Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Promosi Novel Baru.


__ADS_3

Halo para Reader ku tersayang 🥰, apa kabarnya ini. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan juga kebahagiaan untuk kita semua.


Oh ya, author datang lagi nih, mau promosi kan karya yang ke dua. jika kalian tertarik, langsung klik profil author, dan langsung singgah di cerita nya Nabil dan Faris.


Di mulai dari seorang lelaki yang memang suka sebuah tantangan, dan juga taruhan. Hingga dia tanpa sengaja bertemu dengan seorang perempuan yang menurutnya aneh dan juga buruk rupa.


Hampir setiap pertemuan mereka karna insiden kecelakaan, hingga membuat Faris penasaran dengan sosok Nabil yang tidak pernah menatap dirinya setiap kali bertemu.


Hingga para sahabat nya menantang Faris dan membuat taruhan untuk Faris bisa mendapatkan wanita bercadar tersebut, Faris hanya tersenyum sinis, dia merasa tantangan nya begitu mudah, hanya menaklukkan seorang perempuan. Tentu saja dia bisa, karna selama ini tidak ada yang bisa menolak pesona sang pewaris tunggal.


Tapi, keyakinan Faris perlahan memudar, saat Nabil menolak dirinya, hingga dia harus bersabar mengikuti keinginan Nabil, Faris pun berusaha mengambil hati Nabil dengan setiap hari berangkat jamaah ke masjid, supaya Nabil terkesan.


...----------------...


"Ukhti, saya ingin menanyakan jawaban anda!" ucap Faris membuka pembicaraan setelah sempat diam beberapa saat.


"Jawaban?" tanya Nabil bingung, alis nya pun terangkat sebelah.


"Menikahlah dengan saya!" ucap Faris dengan begitu serius.

__ADS_1


Deggggggg


Jantung Nabil langsung memompa tak karuan, perasaan gugup pun semakin melanda.


"Maaf, tapi apa Tuan yakin dengan ucapan anda?" tanya Nabil memastikan.


"Sangat yakin!" jawab Faris dengan begitu lantang.


"Tapi anda belum melihat wajah saya!" timpal Nabil lagi.


"Bagi saya, rupa bukan lah yang utama. Karna saya memang ingin menjadikan mu sebagai makmum saya!" tukas Faris dengan begitu yakin. Ntah dari mana dia mendapatkan kata-kata seperti itu.


Sedangkan Nabil langsung merasa bimbang, Pikiran nya langsung saja mengarahkan pada ucapan sang ummi Tempo hari, yang menginginkan dirinya segera menikah.


Tapi Nabil ragu, satu sisi dia ingin memiliki suami seorang ustadz, tapi sampai saat ini dia tidak dengan ustadz mana pun terkecuali ustadz Amir yang sekarang menjadi tunangan sahabat nya itu.


"Dengar, dari pertama kali aku melihat mu, aku sudah tertarik dan juga merasa kagum dengan dirimu, dan aku sadar kalau aku sudah mencintai mu!" lanjut Faris, merayu Nabil seolah sudah berlatih dengan waktu lama, karna memang Faris bukan lah tipikal orang yang pandai merayu dan merangkai kata-kata indah. Dia hanyalah lelaki dingin, kaku, cuek, dan tidak berperasaan.


"Jadi bagaimana, apa kamu menerima ku?" tanya Faris mendesak.

__ADS_1


Faris yakin, jika caranya kali ini akan segera membuahkan hasil, Nabil akan menerima dirinya. Mengingat selama ini tidak ada wanita yang mampu menolak pesona dan juga karisma seorang Faris Bagaskara. Terlebih dia sudah mengeluarkan rayuan yang menurutnya sudah luar biasa.


Banyak perempuan yang mengemis cinta dari dirinya, bahkan ada yang cuma-cuma menyerahkan tubuhnya kepada, Faris. Tapi Faris tidak melirik mereka semua, karna adik kecil nya yang tertidur sejak dari dia berumur 8 tahun.


Sedangkan Nabil diam, memikirkan sesuatu, dia tidak ingin salah mengambil keputusan "Em ... beri aku waktu, Tuan!" ujar Nabil, dia ingin solat istikharah terlebih dahulu sebelum memusatkan mengambil sesuatu hal yang besar. Wanita bercadar itu ingin semua urusan nya di serahkan kepada Allah, pemilik seluruh alam, Nabil ingin menyandarkan segala hal kepada sang khalik.


"What, dia belum menerima ku? sombong sekali wanita ini. Aku tau, kalau kamu hanya berpura-pura ingin berfikir, agar kamu tidak terlihat gampangan, dasar wanita buruk rupa!" hardik Faris di dalam hati.


"Baiklah, saya akan mengikuti caramu, saya mau lihat sejauh mana kepura-puraan mu!" lanjut Faris lagi membatin. Kemudian Diapun menghela nafasnya, dia sudah sangat merasa geram, karna Nabil seperti menggantung dirinya saja. Tapi Faris tetap harus bersabar dan menunjukkan sikap pengertian nya di hadapan gadis bercadar ini.


Faris ingin terlihat lelaki yang baik dan pengertian di depan Nabil, dan juga dia ingin Nabil tertarik dan akhirnya memuji sikap dirinya yang menjadi lelaki pengertian dan baik.


Setelah sejenak terdiam, Faris kembali menghela nafas panjang, kemudian diapun menjawab "Baik lah, besok aku akan ke sini lagi untuk meminta jawaban mu!" ucap Faris.


"Ingat, disini! aku harap kamu bisa memberikan jawaban yang ingin ku dengar!" ucap Faris lagi menimpali ucapan nya sendiri.


Nabil bangun dan mengangguk "Baik, kalau seperti itu saya permisi! Assalamualaikum!" tukas Nabil, diapun berlalu meninggalkan Faris di sana.


Apa yang akan di berikan jawaban oleh Nabil? penasaran, ayok segera klik profil nya dan klik favorit nya juga.

__ADS_1



__ADS_2