
Pagi hari yang indah dengan sinar matahari yang begitu cerah masuk ke dalam ruangan melalui sela sela jendela bagian dari ruangan itu,tanpa permisi sinar nya yang silau mampu membangun kan anak manusia yang masih setia memanjakan tubuh nya di ranjang yang empuk milik nya
Perlahan mata yang mempunya bulu yang sangat lentik itu mengerjap,dia sedang mengembalikan kesadaran nya yang mungkin masih di alam mimpi
Setelah kesadaran sepenuh nya telah kembali.Dia duduk,dan turun dari tempat tidur lalu berjalan ke dalam kamar mandi,sekitaran 30 menit ritual mandi pun selesai dan keluar menuju ruangan ganti,setelah berpakaian dia tampak sangat gagah dan tampan yang di baluti jas kantor berwarna abu abu melekat pas di tubuh atletis nya ya siapa lagi kalau bukan Davvien Wilmar
Setelah selesai ia keluar dari dalam kamar
Davvien berjalan menuju tangga,ia menuruni seluruh anak tangga,sudah terlihat Mommy dan Daddy nya beserta Fero juga
"Pagi sayang"sapa Nyonya Andin dengan senyum merekah di bibir nya
"Pagi Mom,Dad"jawab Davvien cuek sembari menduduki dirinya di kursi
Fero yang tidak di sapa oleh Davvien hanya bermasa bodoh,toeh ini juga bukan pertama kali nya
"Kamu mau makan apa sayang"tanya Nyonya Andin mengambil makanan buat Davvien
"Davvien cukup roti aja Mom"minta Davvien
Nyonya Andin memberi kan selai pada roti itu dan memberi kan nya untuk Davvien
"Oya Vien Mommy dan Daddy sudah melihat calon istri kamu,dia sangat cantik anak nya juga sopan ya kan Dad"Nyonya Andin memuji muji ve5ra menandakan bahwa dia memang sangat menyukai Vera
"Iya Vien,dia memang jodoh yang cocok buat kamu"tambah Tuan Andre
Davvien tidak menggubris perkataan Mommy dan Daddy nya,dia hanya diam sambil terus memakan roti sebagai sarapan nya
"Ee pernikahan kalian akan di laksanakan 2 minggu lagi"ucap Nyonya Andin dengan hati hati
Uhuk uhuk.....
Bukan Davvien yang terkejut tapi Fero lah yang sampai tersedak makanan nya mendengar perkataan orang yang sudah di aggap seperti Mommy nya sendiri
"Du dua Minggu lagi,bagaimana bisa persiapan belum apa apa,lagian Davvien juga belum bertemu dengan gadis itu Mom"Fero masih dengan nada terkejut nya
Sedangkan Davvien masih diam,tidak berniat untuk menjawab
"Iya makanya,nanti malam kamu pergi ke rumah Vera untuk menjemput nya ngedate,supaya kalian bisa saling kenal"Nyonya Andin memberi kan saran buat Davvien
"Tidak mom,aku tidak mau dan tolong jangan paksa Davvien,untuk apa bertemu kalau pernikahan nya 2 minggu lagi,semua juga telah kalian putuskan"tolak Davvien
Tuan Andre tidak menjawab,dia hanya diam mendengarkan perdebatan antara anak dan istri nya
__ADS_1
"Tapi masalah tempat dan dekor nya belum kami tentukan nak,kami serah kan sama kalian,soal baju pengantin nya sudah Mommy minta di rancang di butik nya kawan Mommy,kamu cuma perlu datang untuk mengukur nya, Vera dia mau menjahit pakaian nya sendiri,jadi Mommy cuma suruh merancang buat kamu"jelas Nyonya Andin panjang lebar
"Pokok nya pagi ini kamu harus mampir ke butik nya Tante Lena untuk mengukur ukuran kamu"lanjut nya lagi yang tidak mau di bantah
"Dan Davvien tidak perduli,silah kan Mommy dan Daddy yang mengurus semua nya"Davvien berdiri dan langsung melangkah kan kaki nya keluar
"Davvien,ingat mampir dulu ke butik"teriak Nyonya Andin pada Davvien
"Fero berangkat Mom"menyalami tangan Nyonya Andin dan menyusul sahabat nya itu
Mereka pun keluar masuk ke dalam mobil,dan menancap gas meninggal kan halaman rumah Davvien
Meski tidak memperdulikan perkataan Mommy nya,tapi Davvien mematuhi perintah Nyonya Andin untuk mampir di butik Lena yang tak lain adalah teman Mommy nya untuk mengukur ukuran baju yang akan di pakai di hari pernikahan
Kenapa tidak di rancang oleh Vera,kan dia bisa merancang buat dirinya sendiri,,,ya karna Vera baru juga kali ini merancang baju pengantin,dia tidak mau hasil nya malah tidak memuaskan orang lain,kalau untuk sendiri kan bisa di atur gimana kemauan nya,lagian waktu 2 minggu sangat sempit,untuk pemula seperti Vera tidak mungkin bisa merancang 2 pasang baju dalam waktu mendesak
Di tempat lain...
