Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Mencoba melupakan.


__ADS_3

...Ini tentang sebuah rasa.....


...Yang hadir begitu saja, indah namun sering menyiksa, Karna rasa ini tak ada pada dirinya....


...Ya,,,,...


...Karna rasa ini sendiri ku menjaga, terus saja berusaha namun tak pernah di hiraukan nya....


...Rasa ini sungguh sangat menyiksa, tak sedikit air mata keluar karna nya....


...Tapi bodoh nya......


...Rasa ini terus saja ku jaga, meski kian menderita....


...Wahai pujangga cinta.....


...Tak adakah sedikit saja rasa kasihan, lalu berusaha membuka hati dan memberi kan kesempatan untuk ku jaga....


...Maka kau.....


...Akan ku jaga, dan ku pertahan kan sepenuh jiwa, bahkan dengan nyawa....


...Terlihat bodoh dan gila, tapi itu karna kau sungguh sangat ku cinta....


...🌷 HAPPY READING 🌷...


...----------------...


Di sebuah kamar dengan bangunan rumah yang elegan, ada seorang anak manusia yang duduk di dekat jendela kamar, dia melihat pada langit yang begitu cerah, namun berbanding balik dengan keadaan hatinya.


Dia kembali membayang kan hinaan yang dia dapatkan dari orang yang telah merebut hatinya, rasa cinta yang belum pernah tumbuh di hatinya, tapi apa harus begini yang dia rasa setelah hati nya jatuh ke pada seseorang, yang mungkin sangat tidak tepat untuk nya mengharap kasih.


Seharus nya sampai kapan pun dia tidak merasakan namanya jatuh cinta jika akan menderita seperti sekarang.


Intan menangis dalam diam, tidak berbicara, tidak bereaksi hanya air mata yang mengalir menjelaskan betapa sakitnya batin yang dia rasaka.


Perkataan Fero selalu terngiang-ngiang di telinga Intan, dia kembali teringat setelah mendengar hinaan yang Fero berikan tanpa menjawab apapun Intan langsung keluar dari dalam mobil, air matanya langsung memaksa untuk keluar meski sekuat tenaga dia menahan nya.


Intan berlari masuk, kotak makanan yang berisi kue pemberian Vera Intan menyerahkannya pada pelayan rumah, dia sendiri langsung bergegas masuk ke dalam kamar.


Yap, disini setelah semua di tumpahkan Intan, dia menghapus air mata secara kasar, dia bukan wanita bodoh yang akan membuang banyak air matanya untuk lelaki yang tidak menghargai cinta.


Meski setiap kali betemu dengan Fero Intan tak berkutik dan selalu terlihat bodoh, namun sekarang dia telat membuat tekat kalau Intan akan melupakan Fero, ntah sampai kapan namun sebelum bisa dia akan terus berusaha.


Intan menarik nafas nya dalam dalam lalu membuang nya.

__ADS_1


"Kamu pasti bisa, Intan kuat"


Intan menguatkan dirinya, dia juga ingin fokus pada skripsi dan tidak akan mengingat pria yang telah melukai hatinya.


...----------------...


Sedangkan di sebuah apartemen...


Fero baru saja membuat secangkir kopi untuk di nikmati nya, dia duduk dengan santai di sebuah kursi, dengan satu tablet di tangan nya jari jemari nya sibuk mengelus layar tablet, ntah apa yang dia kerjakan.


Tiba tiba pikiran nya meleset pada gadis yang baru saja dia antar, Fero tanpa sengaja tadi melihat air mata Intan yang menetes setelah nya gadis itu langsung berlari tanpa mengucapkan satu kata pun.


"Apa aku terlalu kasar ya, ah tapi sudah lah biar dia sadar diri"


Fero mencoba membuang pikiran nya, namun gagal wajah polos Intan kembali menari-nari di pikiran Fero, dia pun meletakkan tablet nya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dia akan menenangkan pikiran nya dengan cara menyegarkan badan nya dengan air hangat.


...----------------...


Minggu pukul 11:00 siang,,


Tepat di sebuah bandara, nampak seorang wanita cantik bertubuh sek-si di tambah pakaian yang minim, sehingga bentuk lekuk tubuh yang bagaikan biola terlihat dengan jelas, membuat para adam yang melihat nya harus menelan ludah kosong.


Wanita yang sedang memegang satu koper di tangannya, kaca mata hitam menutupi mata, rambut yang tergerai begitu indah.


