaget.
"Malam itu setelah tau anda memilih Tuan Davvien Tuan Riko frustasi, dia mabuk berat di sebuah bar, karna sudah terlalu mabuk, pemilik bar mengambil ponsel nya dan menelpon ku, aku merasa khawatir, dan menjemput nya, aku membawanya ke apartment ku, sampai nya di sana pun dirinya yang tidak sadar berfikir jika aku adalah dirimu dan terjadi kecelakaan yang membuat ku jadi seperti ini sekarang!" Lisa menceritakan semuanya, Vera menutup mulut menggunakan telapak tangan nya karna tidak menyangka Riko sampai terpuruk seperti itu.
"Maafkan aku Lisa, gara-gara aku, kamu yang jadi korbannya!" tukas Vera langsung memegang tangan Lisa.
Namun, Lisa menggeleng dan memegang balik kedua tangan Vera.
"Aku yang seharusnya minta maaf, jika aku tidak egois mungkin kalian sudah bahagia bersama!" Lisa dengan begitu cepat menyeka ucapan Vera.
"Sudah lah... semua sudah berlalu, dan kamu bisa lihat aku begitu bahagia sekarang dengan pernikahan ku!" ujar Vera dengan senyuman merekah di bibirnya.
"Hidup lah bahagia bersama nya!" lanjut Vera lagi, menginstruksi Lisa.
__ADS_1
"Itu han yang tidak mungkin, dia masih sangat mencintai mu!" jawab Lisa dengan wajah sendu.
"Kejar lah cinta nya, buat dia mencintai mu, aku rasa dia bukan lagi mencintai ku, tapi dia hanya terjebak dengan kenangan masa lalu, bagaimana pun kami bersama bukan lah waktu yang sebentar, bantu dia untuk keluar dari masa lalu nya itu!" ujar Vera memberi motivasi kepada Lisa, mengingat pengalaman nya menghadapi Davvien dulu, dari dia yang dingin dan kejam bisa berubah bucin kepada nya.
Berbeda dengan Lisa dan Vera yang sudah akur, pada waktu yang bersamaan, Riko dan Davvien sedang saling menyahuti.
"Saya tau, anda belum bisa melupakan istri saya, tapi saya mohon kendalikan diri anda, setidaknya ingat jika dia sudah punya suami!" tukas Davvien dengan begitu serius.
"Saya tau dia wanita yang sangat cantik, tapi bisa anda jaga mata anda?" lanjut nya lagi.
Riko hanya mendengar kan semua ucapan Davvien, belum sempat menyela sedikit pun.
"Kenapa anda semarah itu Tn.Wilmar, bahkan aku belum smpat ber sitatap dan saling menyapa, tapi sifat posesif anda sudah meronta-ronta ya!" jawab Riko yang semakin mengundang kemarahan Davvien.
"Itu karna apa yang telah menjadi milik saya tidak akan bisa di ambil oleh orang lain, bahkan melihat nya, karna saya tidak suka sesuatu yang berharga bagi saya di lihat dengan tatapan mengingini!" setelah mengatakan hal tersebut, Davvien melangkah masuk ke dalam tempat acara meninggalkan Riko yang terbungkam dengan seribu bahasa.
Riko melihat punggung Davvien yang berjalan meninggalkan dirinya dengan perasaan sakit.
Dia pun menyusul Davvien karna Lisa berada di dalam.
__ADS_1
Davvien langsung memeluk Vera dari belakang mencium puncak kepala sang istri, membuat Vera tersentak kaget.
"Sayang, kamu membuat ku kaget!" rengek Vera kepada sang suami nya itu.
"Maafkan aku sayang, apa kamu sudah selesai makan?" tanya Davvien kini mencium pipi Vera tanpa malu ada Lisa yang melihat apa yang yang sedang mereka lakukan.
Lisa yang merasa di abaikan di sana pun bangkit.
"Saya akan duduk kembali di meja saya!" pinta Lisa yang langsung mendapati anggukan oleh Vera.
"Kamu sih cium aku di depan Lisa, kan dia jadi pergi!"
.
.
.
.
__ADS_1
. Bersambung.