Riko sudah sampai di kantor nya dan telah duduk manis dalam ruangan nya,dia masih memikirkan Vera yang sekarang belum bisa di hubungi dan juga belum sempat bertemu
Rencana nya untuk kekampus pagi ini harus batal karna Lisa mendadak memberi tahu kalau mereka akan ada meeting dengan kliyen penting yang beberapa hari lalu mereka mengajukan kerja sama dengan perusahaan besar tersebut
"Aku akan menemui Vera nanti saja"melangkah keluar untuk meeting tapi saat membuka pintu
"Tuan Riko,meeting di undur hingga makan siang nanti"Lisa yang hendak mengetuk pintu sudah di sambut oleh Riko
"Iya Tuan,tapi asisten nya bilang mengundur pada saat jam makan siang"menunduk kan kepala nya
"Heummmm"Riko berjalan masuk kembali ke dalam ruangan nya di ikuti oleh Lisa
"Ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani"Lisa memberi kan berkas kepada Riko
Riko pun mengambil berkas itu Lisa meminta izin untuk keluar
"Huhhhhhh kalau begini terus kapan aku nyempetin diri buat ketemu Vera"Riko menghela nafas karna harus mengurung kan niat nya buat menemui vera pulang kuliah nya nanti
Di kampus.....
"Apa?"
Intan Tania dan Rani sangat terkejut mendengar bahwa sahabat nya Vera akan menikah 2 minggu lagi dan parah nya dia belum pernah melihat orang itu sekali pun
"Kalian jangan teriak teriak dong,coba lihat sekeliling semua orang menatap kita"ucap Vera lemas,dia benar benar frustasi dengan keadaan
"Iya iya habis nya kita tu kaget bngat dengar nya,loe belum pernah ketemu sama tu orang,kalau dia jelek gimana?tanya Tania
__ADS_1
"Iya ra,kalau dia penjahat gimana?sahut Intan
"Atau dia sudah tua"tambah Rani
"Duhhhhhhhhhhhh kalian kok malah nakut nakuti aku sih,doa in yang baik baik dong"Vera kesal dengan sahabat nya
"Iya iya maaf,terus Riko gimana Ra"tanya Intan
"Ntah lah,kan hp gw sudah rusak,gw jiga gak tau dia dimana,waktu itu dia bilang hari ini pulang nya,tapi ntah lah gw bingung mau ngejelasin bagaimana sama Riko,apa lagi gw belum tau penjelasan soal malam itu"Vera semakin merasa sedih,muka nya kusut bibir nya di maju kan kedepan
"Duhhh yang sabar ya ra,kita cma bisa nyemangati loe Ra,,"ucap inta5n
"iya Ra, Vera yang gw kenal cerewet ceria hari ini baru pertama kali gw lihat dia benar benar kacau,bagai mana kalau terjadi sama gw mungkin gw sudah gantung diri"ucap Tania menggeleng geleng kepala
"Tapi gw salut sama loe,seberapapun kacau hidup loe tetap tegar,loe tetap nurut permintaan Daddy loe"tambah Rani
"Loe pasti bisa Ra ngelewatin ini"ucap Intan memegang tangan Vera di angguki oleh Tania dan Rani
Sampai ahir nya jam pulang pun tiba,mereka pulang ke rumah masing masing karna Vera mulai sekarang harus merancang baju pengantin nya sendiri
Saat di dalam mobil Vera memerintah kan supir nya untuk mampir sebentar di mall karna ada beberapa bahan yang harus dia beli
Jam makan siang
"Kita akan meeting di restoran X bersama perusahaan Barito grup,perusahaan ini baru di alih kan kepada anak nya oleh tuan tomi"Ucap Fero sambil melihat tablet di tangan nya
"Kita berangkat sekarang"Davvien berjalan dengan waja dingin nya dan di susul oleh Fero
...----------------...
Sedangkan di tempat lain,mobil berbelok pada sebuah restoran setelah memarkirkan mobil mereka keluar,berjalan beriringan masuk kedalam restoran itu,, bertepatan dengan Vera yang melewati restoran tersebut dan tanpa sengaja melihat ke arah dua orang yang sedang berjalan masuk kedalam restoran
Deg,,,,
"Riko"Vera tercengang dia menutup mulut nya dengan tangan nya,tidak percaya dengan apa yang dia lihat
Vera memastikan apa yang dia lihat memang benar orang yang iya kenal
"Pak stop pak"Vera menyuruh supir memberhentikan mobil nya dia melihat ke arah dua orang yang hampir hilang dari pandangan nya
"Iya itu beneran Riko,ternyata dia sudah pulang dari luar kota tapi tidak menemui ku,apa jangan jangan dia memang tidak pergi ke luar kota"Vera menduga duga sambil meremas ujung dress nya
~Bersambung
Apakan vera akan turun dan melabrak riko?
__ADS_1
Tetap ikutin terus cerita nya ya
Tnggalkan jejak😁😊😊