
Tujuh tahun sudah berlalu, semuanya pun sudah berbeda. Yang dulunya sepi berganti suara tangisan bayi setiap waktu, dan sekarang pun telah berganti dengan suara pertengkaran dan jeritan khas anak-anak.
"Papa ... ayok, adek mau beli es krim!" rengek anak perempuan yang sudah berumur tujuh tahun.
"Iya, Nak! yok kita beli sekarang!" jawab lelaki yang di panggil papa oleh anak perempuan itu.
"Sayakir kamu mau, Nak?" tanya lelaki itu lagi.
"Terserah!" hanya itu yang keluar dari bibir anak lelaki yang sebaya dengan anak perempuan itu.
"Abang ... kenapa gitu jawab pertanyaan Papa, Nak?" imbuh seorang wanita memperingati anak nya itu.
"Maaf, Pa!" pinta anak lelaki yang bernama Syakir.
"Good, boy!" timpal sang papa.
Yap, mereka adalah keluarga Wilmar yang sekarang sedang berlibur bersama.
Davvien, Vera dan kedua anak kembar nya sedang berada di sebuah pulau, yang sering orang sebut pulau Dewata.
Sudah hampir satu Minggu mereka berada di sana, dan hari ini adalah hari terakhir untuk mereka menghabiskan waktu bersenang-senang.
Saat ini keluarga kecil yang tampak bahagia itu sedang berada di dekat pantai, Davvien dengan semangat menggendong anak perempuan nya, sambil berjalan mendekati cafe es krim yang di minta oleh sang putri.
Sedangkan Vera menggenggam tangan kecil Syakir, yang juga berjalan beriringan dengan papa dan adiknya, Syakira.
"Om ... Aidan juga mau!" teriak Aidan dari belakang Davvien dan Vera.
Mereka berempat menoleh, mereka melihat Aidan sedang berlari ke pada mereka, yang sedang di ikuti oleh Intan dan Fero.
"Hati-hati, Nak!" pekik Vera, diapun meraih tangan kecil Aidan, lalu mereka pun masuk ke dalam restoran tersebut, termasuk Fero dan Intan.
Memang, Davvien tidak akan bisa pergi jika tidak mengajak Fero dan keluarga mereka, terlebih dia juga sangat menyayangi, Aidan. Jadi dia tidak akan tega untuk meninggalkan anak berumur 6 tahun itu.
__ADS_1
Sedikit pengenalan karakter kedua anak mereka yang sangat jauh berbeda.
Syakir anak yang cuek, dingin, tidak perduli dengan orang sekitar, dia sedikit keras kepala, terlebih dia selalu berselisih dengan sang papa, tak jarang anak dan papa ini selalu berdebat walaupun hanya hal kecil. Terutama untuk mencari perhatian dari Vera. tapi dia sangat menyayangi keluarga nya, terutama mama dan juga adik nya, begitu pun dengan Davvien, meski dia tak pernah akur dengan sang papa, tapi dia juga menyayangi dan tidak pernah membantah apa yang di katakan oleh Davvien. Dia juga sangat menyayangkan sepupunya, Aidan. Anak dari Fero dan Intan.
Sedangkan Syakira dia anak yang manis, manja, lembut dan sangat patuh, dia selalu mendengar kan apa yang di katakan oleh orang tuanya, anak bungsu mereka ini lebih dekat dengan sang papa.
Aidan usianya memang lebih muda daripada Syakir dan Syakira, walaupun mereka hanya berselisih sembilan bulan. Aidan dan Syakir mempunyai karakter yang berbeda, jika Syakir cuek dan dingin, tapi Aidan anak yang ceria, juga humoris, kadang dia juga menjadi anak yang jail, Aidan paling suka mengerjai Syakir, karna sepupunya itu anak yang pemarah.
Aidan sangat dekat dengan keluarga Davvien, sehari-hari dia memang sering bermain di mansion mereka, anak lelaki Fero dan Intan ini juga sangat menyayangi Syakir dan Syakira, termasuk juga Vera dan Davvien.
