Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Marah


__ADS_3

Setelah kepergian Riko, Vera juga ikut keluar dia menghela nafas karna berhasil membuat Riko tidak jadi mengantar nya,saat hendak melangkah


"Nona"Langkah Vera terhenti,dia pun membalikkan badan nya,Vera membelalakkan mata nya melihat orang yang memanggil nya


"Kamu,ngapain kamu disini"Tanya Vera pada orang itu yang ternyata adalah Fero,Vera celingak-celinguk melihat ke belakan Fero dia takut kalau Davvien melihat nya bersama Riko


"Tuan ada pertemuan dengan kliyen tadi di sini nona"


"Lalu tuan mu mana"Tanya Vera yang masih belum melihat Davvien


"Tuan menunggu di mobil nona,mari anda harus pulang sekarang"Fero pun melangkah pergi


"Tapi,ishhh kaku banget sih tu orang"Ucap Vera sebel dia pun mengikuti langkah Fero


"Tapi mereka melihat ku bersama Riko tidak ya"Gumam Vera


"Eh tunggu tunggu"Vera menghentikan langkah Fero


"Sejak kapan kalian disini"


"Setelah anda masuk dengan teman anda nona"


"Jadi Davvien melihat ku dengan Riko"


"Benar nona"Fero pun melanjutkan langkah nya kembali,saat sampai pada mobil nya,Fero membuka pintu untuk Vera


Vera masih berdiri mematung pada tempat nya,bagaimana pun dia merasa tidak enak dalam hatinya,ada rasa bersalah pada Davvien meski pun Davvien sangat menjengkelkan tapi dia tetap suami nya,Vera berfikir Davvien pasti merasa tidak di hargai sebagai suami


"Mari nona"Vera tersadar dari lamunan nya saat Fero memanggil nya yang sudah membukakan pintu mobil untuk nya


Vera pun melangkah,dengan perasaan nya tidak menentu antara merasa bersalah dan menyesal dia pun masuk ke dalam mobil,sudah ada Davvien di sana dengan wajah berekspresi datar


Mobil pun berjalan,Vera melihat ke arah Davvien yang diam menatap ke depan


"Laki laki ini meskipun menyebalkan tapi dia baik juga mau mengajak ku pulang bersamanya,aku jadi tidak enak"Batin Vera


Seperti tau isi pikiran Vera Davvien menjawab


"Jangan merasa senang karna Fero mengajak mu pulang bersamaku,itu karna aku tidak mau di salah kan oleh Mommy dan keluarga mu jika kamu mati"Davvien mengatakan tanpa melihat ke arah Vera


Sedangkan Vera merasa sangat kesal dengan perkataan Davvien


"Dasar,aku tidak jadi merasa bersalah,heuh"gerutu Vera dalam hati

__ADS_1


Fero menyunggingkan senyumnya di bibir nya mendengar perkataan Davvien,yang tidak ingin terlihat baik di depan Vera


"Heumm Tuan kenapa kalian pulang cepat sekali?"Tanya Vera pada Fero


Fero melihat Vera di kaca spion dalam mobil,Fero mengira jika Vera bicara pada Davvien"Hey kenapa cuma menatap ku,aku berbicara pada mu,kamu kira aku mengerti dengan tatapan mu itu"


"Nona bicara pada saya?"


"Iya pada mu lah,kalau aku bicara pada orang di sebelah ku ini sampai kucing bertanduk pun tidak akan di jawab"Vera melirik ke arah Davvien, sedangkan orang yang di lirik hanya diam


"Panggil saya Fero nona"jawab Fero masih fokus menyetir


"Mana bisa,kau kan lebih tua dari ku itu tidak sopan nama nya,aku akan panggil kak Fero saja ya"ucap Vera tersenyum manis


Fero yang melihat senyuman Vera melalui spion pun tertegun"Nona kalau senyum ternyata sangat manis"batin Fero


"Terserah nona"


"Tadi aku bertanya kenapa kalian pulang cepat"Tanya Vera lagi yang tidak bisa diam


"Ada urusan lain yang harus kami kerjakan nona"jawab Fero mereka berbicara seolah cuma mereka berdua yang ada di dalam mobil itu,Davvien ntah apa mereka anggap


