Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Merasa tertarik


__ADS_3

Intan yang sudah tidak melihat Fero di hadapan nya pun langsung mengutuki dirinya


"Ishhh bodoh bodoh bodoh,kenapa aku tidak meminta maaf malah menatap nya,dia pasti berfikir aku ini gadis yang aneh"gumam Intan sambil memukul mukul pelan kepala nya


"Aku harus minta maaf sama orang itu"Intan langsung melangkah mencari Fero


...----------------...


Di sisi lain Tania dan Rani duduk di satu meja sambil memakan kue yang telah mereka ambil mereka tampak memutar mutar kepala mencari sesuatu


"Intan mana ya,kok dia nggak kelihatan"tanya Tania sambil terus celingak-celinguk mencari keberadaan Intan


"Iya ni,tadi bilang nya cuma ambil minum"sahut Rani yang juga melihat kesana kemari


Tidak jauh dari tempat mereka duduk dua pasang mata terus memperhatikan mereka,orang itu terus melihat gerak gerik Tania dan Rani,hingga melengkungkan sebuah senyuman di bibir nya,dia adalah Aldi,sedari tadi Aldi terus melihat ke arah dua perempuan itu ntah siapa yang dia tatap dia merasa tertarik pada salah satu gadis yang duduk tidak jauh dari meja nya itu


Riki yang melihat ke arah Aldi pun merasa aneh dengan tingkah teman nya itu


Riki ikut melihat ke arah yang di tatap Aldi sejak tadi,Riki pun menggoyang goyangkan tangan nya di udara tepat di hadapan Aldi,tatapan Aldi masih tetap mengarah pada Tania dan Rani


"Heh"Riki menepuk jidat Aldi,sesaat Aldi pun tersadar


"Ehhhh apaan sih loe,nepuk nepuk jidat gw apa jidat gw terlihat bagus hingga loe gemes dan menepuk nya"ucap Aldi kesal sambil memegang jidat nya


"Idihhhhhhhh buset dah apa nya yang bagus,PD bener loe gw cuma mau membuat loe sadar jangan melirik perempuan terus,noh si Mona mau loe kemanain,lagian sifat PLAYBOY loe harus loe ubah sekarang jangan selalu mainin perasaan cewek"ucap Riki sewot dengan menekan kata"PLAYBOY"


"Duhhh loe tidak tau apa apa,yang ini beda"Aldi masih membela dirinya sendiri


"Halah,si Mona dulunya juga loe bilang beda,ya tentu mereka beda kan mereka bukan satu orang,tobat loe di tobat"Riki lagi lagi menasehati Aldiano


Tapi jiwa buayanya Aldi sudah bangkit"Udah udah gw mau nyamperin tu cewek,mau gw ajak kenalan,loe ikut yok nanti siapa tau satu nya lagi bisa loe pepet juga"Aldi menarik tangan Riki


"Ihh apaan sih,sorry gw tidak tertarik"tolak Riki


"Ayolah ki,kalau gw sendiri gw malu kali kan mereka berdua"Aldi bersikeras menarik tangan Riki,merengek layak nya anak kecil yang meminta sesuatu pada ibu nya


"Haaahh iya iya gw ikut,sudah lepas tangan gw,gw jijik melihat loe begini"Riki bangun dari duduk nya


Dan mereka pun melangkah ke meja tania dan rani


...----------------...


Intan melihat Fero keluar dari toilet,dia pun menghampiri Fero


Saat sampai si hadapan Fero, Intan kembali tercengang dengan wajah Fero, Fero yang melihat Intan di hadapan nya merasa aneh


instan terus memperhatikan Fero, sepertinya dia lupa tujuan dia mencari Fero untuk meminta maaf"Tampan"hingga kata kata itu keluar dengan begitu saja dari mulut Intan

__ADS_1


Fero mengernyitkan dahi, mendengar ucapan Intan


"Maaf nona,apa nona bicara dengan saya"tanya Fero yang melambai lambai pada wajah Intan


Sesaat Intan pun tersadar"Ah ya maaf maaf,saya cuma mau minta maaf soal tadi sudah menumpahkan minuman di pakaian tuan,saya tidak sengaja,sekali lagi saya minta maaf"ucap Intan merasa gugup dan juga malu bagaimana tidak, Intan sadar dengan kata kata nya tadi memuji ketampanan Fero


"*D*uhhh kenapa aku tidak bisa mengontrol mulut ku ini sih,kan jadi malu nanti orang ini malah besar kepala lagi,tapi dia memang sangat tampan,euuuuuuuuuuuh"Intan menjerit didalam hati mengingat kebodohan nya


"Well it's okay I'm sorry nona"ucap Fero berlalu meninggalkan intan


Intan tercengang mendengar jawaban Fero


"Heuh tampan,tapi sombong"ucap Intan kesal dia pun pergi


...----------------...


