
Tepat pukul 7 malam, Fero sudah berdiri di depan rumah Davvien,menunggu sang tuan nya keluar dari balik tembok rumah
Pelayan rumah sudah mempersilah kan Fero masuk,tapi dia menolak karna Davvien telah menghubungi nya dan mengatakan sudah siap dan akan segera keluar
Davvien keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga,dia terus bejalan,sampai suara andin menghentikan langkah Davvien
"Sayang mau kemana,kamu tidak makan dulu?"tanya Nyonya Andin dengan nada lembut
"Davvien mau bertemu Aldi dan Riki Mom"membalikkan badan nya melihat Mommy yang sedang menatap nya
"Davvien makan di luar saja"lanjut nya lagi dan melangkah pergi meninggal kan suami istri itu
"Ya sudah kamu hati hati ya"teriak Nyonya Andin yang mungkin masih di dengar oleh Davvien
Tuan Andre terlihat cuek,tidak mau mengambil pusing tentang tingkah anak nya itu
Saat sampai di depan pintu Davvien melihat Fero yang berdiri membelakangi nya
"Kenapa kau di luar"tanya Davvien melirik ke arah Fero sebentar dan kembali menatap kedepan
"Aaa......."Fero yang sedang melamun begitu kaget saat tiba tiba Davvien berdiri di samping nya dan berbicara
"Ka kau,huhhhhh bikin kaget saja"Fero kesal dengan Davvien karna berhasil membuat dia jantungan
"Hy,kau berani memarahi ku?"ucap Davvien meninggi kan suara nya sambil menatap tajam pada Fero
"Apa kau ingin malam ini malam terahir mu merasakan detak jantung mu"dengan menekan kalimat nya
"Ti tidak tuan,saya cuma kaget karna anda datang tiba tiba"jawab Fero,jelas Fero takut mendengar ancaman dari atasan sekaligus sahabat nya itu
"Jadi maksud mu aku yang salah,karna kau kaget?"kembali menatap Fero dengan tajam
"Tidak tuan,saya yang salah karna saya sudah kaget,seharus nya saya tidak boleh kaget dengan kedatangan anda tiba tiba tuan"Fero mengalah dan memaksa kan senyum di bibir nya
Meskipun bersahabat,tapi Fero paling takut bila Davvien marah dan mengancam nya
"Bagus,sadar juga kamu"ucap Davvien sambil Melangkah ke arah mobil dan di susul oleh Fero
"Cih,jelas jelas dia yang salah karna datang dengan tiba tiba,dan berbicara layak nya monster"batin Fero
"Fero"panggil Davvien yang sambil melangkah masuk kedalam mobil
"Iya tuan"
"Kau berbicara sesuatu?"
"Ti tidak tuan"Fero kaget dengan pertanyaan bos nya
"Bagaimana dia tau kalau aku membicarakan nya,apa dia punya kemampuan mendengar isi hati orang lain"Fero yang masih bingung di dekat pintu mobil Davvien
"Hy,kau membicarakan ku"tanya Davvien lagi
"Tidak tuan"jawab fe5ro cepat sembari menggeleng kepalanya
Fero masih termenung di sisi pintu mobil Davvien
"Kau mau pergi atau mau berdiri di sini sampai pagi"Davvien menyadarkan Fero dengan suara datar nya
"Eh eh heheh ya ya"Fero yang sadar pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggal kan kediaman Wilmar
Mereka berdua pergi ke salah satu bar tempat biasa mereka berkumpul
Karna jalanan agak macet mereka agak sedikit lama di perjalanan
Setelah sampai, Davvien dan Fero masuk ke dalam bar,saat mereka masuk tatapan menginginkan dari para wanita penggoda tertuju pada dua pria ini, Davvien dan Fero dengan wajah mereka yang tampan bejalan tegap tanpa menghiraukan tatapan kekaguman para wanita di sana,mereka langsung menuju ke ruangan VIP yang nama sahabat nya Riki,dan Aldi sudah ada di sana
Dalam hal ini,belum ada sejarah Davvien yang terlebih dulu sampai,dan menunggu teman teman nya,kalaupun Davvien yang sampai duluan,telat satu menit mereka datang Davvien pasti sudah meninggal kan tempat itu
__ADS_1
Fero membuka pintu dan mempersilahkan Davvien masuk,saat Davvien hendak melangkah masuk,kaki nya terhenti,melihat beberapa gadis sedang melayani sahabat nya itu
Fero yang mengerti pun langsung menyuruh mereka pergi
Fero tau,tuan nya tidak akan masuk bila ada wanita di dalam,ntah mengapa dav5vien sangat anti dengan perempuan
Setelah para wanita itu pergi,baru lah Davvien melangkah masuk,dan menduduki diri di sofa
"Sudah ku katakan,jika mengajak ku jangan pernah sewa wanita"ucap nya tanpa mengalih kan pandangan menatap ke atas
