
Sore hari, Vera yang masih setia memejamkan mata pun akhirnya menggeliat, dengan perlahan wanita baru melahirkan ini membuka matanya, diapun melihat jam di dinding menunjukkan pukul lima sore.
Tanpa ragu Vera langsung membangun kan sang suami.
"Sayang bangun, solat asar dulu" ucap Vera dengan suara khas bangun tidur, dia menggoyangkan sedikit tubuh Davvien.
Ayah dari dua anak ini pun menggeliat saat merasakan ada yang menggoyang kan badan nya.
"Ada apa sayang?" tanya Davvien juga dengan suara serak.
"Solat asar dulu!" jawab Vera, dia mengusap wajah sang suami dengan sebelah tangan nya, kemudian dia pun mencium sekilas bibir Davvien.
Davvien semakin nyaman dengan posisi saat ini.
"Ayo bangun sayang, nanti waktu ashar nya habis loh!" peringat Vera lagi.
"Heumm!" Davvien akhirnya bangun, sebelum turun dari ranjang ayah dari bayi kembar ini pun mencium seluruh wajah Vera terlebih dahulu.
Cup....
Turun dari sana dia mendekati dua box yang di tidurkan kedua anaknya, Davvien pun mencium Syakir dan Syakira secara bergantian, kemudian diapun berlalu masuk ke dalam kamar mandi guna untuk membersihkan dirinya dan wudhu untuk melaksanakan kewajiban nya.
Vera merapikan kembali kasur nya, melihat kedua bayi nya masih tertidur pulas, Vera pun memilih keluar dari dalam kamar.
Kaki nya di ayunkan menuju dapur, sampai di sana Vera melihat Intan dan bi Aini sedang masak bareng.
"Masak apa ni Tan, Bi?" tanya Vera yang baru tiba.
"Eh Ra, ini masak untuk makan malam!" jawab Intan.
"Maaf ya Tan, bi, aku baru keluar, tadi si kembar nangis jadi setelah aku meniduri mereka, aku pun ketiduran!" ujarĀ Vera, meski dia adalah tuan rumah, ibu dari bayi kembar ini tetap merasa tidak enak.
"Sudah nak Vera, lebih baik kamu urusin mereka berdua saja!" jawab bi Aini.
"Iya Ra, lagian memasak kan memang bukan tugas kamu!" timpal Intan.
Vera pun tidak tau harus berkata apapun lagi, hingga suara sang suami memanggil nya dengan membawa Syakir.
"Sayang kamu di mana, Syakir terbangun dan menangis ni!" panggil Davvien dari atas.
__ADS_1
"Seperti nya Syakir sudah bangun, aku mandikan mereka dulu ya, Bi, Intan!" celetuk Vera langsung bergegas naik ke atas.
Sampai di sana dia pun langsung menyusui Syakir, selesai Davvien solat asar, papa dan mama baru pertama kali mengurus bayi pun memandikan putra dan putri mereka.
...----------------...
Setelah selesai makan malam, Intan pergi ke dalam kamar baby, Intan meminta Vera untuk membawa Syakir dan Syakira ke dalam kamar merek sendiri, karna Intan merasa tidak enak jika masuk ke dalam kamar Davvien dan Vera.
Davvien dan Fero sedang berada di dalam ruangan kerja saat ini.
Kini Vera dan Intan sedang duduk bersama dengan keadaan memangku si kembar.
"Ra, apa kamu sering mengalami mual waktu pagi, aku kenapa sering banget ya!" tanya Intan tentang pengalaman Vera.
Istri dari Davvien inipun sedikit tersenyum dia pun menjawab. "Itu morning sickness Intan, tapi untung nya aku tidak mengalaminya!" jelas Vera.
"Kamu bisa konsul ke Dok.Hana saat check up, mungkin dia ada obat pereda mual!" lanjut Vera lagi.
Dua bayi gembul itu sama sama terjaga, mereka hanya diam mendengarkan pembicaraan mama dan aunty nya.
Syakir yang berada dalam pangkuan Intan, tangan nya bergerak-gerak pada perut Intan.
Syakir hanya menatap saat Intan berbicara, kemudian bayi boy itupun tersenyum.
"Ih... gemes banget sih ponakan aunty ini!" Intan mencium Syakir bertubi-tubi membuat anak sulung Davvien dan Vera semakin tertawa.
Davvien dan Fero selesai dari ruangan pekerjaan, keduanya pun pergi ke dalam kamar si bayi.
"Belum tidur dek!" ujar Davvien pada ke dua anak nya.
Intan yang paham pun langsung keluar dari sana, sudah ada Fero yang mengulurkan tangannya pada istri nya itu.
"Aku ingin makan sesuatu!" ucap Intan yang bergelayut manja di lengan kekar Fero.
"Mau makan apa heum?" tanya Fero langsung mencium kening sang istri.
"Mau nya mangga muda, rasanya pasti sangat enak, membayangkan nya saja sudah membuat aku ngiler!" jawab Intan membuat Fero mengerutkan keningnya.
"Kenapa ingin makan mangga muda malam-malam seperti ini?" protes Fero.
__ADS_1
"Jadi nggak mau beli ni!" Intan langsung melepaskan tangan Fero, wanita sedang hamil muda itupun langsung merasa sedih saat apa yang dia inginkan tidak terpenuhi.
"Bukan seperti itu sayang! oke, aku akan mencari nya!" ujar Fero membuat Intan kembali tersenyum.
"Terima kasih sayang!" ujar Intan kembali kegirangan.
"Tadi dia bahkan hampir menangis, dan sekarang, dia malah tersenyum senang seolah tidak ada apa-apa!" batin Fero, dia merasa bingung melihat tingkah aneh sang istri saat ini.
"Kenapa malah menatap ku seperti itu, apa kau melihat mangga muda di wajah ku?" tanya Intan kini dengan mode jutek.
Fero tersadar dia pun segera menyeka ucapan sang istri.
"Tidak sayang, akan ku carikan sekarang!" ucap Fero langsung berlalu dari hadapan Intan.
"Hei, kenapa dia selalu saja berlalu tanpa mencium ku, sangat tidak romantis!" cemooh Intan kepada suami kaku nya itu.
...----------------...
Setelah menunggu satu jam, akhirnya Fero kembali dengan membawa mangga muda dalam plastik.
Intan yang sedang berada di ruangan tamu langsung kegirangan melihat apa yang di bawa sang suami.
"Ini mangga nya sayang!" ucap Fero memberikan plastik yang berisi mangga muda tersebut kepada Intan.
"Terimakasih my husband ku tercinta...!"
Cup...
.
.
.
.
~Bersambung
Jangan lupa like, komen dan Vote ya Reader ku tersayang.
__ADS_1