"Urusan apa"Tanya Vera lagi yang penasaran,sifat cerewet Vera mulai kambuh


"Oehhh memang nya urusan penting nya di lakukan di rumah"Tanya Vera lagi


"Shut up"Davvien yang sudah bosan mendengar ocehan Vera bersuara


Seketika Vera dan Fero terdiam,dalam sekejap suasana di dalam mobil sangat tegang,hawa dingin menyeruak masuk ke dalam mobil,bagaikan mereka berjalan di pergunungan es,tidak ada lagi yang bersuara.Vera hanya menghujat Davvien di dalam hati


Tak berapa lama mereka pun sampai di depan rumah,Fero turun membukakan pintu mobil untuk Tuan berserta sahabat nya itu,Davvien langsung turun,Vera pun ikutan turun dari mobil tanpa menunggu Fero membukakan pintu untuk nya


Davvien melangkah masuk meninggalkan mereka berdua,terlihat wajah Davvien yang memerah menandakan Davvien sedang kesal banyak hal yang membuat Davvien marah,melihat Vera bersama lelaki lain,meski pun Davvien tidak mencintai Vera tapi bayangan masa lalunya kembali hadir,dia juga merasa tidak di hargai sebagai laki laki


Sedangkan Vera menghampiri Fero"Kak Fero itu pria mematikan kenapa ya,memang dia nggak bisa apa dalam sehari saja tidak menunjukkan wajah marah nya"Tanya Vera heran dengan sifat Davvien


Fero hanya diam sambil terus melangkah ikut masuk ke dalam rumah,Vera pun terus mengikuti nya


"Dia itu terlalu dingin,kaku bicara saja jarang,sama seperti kak Fero juga kaku,tapi kakak setidak nya mau bicara,tapi dia hidup nya terlihat sangat membosankan.haha"Vera menertawakan Davvien dia tidak habis fikir ada manusia yang hidup nya sangat pelit bicara yang hoby nya marah mulu


"Mungkin dia kesal karna melihat nona bersama teman nona di restoran tadi"Jawab Fero tampa menoleh pada Vera


Seketika Vera menghentikan tawanya,rasa bersalah kembali meliputi hati Vera

__ADS_1


"Untuk apa marah,aku kan istri yang tidak di anggap"Tanya Vera lagi


Fero menghentikan langkahnya"Mungkin dia merasa tidak di hargai sebagai laki laki nona,mungkin karna kejadian tadi mengingatkan nya tentang masa lalu nya,tolong nona jangan buat dia kembali terpuruk dalam masa lalunya"Setelah mengatakan itu Fero pun berlalu


Vera tercengang mendengar penuturan Fero


"Kenapa dia marah,kan dia sendiri yang bilang kalau tidak mengurusi urusan satu sama lain,dan tentang masa lalunya memang nya aku tau"Gumam Vera sendiri,dia pun melangkah menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamar


...----------------...


Sedangkan Davvien,dia langsung masuk ke dalam kamar mandi


Davvien mengguyur kan dirinya di bawah shower, mendinginkan kepalanya yang terasa memanas,bayangan beberapa tahun silam kembali melintas di pikiran nya


Bukan karna dia peduli pada Vera tapi karna dia melihat Vera bersama orang lain saat Vera sudah status sebagai istrinya


Beberapa saat pun Davvien menyelesaikan ritual mandi Davvien keluar,persetanan dengan Vera Davvien tidak mau memikirkan nya lagi,dia akan fokus pada misi nya nanti


Flashback on


Setelah bertemu dengan kliyen di restoran,mereke melanjutkan rapat pribadi


"Tuan,ada kelompok Mafia dari negara D yang ingin menjual barang nya kepada kita dengan harga murah,kita bisa membelinya dan nanti kita jual lagi dengan harga yang lebih mahal"Jelas Fero


"Baik,malam ini kita ke markas"


"Baik"Mereka ahirnya keluar dan pada saat di depan restoran mereka melihat Vera di sana


"Tuan,apa kita antarkan nona dulu ke rumah,sepertinya dia belum memesan taksi"usul Fero pada Davvien


Davvien berfikir bahwa dia tidak menyediakan mobil untuk Vera,dan dia tidak melihat Vera memakai ponsel"Terserah kau saja"dia pun melangkah masuk ke dalam mobil


Fero menghampiri Vera dan mengajak nya pulang bersama


Flashback off


Davvien sudah siap untuk pergi,saat dia keluar dari kamar bersamaan dengan Vera yang juga keluar dari kamar nya


Davvien seperti biasa cuek bahkan tidak perduli,Vera melangkah cepat


"Tuan anda mau kemana,anda mau makan apa,pulang jam berapa aku akan memasak banyak untuk makan malam nanti"Tanya Vera beruntun pada Davvien


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2