"Kalian mau makan es krim apa?" tanya Vera kepada anak-anak nya.
"Adek rasa strawberry, Ma!" jawab Syakira dengan begitu cepat dan juga antusias.
"Strawberry ya, Syakir dan Aidan mau apa?" lanjut Vera bertanya.
"Aidan mau rasa coklat, Tante!" jawab Aidan juga tidak kalah antusias dengan Syakira.
"Kakak, kita lagi bersenang-senang loh. Kenapa Kakak tetap tidak senyum?" tanya Aidan polos, dia memang suka menjahili Syakir.
Syakir menatap Aidan tajam, dengan nada dingin dia menjawab "Bukan urusan mu!" hanya itu yang keluar dari mulut anak berumur tujuh tahun itu.
Vera dan Intan hanya menggeleng kepala melihat tingkah anak-anak nya yang sangat berbeda ini.
"Apa kita jadi pulang besok, Vien?" tanya Fero pada bos nya yang masih sinting itu.
"Jadi, sudah lama kita tinggal kan perusahaan!" jawab Davvien dengan nada datar. Dia hanya sibuk bermanja-manja dengan sang istri.
"Ya ... jadi kita pulang besok, padahal adek mau lebih lama di sini!" protes Syakira yang keberatan karna mereka akan pulang.
"Kan Papa harus cari uang dulu, baru kita bisa liburan lagi nanti!" ujar Davvien memberi penjelasan kepada anak bungsunya itu.
"Iya deh ... adek ngerti kok, Papa!" imbuh Syakira lagi mengiyakan.
__ADS_1
"Pa, Papa bisa nggak sih nggak selalu nempel sama Mama, di sini banyak orang!" sarkas Syakir yang sedari risih melihat Davvien bagaikan kucing yang selalu menempel pada Vera.
"Terserah dong, kan dia istri, Papa!" jawab Davvien dengan nada meledek anak lelakinya itu.
Syakir hanya berdecih, sambil melipat tangannya di depan dada "Cih, kalau aku jadi Mama, sudah jauh hari aku enyah dari hidup Papa!" hardik Syakir, semua mata langsung tertuju pada anak itu.
"Kalau kamu jadi Mama, Papa tidak akan pernah dekat seperti ini dengan mu!" timpal Davvien tidak mau kalah.
"Mama mu tidak akan bisa jauh dari Papa mu, Syakir!" imbuh Intan ikut menjawab.
"Sudah-sudah, kenapa kalian selalu bertengkar, bisa tidak kalian rukun sekali-kali!" ujar Vera menengahi, Vera juga bingung sendiri, antara anak dengan papa tidak pernah rukun.
Davvien dan Syakir sama-sama membuang pandangan ke arah lain, Syakira sampai memukul kepala melihat tingkah kakak dan juga papa nya.
Pesanan mereka pun tiba, semua memakan es krim dengan begitu lahap, juga di temenin dengan suara celotehan anak-anak mereka, tepatnya Aidan dan Syakira, sedangkan Syakir diam seribu bahasa.
Kadang Davvien dan Vera bingung mencari cara agar anak mereka bisa mengubah sikap dingin nya, tapi semuanya sia-sia, kadang juga merasa Davvien menyesal karna dulu dia jadi anak yang cuek dan keras kepala, karna sikap anak nya sekarang adalah cerminan dirinya dulu.
Selesai memakan es krim yang mereka pesan, semuanya pun langsung kembali ke hotel, tempat mereka menginap karna besok mereka akan terbang lagi ke kota tempat tinggal mereka.
.
.
.
.
~Bersambung.
Maaf ya temen-temen, cuma bisa up satu, itupun rada hancur. Maaf belum bisa crazy up.
Jika kalian berkenan, berikan Like, komen dan vocher vote sebanyak- banyak nya.
__ADS_1