
Di sebuah apartemen, seseorang duduk dengan tatapan lurus kedepan, dalam pikiran nya terus berputar tentang perkataan seseorang hingga melukai hatinya.
Ya, dia adalah Tania. Wanita yang berstatus sebagai pacar Aldi masih ingat betul, bagaimana seorang perempuan menghampiri nya seolah menyudutkan dirinya dengan mengatakan dirinya sebagai "Pelakor" di depan orang banyak.
Siang itu Tania berhenti di sebuah supermarket untuk berbelanja keperluan, dan juga stok di apartemen nya.
Setelah memilih yang dia perlukan dan membayar, Tania keluar dengan beberapa kantong di tangan nya.
Brakkkkk
Tepat di pintu keluar, Tania di tabrak oleh seseorang, tapi aneh nya malah orang itu yang terjatuh. Tidak-tidak, jika di perhatikan dia sengaja menjatuhkan dirinya.
"Maaf mbak, saya tidak sengaja!" Tania langsung menjatuhkan belanjaan miliknya dan membantu orang yang jatuh ternyata adalah seorang wanita.
"Apa kamu tidak punya mata, hah!" Sarkas wanita itu sambil berdiri.
Intan membelalakkan matanya, awalnya dia pikir biar dia saja yang meminta maaf karna berfikir jika orang tersebut tidak sengaja menabrak dirinya, tapi malah sebaliknya. Dia yang menabrak dan dia juga yang memarahi nya.
"Maaf Mbak! tapi tadi anda sendiri yang menabrak saya!" jawab Tania menyangkal ucapan wanita di hadapan nya itu.
"Mbak, mbak! sejak kapan saya jadi Mbak mu?" Hardik wanita itu lagi, semakin membuat Tania merasa heran.
Kini semua mata tertuju pada mereka berdua, suara wanita di hadapan Tania begitu nyaring hingga mengalihkan perhatian orang yang ada di sana maupun orang yang sedang keluar masuk ke dalam supermarket tersebut.
"Kok malah nyolot sih, Kak!" tanya Tania, dia juga sudah mulai tersulut emosi.
"Kan tadi Kakak yang menabrak saya, kenapa Kakak yang marah. Saya juga sudah minta maaf!" sambung Tania lagi.
"Heuh" wanita itu tersenyum sinis, sebelum melanjutkan ucapannya "Tunggu, bukankah kamu wanita yang menjadi selingkuhan Aldi!"
__ADS_1
Deg....
Jantung Tania rasanya berhenti berdetak, saat mendengar ucapan wanita muda di hadapan nya ini.
"Se-selingkuhan! ap-apa maksud anda!" tanya Tania dengan suara bergetar.
"Iya! Kenalkan nama saya Mona!" ujar wanita itu memperkenalkan dirinya pada Tania.
"Saya pacarnya Aldi! tapi dia telah menduakan saya, dan gara-gara kamu" Menunjuk wajah Tania "Dia meninggalkan saya. Kamu memang pantas di sebut sebagai PELAKOR" Cemooh wanita bernama Mona tersebut menekan akhir kalimat nya.
Duaaarrrrr....!
Bagaikan petasan yang terus meledak di dalam hatinya saat mengetahui satu persatu kenyataan dari kekasihnya itu, yang mempunyai gadis lain sebelum dirinya.
"Maaf, saya tidak tau!" ujar Tania lirih sambil menundukkan kepalanya, Tania merasa sangat malu karna semua orang menatap nya murka.
Kalau hanya berdua mungkin saja Tania bisa melawan, tapi kondisinya sekarang begitu rame, jika dia melawan semua orang pasti akan lebih menudingnya, karna saat ini, dimana semua orang, Mona lah yang menjadi korbannya.
"Ya, ya karna Aldi mengancam saya agar tidak memberitahu pada mu, saya bahkan sering melihat kalian jalan berdua, dan aku hanya bisa menahan sakit di hati ku!" sergah Mona dengan berpura-pura menangis. Agar semua orang makin simpati pada dirinya.
Tania sudah tidak sanggup mendengar nya lagi, diapun langsung berlari dari hadapan semua orang, lalu masuk ke dalam mobil.
Di sana Tania menangis sejadi-jadinya, dia meluapkan rasa sakit dan juga malu melalui sesuatu yang menetes dari matanya.
Sebenarnya ada sedikit kejanggalan, karan Mona mengatakan jika Aldi menduakan nya, dan wanita itu tau jika dirinya tidak tau sama sekali, tapi kenapa dia wanita itu begitu lantang mengatakan dirinya pelakor. Menurutnya ada sedikit tidak nyambung dari kisah yang di katakan wanita tadi.
Tapi, Tania yang sudah sangat malu dan kecewa, tidak bisa memikirkan mana yang benar dan salah, dia terlanjur sakit hati.
Mengingat saat dulu bagaimana Aldi begitu mengejar dirinya, bahkan sampai sekarang Aldi masih begitu peduli pada dirinya.
__ADS_1
Sejak hari itu, Tania tidak ingin bertemu dengan kekasihnya itu, meski sempat mendengar penjelasan Aldi bahwa dia tidak berpacaran dengan Mona, tapi Tania bukan lah gadis bodoh yang akan percaya begitu saja pada ucapan lelaki.
...----------------...
Klung...klang..kling...kling...
Ponsel Tania berdering, dia hanya mengalihkan pandangannya lalu menatap layar ponselnya yang menyala, dia melihat nama si penelpon, lalu meletakkan kembali gawai miliknya itu tanpa niat mengangkat nya.
Ya, Aldi terus saja menghubungi dirinya, tapi tak pernah dia jawab. Hingga sebuah notifikasi kembali mengalihkan perhatian nya.
Dia melihat ada dua pesan yang masuk, dari Aldi dan sahabat nya, Vera.
Tania lebih dulu membuka pesan yang di kirimkan Vera.
Vera 💌: "Nia, bisa keluar sebentar nggak, gw dan Intan kangen nih sama loe, kan udah lama kita nggak makan bersama. Kalau Rani kan udah nggak bisa kemana-mana lagi, mau ya! Jam delapan malam kami tunggu di cafe biasa oke!"
"Tumben Vera ngajak gw ketentuan!" gumam Tania, tapi dia berfikir jika mereka memang benar sudah sangat lama tidak pernah lagi menghabiskan waktu bersama walaupun hanya sekedar makan bersama.
Tania melihat pesan dari lelaki yang masih sangat dia cintai. Tania merasa ragu untuk membaca pesan itu, tapi karna rasa penasaran nya, diapun membuka dan membaca nya.
Calon Suami💌: "Sayang, tolong jangan seperti ini, aku sungguh sangat mencintai mu, kenapa kamu tidak mempercayai ku, dan kenapa kamu tidak memberikan kesempatan untuk ku membuktikan nya, jika yang di bilang semua tentang ku itu tidak benar"
.
.
.
.
__ADS_1
.
~Bersambung.