Aldi dan Riki baru mendekati meja Tania dan Rani


"Halo nona nona apa kami boleh bergabung?"tanya Aldi tersenyum ramah pada mereka, Riki hanya diam


Sedangkan Tania dan Rani terlihat cuek tidak menanggapi pertanyaan Aldi"Diam berarti iya"Aldi langsung duduk di kursi pada meja bulat itu karna tidak mau berdiri sendiri Riki pun ikutan duduk


Aldi tersenyum ke arah Tania


"Perkenal kan nama ku Aldi,dan ini Riki sahabat ku,kami bersahabat dengan Davvien,tapi aku melihat sepertinya kalian ini sahabat nya istri Davvien ya"Tania yang masih resah mencari keberadaan Intan pun menoleh dan menerima uluran tangan Aldi


"Tania"Jawab nya singkat dia memaksakan sebuah senyuman dia pun kembali mengadahkan pandangan nya mencari Intan dia tidak menimpali perkataan Aldi


Riki dan Rani hanya diam,mereka tidak menunjukkan ekspresi apa apa,bersikap seperti biasa layak nya orang baru kenal


Beda dengan Aldi yang terus mencari bahan supaya bisa bicara dengan Tania


Fero pun datang,dia melihat Riki dan Aldi sudah tidak ada di kursi mereka,dia pun mencari keberadaan kedua sahabat nya itu


pandangan nya pun berhenti pada satu meja yang diduduki empat manusia itu, Fero memilih duduk sendiri di meja nya tidak berniat mendatangi Aldi dan Riki


Sesaat Intan pun muncul dia juga melihat meja yang diduduki nya tadi sudah penuh dengan dua cowok yang bergabung dengan Tania dan Rani


Intan pun mencari tempat untuk duduk,mata nya melihat pada meja yang hanya di duduki oleh seorang pria, Intan menghampiri pria tersebut yang ternyata adalah Fero


"Boleh aku duduk di sini"tanya Intan pada Fero dengan hati hati,ntah kenapa intan ingin terus berada dekat dengan pria sombong itu


Fero yang sedang memainkan ponsel nya melihat ke arah intan"Ini bukan kursi saya kenapa harus tanya sama saya"jawab Fero dan memainkan ponsel nya kembali


Intan tersenyum dan langsung duduk berhadapan dengan Fero,suasana pun menjadi canggung, Intan bingung harus berbicara atau tidak pada priya hemat energi ini


"*D*uhhh gimana ini,tanya nggak ya kalau gw tanya takut nya nggak di jawab,tapi gw penasaran bangat sama nama nya"Intan terus membatin

__ADS_1


Fero masih fokus berkutat dengan ponsel nya,tanpa melihat ke arah Intan,ntah dia anggap apa Intan di hadapan nya ini


"Nama ku Intan,nama anda siapa tuan"tanya Intan mengulurkan tangan kepada Fero,ntah apa yang di fikirkan Intan hingga berani mengajak pria berkenalan


Fero hanya diam,dia menatap Intan sekilas lalu kembali ke aktifitas nya memainkan gawai di tangan nya tampa menjawab pertanyaan Intan


Intan yang di abaikan pun merasa malu, bagaimana tidak,dia yang mengajak seorang berkenalan duluan tapi malah tidak di hirau kan


"*I*shhh benar kan dia tidak menjawab,duhh malu nya aku,kenapa juga aku harus ajak lelaki es ini berkenalan sekarang mau di bawa kemana muka ku ini"Intan menggerutu di dalam hati


Fero melirik ke arah Intan,tanpa di sengaja dia tersenyum tipis melihat wajah Intan yang sudah memerah menahan malu, Fero berhasil mengerjai gadis kecil di hadapan nya ini


...----------------...


Di sisi lain,tepat nya di meja Tania Rina Aldi dan Riki mereka juga terlihat canggung,pasal nya Aldi sudah bertanya banyak pada tania tapi hanya di jawab seadanya oleh Tania


Seperti sekarang ini"Kalian masih kuliah?"tanya Aldi basa basi pada arah Tania


Tania hanya mengangguk dan mata nya menangkap seseorang yang dia cari"Na,itu bukan nya Intan ya"ucap Tania yang melihat Intan duduk tidak jauh dari meja mereka


"Tapi dengan siapa dia di sana"lanjut Tania dia tidak merespon pernyataan pertanyaan Aldi


Riki menahan tawa melihat sahabat nya di abai kan oleh seorang gadis,apalagi tampak gadis di hadapan nya masih berusia sangat muda, sedangkan Aldi ia tersenyum melihat tingkah Tania,dia merasa semakin penasaran dengan gadis di hadapan nya ini,baru kali ini ada seorang perempuan yang tidak melirik nya bahkan mengabaikan nya


"Iya Nia siapa lelaki itu"Rani juga melihat ke arah Intan


Aldi dan Riki pun melihat ke sumber pandangan Tania dan Rani


"Oehhh itu Fero,dia juga sahabat kami"jawab Aldi


"Tapi apa hubungannya intan sama laki laki itu, perasaan int6an tidak pernah cerita dia dekat dengan pria itu"tanya Tania penasaran


"Mungkin mereka juga baru ketemu sama seperti kita"jawab Aldi sambil tersenyum melihat Tania


Rani dan Riki masih sama,mereka diam terlihat mereka sama sama sibuk memainkan ponsel mereka masing masing


...----------------...


Hari pun sudah hampir sore,tamu tamu juga sudah meninggalkan rumah Vera


Davvien dan Vera sudah di persilahkan untuk duduk,Nyonya Andin membimbing menantu nya berjalan


Mereka berencana akan makan malam di rumah Vera sebelum kembali ke rumah Davvien,mereka tidak ingin menginap di hotel, Davvien meminta supaya langsung pulang ke rumah nya


~Bersambung


Sudah sampai disini dulu yaaa

__ADS_1


Like dan komen dong supaya author lebih semangat lagi nulis nya


Bagaimana ya vera akan mampu menghadapi sikap davvien,author jadi penasaran ni...


__ADS_2