
...**Kehidupan bagaikan roda berputar, kadang di atas kadang di bawah. Sedemikian dengan nasib seseorang, terkadang senang terkadang susah, terkadang bahagia, terkadang juga menderita....
...Akan ada mentari setelah langit mendung, akan ada secercah harapan untuk bahagia setelah tangisan yang pecah....
...Percaya atau tidak nya, kebahagiaan dan penderitaan, mereka akan selalu datang pada waktu yang berbeda, kita juga tidak bisa mengubah nasib kesedihan atau kebahagiaan seseorang....
...Saat kita merasakan kebahagiaan, kadang tanpa kita minta penderitaan hadir dan mengganti kan kebahagiaan yang kita rasakan**....
...Begitu pun dengan sebaliknya, bukan berarti saat penderitaan menerpa dia tidak akan usai, dia pun juga ikut tergantikan dengan kebahagiaan yang tidak pernah kita duga....
...Intinya selama kita masih bernafas, penderita dan kebahagiaan akan selalu menjadi bumbu pelengkap kehidupan kita....
...Maka dari itu jangan pernah menyerah di saat penderitaan menghampiri kita, juga jangan lupa diri saat kebahagiaan menyapa....
...🌷 HAPPY READING 🌷**...
...----------------...
Keadaan keluarga Wilmar dan juga keluarga Prasetyo sedang di liputi kebahagiaan, pasalnya mereka akan segera mendapatkan tamu kecil yang akan meneruskan dari ke dua keluarga tersebut.
Mereka begitu peduli pada bumil, menjaga, dan juga merawat nya dengan sangat baik.
Davvien sang calon ayah juga tidak pernah lalai, selama istrinya hamil dia tidak pernah meninggalkan Vera kemanapun pun.
Sudah seminggu sejak di kabarkan istrinya hamil, Davvien tidak pernah pergi ke kantor, dia hanya mengandalkan Fero. Tapi Davvien juga selalu mengontrol nya dari rumah
Fero selalu mengirim data data pada Email Davvien, intinya Davvien bekerja dari rumah.
Begitu pun dengan Vera, dia belum di izin kan suami nya untuk pergi ke kampus, dan Vera pun sekarang lebih fokus membuat skripsi nya.
Davvien selalu lengket pada sang istri, jika kebanyakan istri hamil yang manja dengan suaminya, maka berbeda dengan pasangan ini. Dia yang bahkan sangat manja pada istrinya, beruntung Vera tidak terlalu ngidam, hanya setiap pagi dia pusing dan juga mual, dan dia juga belum bisa makan nasi, Vera hanya mengkonsumsi buah segar dan juga susu hamil.
Tingkat manja Davvien bukan main, Vera bahkan selalu menemani sang suami saat Davvien di ruang kerja, seperti saat ini Vera berada di pangkuan Davvien.
Cup,,,,
"Sayang, jangan di cium melulu dong, kamu fokus saja pada pekerjaan mu"
Protes Vera karna Davvien selalu mencium pipi nya, Vera menyandarkan kepalanya pada pundak Davvien, karna bosan dia hanya memainkan tangan nya di dada sang suami, ya seperti ini lah keadaan selama seminggu mereka berada di rumah, kadang Davvien menggempur Vera tanpa perduli meski waktu siang.
"Kau diam lah sayang, jangan mengerakkan badan mu, tangan mu juga jangan nakal ya, nanti aku akan kembali membuat mu tidak berdaya di bawah kungkungan ku"
Ucap Davvien tersenyum, sambil tangan nya terus mengotak-atik laptop di hadapannya.
"Habis nya aku bosan, kau tidak membiarkan ku bahkan untuk turun"
"Aku nggak mau jauh darimu sayang"
__ADS_1
Cup..
"Sayang, turun kan aku dulu, aku mau membuatkan kopi untuk mu"
Pinta Vera yang sudah jengah duduk di pangkuan Davvien, di tambah lagi tuan J suaminya selalu menusuk-nusuk bok*ng nya, padahal mereka baru melakukan pergulatan panas, tapi tuan J suaminya seakan tidak pernah lelah.
"Tidak perlu sayang, jika aku mau nanti aku akan menyuruh pelayan membuat kopi untuk ku"
"Jadi kamu lebih suka kopi yang di buatkan pelayanan dari pada aku, aku juga ingin melayani suami, aku ingin menjadi istri yang baik, ingin seperti istri pada umumnya, membuat kopi untuk mu, membuat sarapan pagi, makan siang, makan malam, aku ingin merasakan semuanya"
Vera langsung mengerucutkan bibirnya.
