Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Alasan Roy


__ADS_3

...Karna keserakahan akan membuat kita menjadi manusia yang tidak tau bersyukur....


...----------------...


Masih di keluarga Prasetyo, Rina sedang menunggu sang suami menjelaskan yang selama ini mengganjal di hatinya.


"Kak Roy berencana membunuh kita, yang pertama karna dia sakit hati karna kamu lebih memilih ku, yang ke dua dia mengira dengan membunuh ku dia akan mendapatkan semua nya, tapi karna aku tidak mati, jadi dengan secepat nya aku membuat surat wasiat jika perusahaan pusat di urus oleh Tomi, maka dari itu, dia tau kalau aku belum tewas dalam kecelakaan itu, mungkin dia menyuruh orang untuk mencari tau nya lagi!" jelas Tn.Diwan.


Kini Rina baru lah paham tentang masalah yang Keluarga mereka ternyata hanya lah karna harta.


"Tapi aku takut anak dan cucu-cucu kita juga ikut terancam!' ungkap Rina yang sedang memikirkan Vera, Syakir dan Syakira.


"Tenang Ma, dia sudah aku titipkan pada lelaki yang akan melindungi dirinya!" jawab Tn.Diwan dengan membawa sang istri dalam pelukan nya.


"Maksud Papa?" tanya Rina yang kini menatap kedua manik suaminya.


"Aku menjodohkan Vera tentu ada alasannya, aku tau Davvien adalah orang yang bertanggung jawab dan berkuasa, dan dia adalah orang yang paling di takuti oleh seluruh dunia!" Rina belum mengerti, dia hanya mengerutkan keningnya melihat pada Tn.Diwan.


"Dia adalah ketua dari kelompok Mafia yang sangat di takuti oleh orang banyak, meski tidak banyak yang tau tentang kelompok mafia nya, tapi dengan ketegasan dan cara dia menghukum orang yang menyeleweng dengan peraturan yang dia berikan, hingga dia di sebut dengan macan asia!" penjelasan Tn.Diwan tentu membuat Rina terkejut.


"Bagaimana bisa kamu menikahkan anak kita dengan Mafia kejam, apa lagi mereka menikah karna perjodohan, kamu tidak tau di sini jikalau saja dia menyakiti anak kita di sana!" protes Rina.


"Dia dulu memang lelaki yang dingin, kejam, dan angkuh, meski dia sering mengatai Vera dengan kata-kata kasar, tapi dia tidak pernah memukul Vera, dan kamu lihat sekarang, dia menjadi singa yang jinak ketika bersama anak kita!" Tn.Diwan lagi-lagi menjelaskan kepada sang istri.


"Kalau begitu kenapa kita tidak memberitahu kan kepada Davvien masalah ini, mungkin dia punya solusi!" tanya Rina.


"Sebaiknya jangan, karna dia sekarang bukan lagi sebagai ketua mafia!"


"Maksudnya?" Rina tentu tidak mengerti dengan jawaban sang suami.


"Dia berhenti menjadi bos mafia karna Vera yang menyuruh nya, dan ini masalah keluarga kita, menjadi urusan Papa, aku tidak mau melibatkan mereka, cukup dia bisa melindungi Vera dan juga cucu-cucu kita saja!" tukas Tn.Diwan membuat Rina mengerti.


"Semoga saja Kak Roy bisa berubah!" imbun Rina lagi.

__ADS_1


Dia kembali merebahkan kepalanya pada dada sang suami, Tn.Diwan menatap kedepan, harapan nya juga sama, yaitu kakak nya itu bisa berubah dan menjadi orang yang lebih baik lagi.


...----------------...


Di rumah Davvien, mereka berempat, eh salah, mereka berenam sedang duduk di ruangan keluarga dengan Vera dan Intan memangku baby Syakir dan Syakira.


Davvien dan Fero masing-masing duduk di sebelah sang istri, Ayah dari anak kembar ini sedang membicarakan sesuatu.


"Lusa adalah hari ke tujuh Syakir dan Syakira, kita akan membuat pesta syukuran dan akikahan untuk kedua anak kita sayang!" ucap Davvien.


"Fero, buatlah undangan yang banyak, aku ingin memperkenalkan dan memberitahu pada dunia, pewaris keluarga Wilmar sudah lahir!" lanjut Davvien lagi.


"Baik Vien!" jawab Fero singkat, pria kaku yang akan menjadi ayah ini beralih mengambil Syakir dalam pangkuan Intan.


Belum juga dia meletakkan Syakir di atas pahanya, kakak dari Syakira ini sudah terlebih dulu menangis.


"Oek...oek...oek...!" tangisan Syakir begitu pedih, Davvien langsung menatap Fero dengan tajam.


"Kutu kupret, apa yang kau lakukan, kenapa anak ku menangis hah!" bentak Davvien dengan nada marah.


"Aku hanya ingin menggendong nya!" jawab Fero mengelak.


"Cepat bawa ke sini anak ku, kalau kau ingin membuat anak bayi menangis, nanti saja, saat anak mu sudah lahir!" tukas Davvien langsung mengambil Syakir dari Fero.


"Marmut, kau akan kesusahan nanti, karna suami mu ini sama sekali tidak berguna, dia hanya membuat anak mu menangis nantinya!" lanjut Davvien.


Namun, lagi-lagi Syakir menangis saat Davvien menggendong nya.


"Sayang, Kenapa menangis hem... kamu di cubit oleh om kaku ini ya!" tanya Davvien pada Syakir.


"Oek...oek...oek....!" bukan nya berhenti, Syakir malah semakin menangis.


Davvien jadi gelagapan, dia terus berusaha menenangkan Syakir, namun anak pertama nya menangis sambil menggeliat membuat sang mama khawatir.

__ADS_1


Vera memberikan Syakira kepada Intan, lalu dia pun mengambil Syakir dari Davvien.


"Cup...cup... anak Mama, kenapa menangis!" ucap Vera lembut langsung mencium pipi gembul anak lelaki nya itu.


Seketika Syakir diam, Vera tersenyum sedangkan Davvien dan Fero tercengang.


Memang seorang istri sekaligus ibu wanita yang lembut, dia bisa mengatasi semuanya.


"Kasihan sekali kamu Ra, harus menangani kedua bayi mu, karna suami mu sama sekali tidak ber...!"


Belum sempat Fero melanjutkan ucapannya, Davvien sudah berdiri tepat di hadapan nya.


Vera memberikan kode pada Intan untuk membawa Fero, Intan yang mengerti pun langsung menyerahkan Syakira kepada Davvien.


"Tuan, Syakira sudah tidur! kami mau tidur dulu, selamat malam Tuan, Vera!" Intan langsung menarik tangan sang suami.


Davvien meredakan amarah nya ketika melihat Syakira tidur dengan begitu pulas, imut dan lucu.


"Kalau begitu ayo kita tidur, seperti nya mereka juga ingin tidur lagi!" ajak Vera, dan Davvien mengangguk.


Keduanya pun masuk ke dalam kamar, Vera menidurkan dua anak nya terlebih dulu, kemudian dia menidurkan bayi besar nya, setelah itu baru lah dia ikut memejamkan mata.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung.


__ADS_2