Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Kebahagiaan berlipat ganda.


__ADS_3

Maaf ya para Reader baru sempat up, daerah ku banjir, jadi harus beres-beres takut air nya masuk ke dalam rumah.


Semoga masih ada dari kalian yang setia menunggu cerita ini up.


...🌷 HAPPY READING 🌷...


...----------------...


Ruangan yang semula nya penuh tangisan duka dan kesedihan, kini berganti dengan tangisan haru yang penuh kebahagiaan.


Setelah mengetahui bahwa sang istri benar-benar sadar bukan hanya sekedar mimpi bagi Davvien, dia langsung bangun dan merengkuh erat tubuh masih lemah itu.


Rasa bahagia di hati Davvien tidak mampu di gambar kan, ini adalah keajaiban yang Allah berikan, setelah di kabarkan sang istri dan anak semakin melemah, tapi pagi ini Vera membuka matanya kembali.


Davvien menenggelamkan wajah pucat pasi itu kedalam dada bidang nya, mencium puncak kepala Vera begitu lama.


"Sayang... akhirnya kamu bangun juga, tau kah kamu betapa aku sangat takut kehilanganmu, rasanya jiwa ku juga akan ikut bersama mu, berjanji lah kamu tidak akan meninggalkan ku"


Air mata mereka berlomba-lomba untuk tumpah, bahkan ingus mereka juga ikut keluar, dalam isak tangis keduanya sesekali terdengar suara ingus yang mereka hirup karna hampir keluar.


Vera hanya mengangguk, dia juga tidak akan bisa bila kehilangan Davvien dalam hidupnya.


Mengingat jika Vera masih menggunakan selang, Davvien melepaskan pelukan nya takut menyakiti Vera, dia pun langsung memanggil dokter.


Dokter Hendri dan Dokter Hana sekarang sedang menangani Vera, Dokter Hendri melepaskan selang dan seluruh alat yang menempel di tubuh Vera, setelah itu dia pun memeriksa keadaan pasien nya, seterusnya di ganti dengan Dokter Hana yang bertugas memeriksa kandungan Vera.


"Ini adalah mukjizat, dari kemaren keadaan Nona Vera tidak ada perkembangan apapun, tapi pagi ini Nona Vera sudah siuman"


Jelas Dokter Hendri sembari senyumnya mengembang di bibirnya.


"Iya Tuan Davvien, meski salah satu bayi dalam kandungan Nona Vera masih lemah, tapi dengan siuman nya Nona Vera dia bisa menambah asupan makanan, dan minum vitamin, saya yakin kedua anak dalam kandungan Nona Vera akan sehat kembali"


Davvien tersenyum ke arah Vera mendengar penjelasan dari kedua Dokter yang mengurus Vera selama dia tidak sadarkan diri.


Sedangkan Vera merasa heran dengan apa yang di bicarakan Dokter Hana, karna menyebutkan salah satu bayi dan ke dua bayi.


"Apa maksud salah satau bayi dan kedua bayi?"


Tanya Vera dengan suara serak dan juga lemah.


Davvien tersenyum, lalu mencium kepala Vera sebelum akhirnya menjelaskan pada sang istri.


"Sayang, ada kabar bahagia untuk mu"


Davvien menggantung ucapan nya sambil tangan nya memegang perut Vera.


"Di sini bukan hanya satu bayi sayang, tapi di sini ada dua bayi, anak kita kembar sayang"


Vera yang mendengar nya pun, langsung mendongak menatap mata Davvien.


"Apa kamu tidak berbohong sayang?"


Tnya Vera merasa tidak percaya dengan apa yang di dengar oleh nya.


"Iya sayang, kapan aku pernah berbohong padamu"


Matanya kembali berembun, dia langsung memeluk sang suami, menyalurkan rasa bahagia yang dia rasakan, Davvien pun membalas pelukan Vera, dia mengelus kepala Vera dengan begitu lembut.


Kedua Dokter di sana hanya tersenyum melihat momen mengharukan bagi pasangan suami istri romantis itu, mereka pun memilih keluar dari dalam ruang VIP tempat istri dari WILMAR di rawat.


