Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Apa kau cemburu.


__ADS_3

Kini orang yang tadi menyapa Fero sudah berada tepat di sebelah Fero, mereka hanya diam dengan si gadis terus melihat wajah memar Fero, sedang kan si cowok fokus dengan setiran mobil yang dia kendalikan.


Setelah tadi mereka bersapa lelaki itu mengajak si perempuan untuk ikut karna dia ingin melihat sahabatnya yang katanya tengah sakit.


Kalian pasti tau itu siapa, yap itu adalah Intan.


Merasa penasaran dengan ketidak hadiran Vera di kampus, saat pulang kebetulan pun Intan bertemu dengan Fero.


Saat Intan di jalan, tidak sengaja dia melihat Fero, dia pun menepikan mobilnya lalu memanggil Fero yang hendak masuk ke dalam mobil.


Intan sempat kaget melihat wajah Fero yang sudah sangat memprihatinkan namun dia tidak berani bertanya.


"Tuan boleh aku bertanya, kenapa Vera tidak masuk kuliah, aku menelfon nya juga tidak di angkat?''


"Heum, ikut aku"


Tanpa menjawab, dengan sikap dingin Fero menarik tangan Intan.


"Eh tuan, mobil saya"


"Biarkan saja nanti anak buah saya yang mengambil nya"


Intan pun pasrah, dia berusaha untuk bersikap biasa saja padahal dalam hatinya sudah bersorak sorai, dia merasa sangat senang karna orang yang dia kagumi menarik tangan nya.


Sedangkan Fero tidak bereaksi apa apa, dia hanya merasa bersalah dan sengaja membawa Intan berharap Vera merasa senang karna dia tau kalau Intan dan Vera adalah sahabat baik, Vera pasti senang bila sahabat nya pergi menjenguknya.


Tanpa ada percakapan, mobil pun sampai mereka melangkah masuk, Intan tercengang dengan pemandangan di rumah Davvien karna di penuhi dengan manusia berbaju hitam dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mereka badan mereka juga sangat terlihat kekar.


Namun dia tidak bertanya karna dia ingin terlihat kalem di depan Fero.


Mereka sampai di kamar Davvien, Fero mengetuk pintu kamar dia pun mendapat izin dari dalam, mereka pun masuk, Vera langsung berbinar melihat sahabatnya yang sudah di anggap saudara datang menjenguk nya.


Intan hanya tersenyum dia mendekati Vera.


"Kamu kenapa?"


"Aku,,, aku cuman kurang enak badan"


"Kenapa akhir akhir ini kau sering sekali sakit"


Intan sudah tidak melihat lagi stempel pada Vera, karna tadi Davvien sudah mengoleskan cream untuk menutupi tanda itu.


"Haumm ya nama nya juga sakit siapa yang tau"


"Ya sudah minum obatnya ya"


Intan memberikan obat untuk Vera, setelah itu dia menemani Vera untuk tidur, dia mengusap usap perut Vera karna sudah tau di mana titik sakit Vera.


"Ra, apa kamu sudah.... anu anu sama suami mu"


Tanya Intan saat Fero keluar, sedangkan Davvien setelah melihat Intan, dia pun meminta Intan untuk menjaga Vera karna dia ingin pergi ke ruang kerja ya, dan di angguki oleh Intan.


"Apaan sih, pertanyaan nya gw nggak mau jawab"


"Yah lo sama gw saja masih rahasia rahasiaan"


"Ya bukan itu"


"Lah terus"


"Kan gw malu"


"Hahahahahahh oke gw sudah tau, cieeee"


"apaan sih loe, tadi aja waktu masih ada kak Fero loe sok kalem, sok baik lah sekarang"


"Shhhhhttt itu trik, biar tuan Fero mengira aku baik, kalem, walaupun emang baik sih"


Mereka tertawa, dengan Vera menahan sedikit tawa nya karna terasa sakit di perut nya.

__ADS_1


Mereka pun bercerita panjang lebar, tanpa terasa Vera sudah terpejam karna posisi nya yang rebahan, mungkin dosis dari obat yang di berikan Dokter Hendri.


Sesaat pun Davvien kembali, Intan langsung minta izin untuk keluar.


