
...Malam pengantin adalah malam paling bahagia bagi setiap pasangan suami istri....
...Malam di mana mereka akan saling memadu kasih, menyatukan hati dan raga mereka, pada malam tersebut pasangan yang sudah halal pun saling menyerahkan kebanggaan mereka kepada pasangan mereka sendiri....
...----------------...
Fero dan Intan sudah berada di dalam kamar hotel, para tamu sudah pulang, keluarga pun juga ikut pulang setelah makan malam bersama.
Intan sedang duduk di pinggir tempat tidur, rasanya jantung Intan malam ini terasa berdetak lebih kencang.
Fero mendekati Intan, dia pun meraih dagu sang istri dan menatapnya dalam-dalam.
"Kenapa wajahmu tegang sekali?" tanya Fero.
"Aku-aku...!"
"Kalau kamu belum siap, aku tidak akan memaksa mu!" ujar Fero yang tidak mau membuat sang istri merasa tertekan.
"Bu-bukan Kak, aku hanya merasa gugup!" Intan dengan begitu cepat menyeka ucapan Fero, membuat sang suami mengulum senyumnya.
"Aku tau perasaan mu, aku akan melakukan nya dengan lembut sayang!" kata kata Fero bagaikan menghipnotis Intan, wanita yang masih di baluti gaun pengantin itu sekarang sudah pasrah.
Fero mendekatkan bibir keduanya, lalu mencium dengan begitu lembut bibir sang istri.
Intan seolah hanyut dalam ciuman Fero, tanpa sadar dia mengalungkan tangan di leher Fero.
Setelah sedikit lama berciuman, Fero melepaskan nya.
"Lebih baik kita mandi dulu!" ucap Fero dengan suara parau nya.
kedua pipi Intan kembali bersumbu merah karna terlihat tidak sabaran, dia pun langsung berlari ke dalam kamar mandi tanpa membawa satu kain pun.
...----------------...
Sedangkan di sebuah kamar, tepatnya di kamar Davvien dan Vera, calon ayah dari kedua bayi yang sedang di kandung Vera ini terus mondar mandir di depan dinding kaca.
__ADS_1
Dia merasa tidak tenang karna malam ini adalah malam pertama bagi Fero, dia tau asisten nya itu belum pernah menyentuh wanita, jadi dia sangat takut jika Fero gagal melakukan malam pertama.
"Sayang, duduk lah, kenapa kamu terus mondar mandir, seperti ini?"
"Sayang, aku tau kutu kupret tidak tau apa-apa, aku tidak ingin dia gagal melakukan malam pertama yang begitu indah!" jawab Davvien yang sesekali berhenti dan mencium kepala Vera, lalu melanjutkan lagi langkah nya yang mondar-mandir tidak jelas.
"Untuk apa kamu memikirkannya, Kak Fero pasti sudah paham!" timpal Vera, namun Davvien masih tidak menggubris ucapan sang istri.
"Aku tau dia sayang, dia pasti tidak mengerti apapun!" lanjut nya lagi.
Davvien terus memikirkan cara, dia pun mengambil ponsel nya lalu mengirim kan pesan untuk asisten sekaligus sahabat nya itu.
...----------------...
Sementara Davvien sedang mengetik pesan nya, Fero dan Intan sudah sama-sama selesai mandi, Intan merasa malu karna kecerobohan nya melupakan pakaian ganti nya, hingga harus meminta tolong pada Fero.
Namun, Fero masuk dengan membawa handuk ke dalam kamar mandi, dia pun membaluti tubuh sang istri menggunakan handuk tersebut.
"Kenapa Kakak masuk?" tanya Intan yang merasa malu.
"Kamu jangan memakai baju lagi ya...!" ucap Fero dengan senyuman mesum nya.
"Apa aku boleh meminta hak ku?" tanya Fero malu-malu, Intan pun juga dengan malu-malu mengangguk kan kepalanya.
Setelah mendapat kan izin, yang pertama dia lakukan adalah mencium kening intan, kemudian turun pada mata, pipi, hidung sampai di bibir ranum milik sang istri. Akhirnya mereka pun saling bertukar saliva.
...----------------...
Tidak ada balasan dari Fero, dan pesannya juga masih abu-abu pertanda jika Fero belum melihat isi pesan yang dia kirim kan, yang menurut Davvien sangat lah penting.
Karna merasa di abaikan oleh Fero, Davvien pun berniat untuk menelpon Fero.
Vera yang melihat nya pun hanya menggeleng kan kepala, dia ingin mencegah, namun percuma karna Davvien adalah orang yang keras kepala.
Fero dan Intan sudah sama-sama berkabut gairah, dengan lembut Fero merebahkan tubuh Intan, saat ingin merangkak ke atas tubuh Intan, tiba-tiba.
__ADS_1
Gring....gring... gring....
Suara handphone Fero di atas nakas, Fero yang sudah siap tempur harus menarik nafas nya dan membuang nya dengan kasar, dia pun berbalik dan mengambil benda pipih tersebut, dia ingin tau siapa pengganggu malam pengantin nya itu..
"Iya Vien ada apa?" tanya Fero kepada Davvien setelah mengangkat panggilan dari bos sinting nya itu.
" Kenapa kamu tidak melihat pesan ku, aku cuma mau bilang kalau kamu harus memabaca pesan ku terlebih dahulu, supaya kamu mengerti!" ujar Davvien dari seberang, setelah itu, Davvien pun langsung mematikan sambungan nya.
Fero yang penasaran pun melihat isi pesan yang dikirim kan Davvien untuk nya.
Davvien ✉️: Lakukan pemanasan dulu sebelum melakukan nya, agar mudah untuk menembusnya, dia baru ini pertama kali, jangan lakukan dengan kasar,tapi lakukan lah dengan sangat lembut, hingga dia tidak akan merasakan kesakitan melainkan kenikmatan.
Fero mengerutkan keningnya melihat pesan dari bos sinting nya itu.
"Apa dia sedang mengajarkan ku, dia kira aku tidak paham hingga harus dia jelaskan dengan begitu detail!" batin Fero.
Fero meletakkan gawai tersebut, kemudian dia kembali mendekati Intan, Fero melihat Intan yang terbaring pasrah di atas tempat tidur, membuat nya tersenyum dan ingin cepat-cepat membuat Intan di bawah kungkungan nya.
Fero kembali tersenyum, dia pun ingin kembali menaiki tubuh Intan, tapi baru saja ingin naik, tiba-tiba.
Gring...gring...gring...
.
.
.
.
~Bersambung
Maaf ya baru up, lagi fokus berobat, maklum ya para Reader ku.
Jangan lupa like, komen dan juga vote nya jangan lupa.
__ADS_1