Davvien melepaskan pelukan nya, tanpa sabar Davvien langsung mencium bibir Vera, tidak berfikir jika Vera sedang sakit, yang dia tau dirinya sangat rindu pada benda kenyal milik sang istri, Davvien terus ******* bibir pucat sang istri, dengan memegang tengkuk leher Vera agar ciuman mereka semakin dalam, Vera hanya pasrah membiarkan Davvien, namun dia tidak sanggup membalas ciuman yang di berikan sang suami, karna masih terlalu lemah.


Baru beberapa menit, tiba tiba pintu ruangan terbuka.


Masuk lah tn.diwan dan Mam Rani.Vera mendorong tubuh Davvien saat merasa jika ruangan mereka di masuki orang lain.


Dan benar saja, dia melihat Daddy nya berdiri menatap senang pada Vera, dan... seorang wanita yang sangat Familiar namun tidak Vera kenali, dia melihat jika wanita itu menatap nya dengan rasa haru, sambil mengeluarkan airmatanya.


"Daddy"


Ucap Vera yang merentang kan tangan pada Tn.Dowan.


Tn.Diwan pun langsung berjalan dan memeluk tubuh mungil Vera.

__ADS_1


"Syukur lah nak, kamu sudah sadar"


Ujar tn.Diwan mengelus lembut kepala Vera.


Sedangkan Mama Rina masih berdiri mematung melihat sang putri sudah membuka mata, akhirnya setelah sekian lama dia bisa melihat mata indah anaknya, air mata sudah bercucuran sedari tadi


Tn.Diwan yang menyadari itu langsung memanggil istrinya untuk mendekat.


"Sayang, kemari lah"


Panggil Tn.Diwan yang mendapat kan tatapan tajam dari Vera.


Dengan ragu Mam Rina mengangkat kaki untuk mendekati suami dan anaknya.


Davvien hanya diam, dia menggenggam tangan Vera, untuk menyalurkan kekuatan untuk Vera jika di butuhkan nanti saat mengetahui jika Mama dan kakak Vera masih hidup.


Sedangkan Vera menatap Tn.Diwan dengan tajam, dia ingin sang Daddy menjelaskan siapa wanita yang di panggil sayang oleh nya.


Saat terakhir mereka bertemu, umur Vera masih 5 tahun, jadi wajar jika dia tidak langsung mengenali sang Mama.


Kini Mama Rina berada tepat di hadapan Vera.


"Sayang, coba kamu lihat dengan teliti siapa dia, apa kamu masih mengenalnya?"


Tanya Tn.Diwan yang menyuruh Vera mengingat mama nya sendiri.


Vera yang penasaran dengan perkataan Daddy nya pun melihat dan meneliti setiap inci wajah wanita paruh baya di hadapan nya. Saat tatapan mereka bertemu.


Deggggg


Vera membekap mulut dengan tangan nya, air mata kembali tumpah, tubuh nya bergetar, terlihat jelas kedua bahu Vera terguncang begitu kuat, Davvien dengan sigap memegang kedua bahu sang istri agar lebih tenang.


"Ma-mama"


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Vera, Mama Rina yang mendengar anaknya menyebutkan namanya langsung memeluk sang putri.


"Putriku... anak ku, ini mama nak... ini mama mu, mama sangat senang karna kamu sudah sadar"


"Ma, Vera tidak bermimpi kan... sayang aku tidak mimpikan ini beneran mama ku kan?"


Vera bertanya pada Davvien, dia masih sedikit syok dan tidak menyangka jika dia bisa merasakan kembali hangat nya pelukan seorang ibu.


"Iya sayang, dia mama... mama yang juga sangat merindukan putrinya"


Vera kembali menenggelamkan wajahnya di dalam dekapan Mama Rina, mereka berpelukan begitu lama.


Setelah melepaskan rasa rindu yang masih memuncak, Vera memegang kedua tangan Mama Rina, tidak ingin jauh-jauh lagi dengan orang yang dia kira sudah tidak ada lagi.


Belum habis rasa bahagia di dalam hati Vera, tiba-tiba di balik pintu masuk lah seorang pemuda yang langsung menatap ke arah mereka.


Vera bingung, dia seperti pernah berjumpa dengan lelaki itu, tapi dia lupa di mana.


"Ma, apa benar Kia sudah sadar?"