"Vera sudah tidur tuan, saya permisi dulu"


Davvien hanya mengangguk, setelah itu dia langsung duduk di dekap kstrinya, mencium kening, tangan sang istri.


Intan keluar, dia berencana mencari Fero, baru saja matanya menelisik ruangan dia sudah melihat Fero dia pun melangkah mendekati Fero.


"Tuan, mari sata obati luka tuan"


"Tidak perlu"


"Ayo tuan jangan membantah"


Intan langsung menarik tangan Fero untuk duduk di sofa, dia pun mengambil mangkok yang berisi air es yang di tanya pada pelayan di sana.


Dengan telaten Intan menempelkan kain yang berisi balok es di luke memar Fero, dan Fero pun tanpa berkutik, dia membiarkan Intan melakukan apa yang dia mau.


"Kenapa bisa jadi seperti ini?"


Akhirnya pertanyaan itu lolos dari mulut Intan.


"Bukan urusan mu"


Fero langsung bangun, dia pun m


berjalan meninggalkan Intan.


Intan kembali berdecak kesal, dia pun mengikuti Fero dengan langkah yang besar Intan berusaha meraih tangan Fero tapi tanpa di duga tiba tiba Fero langsung berdiri al hasil Vera mebarak punggung Fero.


"Kenapa kau mengikuti ku"


Dengan nada dingin Fero menanyakan pada Intan.


"Tidak perlu"


Langsung meninggalkan Intan yang merasa kesal karna Fero lagi lagi bertingkah seenak nya.


...----------------...


Malam hari pun tiba....


Fero dan Intan sudah pulang, tapi mereka tidak pulang bersama karna mobil Intan sudah di antar ke rumah Vera, sehingga dia pulang menggunakan mobil nya sendiri.


Kembali ke pada pasutri yang baru merajut kasih....


"Sayang makan dulu ya, setelah itu minum obat"


Davvien membawa kan makan malam untuk Vera.


"Biar aku sendiri"


Davvien menatap Vera.


"Heum baik lah"


Vera yang paham dengan tatapan Davvien pun pasrah.


Davvien menyuapi Vera sampai makanan nya tandas, lanjut dengan memberikan obat untu Vera.


"Kamu harus minum obat supaya cepat sembuh, aku sungguh tidak tahan bila berlama lama berpuasa sayang"


Mendengar itu Vera yang sedang minum langsung menghambur kan air di dalam mulut nya tepat di wajah Davvien.


Vera kaget mendengar suaminya sekarang sudah sangat mesum, tapi melihat wajah Davvien yang sudah basah Vera langsung meminta maaf.


"Maaf kan aku suamiku, aku tidak sengaja, habis nya kamu sih aku belum sembuh saja masih kepikiran seperti itu"

__ADS_1


Davvien semula nya ingin marah langsung meleleh mendengar Vera mengatai dirinya dengan sebutan suami ku, rasanya kepala yang mau mendidih bagaikan di siram dengan air es langsung dingin, dia pun tersenyum.


"Apa aku tidak boleh mesum sama istri sendiri, apa aku harus mesum dengan perempuan lain?"


Tanya Davvien yang mencoba bercanda, tapi di tanggap lain oleh Vera, sisi ganas Vera langsung bangkit, dia melihat Davvien dengan tatapan membunuh.


"Berani kau cari pelampiasan dengan wanita lain maka siap siap di waktu itu kamu akan kehilangan tuan J mu yang sangat kau banggakan"


Ucap Vera dengan penuh tekanan, dia tidak sadar kalau dia berucap seolah dia sudah mencintai suaminya dan tidak rela berbagi dengan siapapun.


(Eh cinta, apa benar Vera sudah mencintai Davvien?)


Mendengar ucapan Vera, Davvien yang semula hanya ingin bercanda langsung meneguk air ludahnya kasar, saat marah istri nya sangat menyeram kan, Davvien bergidik ngeri saat membayang kan istrinya memotong tuan J kebanggaan nya.


"Sayang kau marah?''


Tanya Davvien memegang dagu Vera, namun dengan cepat Vera membuang muka.


