
Setelah selesai makan malam, mengajak Syakira masuk ke dalam kamar, dengan alasan nya lelah. Niat nya ingin membawa wanita itu langsung ke kota nya dia urungkan karna Davvien dan keluarga nya tidak mengizinkan. Mereka meminta agar besok hari mereka baru terbang ke sana.
"Apa tidak sebaiknya kamu menetap di sini saja, Nak? Papa juga punya perusahaan yang lain di sini?" tanya Davvien pada menantu nya itu.
"Kalau di izinkan, saya ingin mengajak Syakira untuk tinggal di sana, karna di sana saya juga harus mengurus perusahaan Papa saya, Pa!" tolak Syakir dengan sopan. Padahal dalam hati nya sudah berbagai sumpah serapah dia lontarkan untuk mertuanya itu.
__ADS_1
Davvien menarik nafas panjangnya "Huf ... Baiklah, tapi kamu harus berjanji untuk menjaga putri kami dengan baik!" seru Davvien hampir seperti meminta.
Keluarga lainnya hanya diam melihat mertua dan menantu sedang bernegosiasi tentang tempat tinggal. Syakira hanya diam, hati nya sungguh sangat berat karna barus berpisah dengan keluarga yang penuh kehangatan itu.
Selesai berbincang, semua inginĀ masuk ke dalam kamar. Karna mengingat Syakira akan di bawa oleh suaminya esok hari, semua keluarga memilih untuk pulang ke mansion Wilmar.
__ADS_1
"Nak, bawa masuk suami mu ke dalam kamar!" seru Ny. Andin pada cucunya.
Baca selengkapnya di
__ADS_1