
Dulu setelah beberapa bulan sang suami menyatakan cintanya kepada Vera, wanita ini ingin tau segalanya dari diri sang suami, termasuk juga tgl ulang tahun Davvien.
Vera sengaja dulu tidak menanyakan perihal tgl kelahiran Davvien pada Davvien sendiri, tapi Vera sengaja mencaritahu sendiri.
Sebulan sebelum tanggal ulang tahun Davvien tiba, Vera sudah memikirkan cara untuk merayakan nya, karna ini adalah yang pertama untuk dirinya merayakan ulang tahun sang suami.
Namun, dia bingung. Apa dia perlu membuat pesta yang megah. Tapi Vera tetap ingin tampil beda, jika itu mungkin sering di adakan oleh mommy mertuanya dulu.
Maka dari itu, Vera berinisiatif membuatkan kue dengan tangan nya sendiri, dan merayakan hanya berdua saja pada malam ulang tahun sang suami. Dan malam besok dia berencana mengajak semua keluarga makan malam bersama di luar.
Setelah membuat kue, dan membeli beberapa hadiah untuk sang suami, bukan hanya itu, ibu dua anak ini juga ingin memberikan kesan terindah di haru ulang tahun Davvien.
Dan malam ini dia benar-benar akan memuaskan Davvien hingga dia sendiri yang meminta nya berhenti. Maka dari itupun, dia sengaja berdandan lebih dari biasanya.
Tepat malam yang di rencanakan, hanya dengan menggunakan lingerie tembus pandang berwarna merah, Vera melangkah mendekati ranjang di mana sang suami masih terlelap.
Jari lentiknya mengelus rahang tegas Davvien, kemudian naik menyisir rambut sang suami dengan begitu lembut. Vera membungkuk kan badannya sedikit lalu berbisik.
"Happy Birthday, My Husband!" bisikan yang sangat pelan, namun sayup-sayup dapat di dengar oleh Davvien.
"Happy Birthday, Dear!" bisik Vera lagi tepat di telinga sang suami, lalu meniupkan daun telinga Davvien, hingga membuat empunya merinding.
Perlahan Davvien membuka matanya, Vera langsung menjatuhkan ciuman di kedua pelupuk mata sang sumi.
Davvien yang baru terjaga sedikit shock, bagaimana tidak. yang pertama dia lihat adalah paha putih mulus sang istri, dan naik ke atas langsung di hadapkan dengan pemandangan tembus pandang dari lingerie yang Vera kenakan.
Terlebih yang membuat dirinya kaget saat matanya menangkap api yang sudah berada tidak jauh dari wajah nya.
"A-ada apa ini, apa aku mimpi Vera akan membakar ku hidup-hidup!" batin Davvien, dia masih belum jelas melihat kue di tangan sang istri.
"Sayang! kenapa kamu tegang seperti itu?" tanya Vera yang merasa heran karna Davvien terdiam mematung memandang pada kue yang ada di tangan nya.
"Sayang! aku mimpi ya. Kenapa kamu ingin membunuh dengan cara membakar aku hidup-hidup?" tanya Davvein polos, Vera langsung mengangkat alisnya mendengar penuturan sang suami.
"Sayang! astaghfirullah ... ini kue ulangtahun sayang!" tukas Vera menyangkal ucapan suami lebay nya itu.
__ADS_1
"Apa! kue ulang tahun?" tanya Davvien memastikan.
"Iya, sayang! kan kamu hari ini ulang tahun, aku sengaja tadi membuat kan mu kue ini dan tadi tidak tdur, karna ingin mengucapkan nya!" sergah Vera, wajahnya sudah terlihat cemberut.
"Jadi aku tidak mimpi?" tanya Davvien lagi. Vera yang merasa gemes pun langsung mencubit pipi Davvien dengan begitu kuat.
"Aw ...!," pekik Davvien.
"Kok di cubit sih, sayang!" protes Davvien sambil memegang pipinya.
"Apa masih menganggap jika ini mimpi hem?" tanya Vera dengan nada ketus.
Davvien hanya menggeleng, sepersekian detik dia sadar jika Vera terlihat sangat menggoda dengan baju memakai baju kesukaan nya.
"Happy Birthday, Tuan suami! maaf hanya seperti ini yang bisa aku lakukan, karna aku tidak tau harus bagaimana. Ini pertama untuk ku merayakan hari jadi suami ku, jadi aku bingung harus bagaimana!" ujar Vera dengan nada merendah.