Tanya Frans, meski sudah tau namun dirinya tetap bertanya.


Saat mendengar nama Kia, Vera baru ingat... jika lelaki itu bertemu dengan nya di loby kantor suaminya.


"Iya nak, kamu lihat sendiri dia sudah sadar"


"Siapa dia Ma?" Tanya Vera masih penasaran.


"Dia kakak mu nak, kakak yang selalu menjagamu, kakak yang selalu jail pada mu dan kakak yang selalu cemburu karna Daddy lebih sayang pada mu"


Jelas Mama Rina panjang lebar, Vera lagi-lagi merasa seperti memenangkan bertubi-tubi lotre, satu persatu kabar bahagia menghampiri nya setelah koma.


Ya begitu lah kehidupan, jika kita sabar dengan rasa sakit dan cobaan, insya Allah akan tergantikan rasa sakit itu dengan rasa bahagia yang tiada tara.


Rasa bahagia tanpa menderita tidak akan sempurna, karna dia meraih hasil tanpa berusaha, tapi jiak kita meraih hasil setelah perjuangan yang hebat, maka kebahagiaan itu jadi lebih berarti.


Allah punya cara sendiri, maka dari itu jangan pernah keluhkan sesuatupun yang belum sempat kamu raih.


Frans langsung melangkah mendekati Vera, dia pun memeluk adik nya itu, tidak perduli jika Davvien menatap mereka dengan berapi-api.

__ADS_1


"Kamu ingat kakak sayang?" Tanya Frans yang di angguki Vera.


Davvien langsung menghempaskan tubuh Frans, tidak ingin berlama-lama melihat istrinya di peluk oleh lelaki lain.


"Jangan lama-lama peluk istri ku"


Ucap Davvien dengan nada marah, sedemikian juga dengan Frans, dia juga berdecak kesal dengan sifat posesif Davvien.


"Dasar suami posesif"


Cibir Frans dengan melihat pada Davvein, namun Davvien bersikap cuek bebek, dia langsung membawa Vera ke dalam pelukan nya.


Semua orang yang ada di sana tertawa karna melihat tingkah Frans dan Davvien, sama sama seperti anak kecil.


"Wah, ada apa ini... kenapa kalian tertawa, apa ada kabar bahagia?"


Tanya Ny.Andin baru masuk bersama dengan suaminya.


"Eh kamu Andin, ini adalah hari paling bahagia untuk ku, karna anak ku sudah sadar"


Jelas Mama Rina yang langsung membuat Ny.Andin melangkah begitu cepat, menggeser kan Frans dan Davvien.


"Apa, anak ku sudah sadar... kenapa tidak ada yang memberi tahuku"


Kesal Ny.Andin, namun dia langsung memeluk sang menantu dan mencium seluruh wajah Vera.


"Maaf Din, kami saja baru tau jika putri kami sudah siuman"


Jawab Mama Rina merasa tidak enak pada besannya itu.


"Hey, dia anak ku juga... seperti kamu dia juga putriku"


Imbun Ny.Andin lagi merasa tidak terima jika Mama Rina hanya mengatakan jika Vera anak nya saja.


Mereka kembali tertawa saat mendengar perkataan Ny.Andin.


Dan pagi itu menjadi pagi yang begitu cerah bagi keluarga merek.


"Mah, Frans keluar sebentar ya"


"Iya nak, belikan makanan juga untuk adik dan adik ipar mu"


Perintah Mama Rani pada anak sulungnya.


"Ck, merepot kan"


Celetuk Frans sambil melirik pada Davvien, dia pun melangkah menuju pintu, tapi saat membuka pintu Frans bertabrakan dengan seorang wanita yang tak lain adalah Itan.


Intan hampir saja terjatuh karna menabrak tubuh Frans, untung engan sigap Frans menangkap tubuh Intan, hingga mereka terlihat seperti berpelukan.


Saat tatapan mereka bertemu, tiba-tiba seorang datang langsung menarik kasar tangga Intan.


"Lepaskan"


.


.


.


.


.


.


.


~BERSAMBUNG


Malam ini cukup sampai di sini dulu ya, maklum capek banget dari tadi sibuk ngurusin banjir.


Maaf jika kalian tidak puas🙏😪.

__ADS_1


__ADS_2