Davvien melihat Vera, dia pun tersenyum. Tingkah istri nya selalu menggemaskan, apalagi akhir-akhir ini Vera sedikit sensitif mungkin efek dari sang jabang bayi.
"Bukan begitu sayang, aku hanya tidak ingin kamu kenapa-kenapa, bagi ku kau telah menjadi istri yang sangat baik"
"Memang aku akan kenapa, aku akan hati hati aku akan turun melalui lift"
Vera masih dengan wajah dongkol nya.
"Hei kau seperti anak kecil saja"
Davvien menarik pelan hidung istrinya.
"Iya iya bidadari ku, kau boleh membuat kan kopi untuk ku"
Sedangkan Vera langsung tersenyum senang, dia turun lalu mencium pipi sang suami.
Cup
"Tunggu sebentar ya"
Vera pun berjalan meninggalkan ruangan kerja suaminya, Davvien menggeleng kepala melihat tingkah Vera, diapun kembali fokus pada pekerjaan nya.
Beberapa saat Vera pergi, tiba tiba ponsel milik Davvien berbunyi menampilkan nomor tidak di kenal melalui via WhatsApp, Davvien melirik dia pun melihat foto profil penelpon, Davvien menaikkan alisnya sebelah, dia seperti mengenali foto yang muncul di panggilan masuk itu, tapi dia tidak sepenuhnya ingat, Davvien pun mengabaikan panggilan tersebut tidak berniat menjawab.
Ponsel Davvien kembali berdering dengan penelpon yang sama, karna penasaran dia pun mengangkat telpon tersebut.
"Hekhem, dengan siapa ini?"
Tanya Davvien tanpa basa-basi.
"Apa kabar tuan Davvien"
Deg,,,,,,deg,,,,deg,,,,
Suara penelpon begitu di kenali Davvien, meski sudah lama namun suara lembut dan manja itu masih bisa Davvien kenali, dia melihat kembali gambar yang menjadi foto profil si penelpon, setelah melihat nya dengan detail ternyata benar dia sangat mengenali orang tersebut.
__ADS_1
"Halo, kenapa anda diam apa anda sudah lupa dengan suara saya"
Davvien tidak tau harus menjawab apa, dia kehilangan kata kata, tidak pernah terpikirkan atau berharap orang itu akan kembali menghubungi nya atau mendekati nya lagi, dia pun terus berfikir bagaimana bisa orang itu mendapat kan kontak nya.
"Halo"
Ucap si penelpon lagi, Davvien pun tersadar dari pikiran nya.
"Ada apa?"
Tanya Davvien datar, dia sama sekali tidak tertarik untuk bicara sama orang tersebut.
"Apa aku tidak boleh menghubungi mu?"
"Jika tidak ada yang penting ku harap ini yang terakhir kali kau menghubungi ku, dan jangan pernah mengganggu ku"
Davvien langsung memutuskan sambungan nya, dia pun memblokir kontak tersebut, sungguh Davvien tidak ingin orang tersebut kembali mengganggu kehidupan nya.
Ceklek....
Davvien mengangkat kepalanya melihat sang istri yang tersenyum pada nya, Vera masuk dengan membawakan nampan berisi satu cangkir kopi, segelas susu, cemilan dan sepiring buah buahan segar yang telah di potong potong.
"Maaf ya sayang, aku sedikit lama, aku membuatkan susu dan memotong buah"
"Sini sayang"
Davvien tersenyum, dia pun menyuruh Vera untuk kembali duduk di pangkuan nya.
Cup,,
"Aku yang harus minta maaf, karna telah melupakan kalau kamu dan dede bayi nya lagi haus dan lapar"
Davvien mengelus perut Vera yang masih rata.
"Tidak apa sayang, kan kamu lagi kerja"
Davvien mengangkat Vera untuk duduk di sofa, dan dia pun meminum kopi buatan sang istri yang terasa pas di lidah nya, Vera pun meminum susu hamil nya, tapi Vera melihat kalau Davvien terlihat aneh, Vera menangkap kalau suaminya itu sedikit dingin dan kaku.
...----------------...
Sedangkan di sebuah ruangan kerja, seseorang menatap keluar bangunan, dengan menggenggam ponsel di depan dada nya, dia pun tersenyum.
"Ternyata kamu masih kenal dengan suara ku"
Orang tersebut bergumam sendiri dengan senyuman masih merekah di bibirnya.
"Tunggu sebentar lagi kita akan bertemu"
__ADS_1
~Bersambung