Dia bergumam sambil tersenyum, wanita itu yang tidak lain adalah Elsa tersenyum senang, karna mulai dia turun dari pesawat sampai di berjalan keluar bandara para lelaki menatapnya dengan tatapan menginginkan, bagaimana tidak penampilan biasa di gunakan di negeri orang kini dia gunakan di negeri sendiri, tentu para lelaki sangat menginginkan bentuk tubuh seperti Elsa.


Elsa semakin yakin kalau pria yang di rindukan nya tidak akan menolak nya lagi.


"Waktu aku terlihat biasa saja kamu begitu mencintai ku, apa lagi sekarang aku sudah sangat terlihat sempurna".


Ucap Elsa dlam hati dengan senyuman yang tak pudar dari bibir merah bergincu merah itu.


Tidak berselang lama sebuah mobil datang menjemput nya, dia pun masuk ke dalam mobil tersebut dan di sambut hangat oleh orang yang di dalam mobil itu.


"Apa kabar mu sayang?"


"Baik pa, papa apa kabar?"


"Papa juga baik, apa kamu sudah siap menjalan kan bisnis Papa?"


"Oh tentu Pa, bukan kah Papa mengirim ku keluar negri untuk menyelesaikan pendidikan ku supaya aku jadi putri kebanggaan papa"


"Ha,,ha,,ha,, Kamu memang putri papa"


Mereka pun pergi dari bandara menuju kediaman mereka, Elsa sudah tidak sabar, dia akan segera menemui pujaan hatinya atau dia bisa menelpon nya terlebih dahulu, Davvien seorang yang terkenal nomor kontak nya pasti sangat mudah untuk di dapat kan pikir Elsa.

__ADS_1


...----------------...


Di sebuah Mall terbesar di kotanya Davvien sedang memanjakan istri tercinta nya dengan menyuruh sang istri memilih barang yang dia sukai, meski Vera berulang kali menolak namun Davvien tetap memaksanya.


Akhirnya Vera menyuruh Davvien yang memilih kan barang untuk nya, dia sendiri bingung harus membeli apa, karna semua nya sudah ada di rumah, namun dia tidak ingin membuat Davvien marah atau kecewa karna tidak tau kenapa akhir-akhir ini Davvien sangat sensitif juga sangat manja pada Vera.


"Sayang, kamu suka tidak yang ini?"


Davvien menunjukkan kalung berlian pada Vera.


"Sayang, sudah ya kan belanjaan sudah banyak"


"Kamu nolak pemberian ku sayang?"


Davvien langsung membuat mimik wajah seperti anak kecil yang lagi ngambek pada ibunya, Vera yang ekstra sabar kewalahan menghadapi sikap Davvien, dia pun mengangguk Davvien begitu senang, dia langsung membeli kalung, cincin, gelang yang semuanya berharga fantastis.


"Sayang, kita beli jepit rambut kamu ya beli nya yang paling bagus juga bukan yang KW, kan kamu suka sama jepit rambut, aku juga suka lihat kamu memakai itu karna terlihat sangat menggemaskan"


"Tapi kan sudah banyak di rumah, yang Mommy beli kemarin saja belum aku gunakan"


"Tidak apa sayang, ini kan dari aku, setelah itu kita beli sepatu, baju sudah ah satu lagi kita akan membeli boneka yang paling besar, yang bisa menampung kita berdua di atas nya, aku ingin mencoba gaya baru, kita akan bercinta di atas boneka besar"


Bisik Davvien di telinga Vera membuat sang empunya langsung melotot, kenapa suaminya itu sangat mesum, bahkan dia sanggup berfikir sampai sejauh itu.


"Kenapa kamu sangat mesum sekarang"


"Mesum sama istri sendiri memang harus sayang"


"Kenapa harus"


"Supaya kamu merasa puas"


"Itumah kebalik"


Davvien tersenyum dia pun langsung menarik lembut tangan Vera, tapi saat Vera hendak melangkah, tiba tiba kakinya terasa lemas kepala nya juga terasa berputar, dia memegang kepala nya dengan sebelah tangan yang tidak di genggam oleh Davvien, Davvien yang menyadari kalau jalan sang istri melambat pun langsung melihat pada Vera, betapa kaget nya Davvien melihat sang istri yang sudah sangat pucat, tadi sebelum nya wajah Vera memerah karna perkataan Davvien tapi sekarang menjadi sangat pucat.


"Sayang, kamu kenapa"


Vera dalam keadaan pusing sayu sayup mendengar kan panggilan Davvien, tapi lama kelamaan suara itu hilang hanya bibir suaminya yang terlihat bergerak memanggil nya seketika pun semua nya gelap, Vera jatuh dalam pelukan suaminya.


Brukkkk,,,,


"Ya ampun sayang kamu kenapa, jangan bikin aku khawatir"


~Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2