"Doa ku, semoga kamu tetap jadi pribadi kamu sendiri, karna kamu adalah lelaki yang saangat hebat dan juga baik, baik dengan orang lain, keluarga, apalagi pada anak dan istri!" lanjut Vera lagi.
"Satu lagi, tetap jadi suami yang baik, bucin, manja. Jangan pernah berubah! dan jadilah ayah yang baik untuk Syakir dan Syakira!" imbuh Vera lagi, tanpa terasa air mata menetes dari sudut matanya.
"Ini adalah ulang tahun yang paling istimewa untuk ku, doa mu adalah kado terindah di sepanjang hidup ku!" ucap Davvien menyangkal apa yang barusan di katakan oleh Vera.
"Kamu tau, tahun ini aku sangat bersyukur dan tidak akan meminta lagi, karna hidup ku sudah sempurna. Ada istri yang selalu cinta dan bersabar dengan sikap kekanakan atau egois ku, dan sekarang. Kita aku juga sudah di karuniai dua anak sepasang, aku tidak mau yang lain nya! yang aku inginkan hanya membahagiakan mu!" lanjut Davvien dengan begitu puitis. Ini bukan gombal atau rayuan semata, tapi ini memang ungkapan dari dalam lubuk hati Davvien, dia mengatakan apa yang dia rasakan.
Vera merasa begitu terharu, diapun langsung berhamburan masuk ke dalam pelukan sang suami.
Davvien mengelus kepala hingga punggung sang istri, tanpa sengaja di menghirup aroma tubuh Vera yang jauh lebih harum.
"Sayang! kamu pakek parfum banyak sekali, lihat hanya gara-gara mencium wangi tubuh mu, membuat tuan J ku bangun!" bisik Davvien pada telinga Vera.
"Aku memang sengaja membangkitkan tuan J, karna malam ini aku akan menemani nya!" balas Vera berbisik dengan begitu sensual, hingga membuat tuan J terasa meledak.
"Kalau begitu sekarang saja, sayang!" timpal Davvien, suara nya sudah sangat parau.
"Tunggu!" sarkas Vera, diapun mengambil kue yang tadi di letakkan oleh Davvien, lalu membawanya kembali ke hadapan suaminya.
__ADS_1
"Tiup lilin dulu, makan kue nya dulu, baru aku akan menemani tuan J!" sergah Vera.
Davvien menurut, langsung saja dia melakukan apa yang di katakan Vera. Setelah memotong kue dan memakan bersama sang istri, Davvien langsung meminta jatah nya yang telah di janjikan Vera.
"Lakukan sekarang, ya!" pinta Davvien. Vera dapat melihat mata Davvien yang sudah sayu, karna menahan sesuatu.
"Tunggu, apa kamu masih menyimpan jamu mujarab mu itu?" tanya Vera masih dengan berbisik pada Vera.
Davvien langsung terbelalak, pasalnya Vera belum pernah menanyakan hal demikian, jangan kan menanyakan, membahas pun membuat nya marah.
"Sayang! untuk apa jamu sialan itu?" tanya Davvien.
"Berikan saja!" pinta Vera memaksa.
"Sudah tidak ada lagi, sayang! sudah ku berikan kepada Riki dulu!" Sergah Davvien, saat ini dia merasa menyesal karna telah memberikan obat mujarab nya itu untuk Riki, jika bisa dia ingin meminta sahabat nya itu mengembalikan nya lagi.
"Hem ... ya sudah, lihat lah, sayang! malam ini kamu yang akan meminta ampun supaya aku berhenti!" gumam Vera seolah mengancam Davvien.
Sedangkan suami mesum nya hanya terkekeh "Hehe kita lihat saja, siapa yang akan meminta ampun!" timpal Davvien.
Tanpa menunggu, Vera langsung mendekati sang suami, dia tidak ingin terburu-buru, Vera akan melakukan nya perlahan, mulai dari ciuman yang turun, turun, hingga memberikan sensasi yang sangat memuaskan untuk Davvien.
Sudah beberapa kali terdengar lenguhan panjang Davvien, tapi Vera tidak berhenti, malam ini dia benar-benar akan memberikan servis terbaik untuk sang suami.
.
.
.
.
.
~Bersambung
__ADS_1