"Jangan sentuh aku kalau pikiran mu masih traveling pada wanita lain, seenak nya kau berucap begitu setelah kau buat aku jadi begini dan kamu malah ingin mencari pelampiasan pada wanita lain, enak sekali hidup mu, kalau kau berbagi tuan J emmpp"


Davvien langsung membungkam bibir mungil yang terus bergumam tanpa henti, tingkah Vera membuat Davvien gemas dia pun langsung mencium istrinya itu, sesaat terdiam, setelah nya Davvien mulai menggerakkan bibir dan lidah nya, benda pencicip yang kenyal milik Davvien mulai mengetuk-ngetuk mulut Vera yang masih bungkam, namun Vera tidak merespon dan tidak memberi celah untuk lidah Davvien masuk, Davvien yang semakin gemas pun menggigit bibir Vera, reflek mulut Vera langsung terbuka, tanpa membuang kesempatan Davvien memasukkan benda kenyal nya untuk menyapa benda kenyal milik Vera.


Lama kelamaan Vera pun ikut menikmati, Davvien terus ******* bibir alami Vera.


Saat kehabisan nafas, Davvien baru melepaskan aktifitas salam salaman benda kenyal dari kedua mulut.


"Apa kau cemburu sayang?"


Tanya Davvien dengan begitu lembut, kata kata itu menusuk di telinga Vera, terasa manjadi bumerang bagi dirinya sendiri, mana mungkin dia mengakui dirinya cemburu sedangkan dia sendiri tidak tau bagaimana perasaan nya, dia hanya tida ingin suaminya bersama dengan wanita lain apa lagi berbagai tuan J.


"E e, aku,,,, "


Vera merasa bingung dengan jawaban nya, ditambah Davvien berjarak sangat dekat dengan wajah nya dan sedang menatap nya.


Karena tidak tau menjawab apa, tanpa berfikir Vera langsung mengecup bibir Davvien sekilas, ya cuman sekilas tapi Davvien langsung menahan tengkuk Vera memperdalam ciuman merek.


Mereka berciuman dengan waktu yang lama, dari ciuman biasa menjadi bergairah, Davvien terus menikmati setiap rongga mulut istrinya.


Ciuman lepas karna nafas yang tidak cukup, mereka sama sama tersengal-sengal.


"Tidur lah sayang"


Davvien sedang menahan sesuatu, karna tidak ingin kelepasan dan berakhir akan menyakiti istri kesayangan nya dia pun berusaha menjauh dengan Vera untuk menuntaskan nya di dalam kamar mandi, dia mengecup puncak kepala Vera, lalu melangkah tapi itu tidak berhasil saat Vera menahan pergelangan tangan nya.


"Jangan cari pelampiasan di luar sana, aku tidak suka berbagi jika kamu membaginya dengan yang lain, aku tidak akan pernah mau di sentuh lagi"


Ucap Vera yang penuh harap, Davvien tersenyum ternyata istri nya masih menganggap perkataan nya serius padahal dia hanya bercanda, yang jelas saja dia ngasih jajan tuan J dengan sembarang, Vera tidak tau saja dia sangat menjaga kesehatan tuan J.


"Kenapa kamu selalu berpikiran berlebihan sayang, mana mungkin aku berbagi tuan J, dia hanya milik mu, tidak ada wanita yang lain berhak mendapatkan tuan J sayang, hanya kamu"


Davvien kembali mendaratkan ciuman di kepala Vera, sebenarnya Davvien sudah sangat susah menahan sesuatu yang tegang di bawah, yap tuan J yang sedang di bicarakan mendengarkan apa yang mereka ucapkan hingga dia merespon dan ingin keluar dari bungkus nya masuk ke dalam sar**g nya, namun di tahan Davvien dan berusaha dengan tenang menjelaskan pada istrinya karna tidak ingin membuat istrinya salah paham.


"Benar kah yang kamu bilang"


"Iya syang"


Cup


"Meski wanita masa lalu kamu"


Deggggggggg


Davvien langsung terdiam, nafas nya terasa berhenti kata kata hanya sampai di tenggorokan, jantung nya berdetak hebat, dan yang lebih parah tuan J yang mau sudah tegang seketika langsung pingsan, mendengar wanita masa lalu nya pemilik tuan J.


"Bersambung


Aku sedih.... dukungan nya makin menurun, apa sudah tidak menarik lagi,,, maaf jika tidak sesuai dengan keinginan kalian.


babay salam sayang ku untuk Kalian 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2