"Karna kau lama,kami fikir tidak ada salah nya kami bersenang senang sebentar"jawab Aldi sambil menatap Davvien
"Sudah ku katakan pada kalian,jangan pernah berurusan dengan perempuan,kenapa kalian tidak paham juga,kenapa kalian tidak belajar dari pengalaman ku"Davvien akhirnya mengangkat kepala nya dan melihat para sahabat nya
"Sudah lah Vien,jangan kau ingat lagi,tidak semua wanita bisa begitu,dan tidak selama nya kamu akan mengalami peristiwa itu,sekarang lihat Fero,gara gara kamu melarang nya untuk berhubungan dengan wanita,dia menjadi seperti manusia es,jangan egois Vien,lihat dampak nya pada orang lain"Riki mencoba membantu Davvien melupakan semua trauma nya
Fero yang merasa nama nya di sindir tidak mau tinggal diam
"Kenapa jadi gw, gw tu biasa saja"ucap Fero yang merasa tidak tega dengan da5vvien
"Iya biasa,tapi kamu tidak merasakan lagi bagaimana indah nya mencintai"Aldi membantu Riki
"Terserah kalian,yang jelas gw sudah ngingetin kalian,dan buat Fero dia baik baik saja,malah lebih baik,dan bisa fokus pada pekerjaan nya"Davvien tidak terima di salah kan
Riki mau menjawab perkataan Davvien tapi terhenti karna Fero lebih dulu mengambil kesempatan untuk berbicara,dia tidak ingin Davvien di salah kan,karna dia tau bagaimana terpuruk nya Davvien dan benar seperti Davvien bilang,bahwa dia baik baik saja meski pun dulu sangat lah
"Minuman buat kami belum sampai?"tanya Fero yang mengalihkan pembicaraan
Riki dan aldi yang tau maksud Fero hanya bisa mengangkat bahu nya
"Vien loe biasa?"tanya Fero yang di agguki oleh Davvien
Mereka memesan jus jeruk,karna Davvien tidak terlalu suka mabuk,karna dia tau itu akan berpengaruh untuk kesehatan nya,hanya bila terlalu stres Davvien meminum alkohol,dan Fero karna dia menyetir jadi dia tidak ingin ambil resiko bila dia mabuk
Pesanan pun sampai,mereka langsung meneguk minuman nya dan bercakap cakap membahas tentang bisnis masing masing
Eeits,cuma bertiga, Fero, Riki,dan Aldi
...----------------...
Sedangkan di tempat lain, Vera baru pulang dari rumah Intan,dia berdiri di ambang pintu,sebelum masuk Vera menghembuskan nafas panjang nya, Vera berharab Daddy nya sudah tidur,sehingga tidak perlu berdebat soal pernikahan nya yang setiap saat bertemu dengan sang Daddy selalu menjadi topik utama
"Ceklek"Vera memasuki kepala nya kedalam terlebih dahulu
"Sudah jangan seperti maling,cepat masuk,sampai keram punggung Daddy nungguin kamu pulang"suara Darwin dari ruang keluarga yang tau putri nya sudah pulang
"Ehehehe Daddy kenapa belum tidur"mendekati Daddy dan menyalami nya,sambil tersenyum cengengesan
"Sengaja nungguin kamu,Daddy tau kamu sengaja menghindar dari Daady"
"Ya sudah kan Vera sudah pulang,Daddy tidur terus ya, Vera juga mau langsung tidur,,capek banget tadi bikin kue sama Tania Intan dan Rina"Vera mencari alsan supaya bisa cepat cepat masuk ke dalam kamar nya
"Heuh,Daddy sengaja nungguin kamu,kalau bukan karna hal penting mana mau dadi nungguin orang kelayapan sampai malam,duduk dulu"Diwan tersenyum sinis dengan jwaban putri nya
Tidak mau membantah ahirnya Vera duduk
"Ya kan Vera rumah Intan tidak kelayapan dijalan"ucap Vera sambil duduk
"Jawab terus ayo jawab terus"Diwan yang mulai kewalahan dengan mulut Vera,setiap di bilangin ada saja alasan Vera
"Hehe tidak tidak"Vera kembali cengengesan
"Ada apa sih Dad,kalau tidak penting Vera mau tidur sekarang"Vera langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi cemberut
"Daddy mau menanyakan soal pernikahan kamu"tanpa basa basi Diwan langsung menanyakan permasalahan pernikahan putri nya
"S**udah ku duga"batin Vera
__ADS_1
"Apa sudah kamu putuskan,ahh tapi tidak perlu di putuskan krna apapun keputusan kamu,Daddy akan tetap melanjutkan pernikahan ini"lanjut nya lagi tanpa memberi luang buat Vera membantah
"Daddy itu bertanya atau memaksa sih"tanya Vera kesal
"Daddy bertanya,kalau kamu jawab iya berarti tidak memaksa, tapi kalau kamu membantah maka dedi akan memaksa"jawab Diwan santai
Vera semakin kesal dengan jawaban Daddy nya,yang sok kasih pilihan,tapi ujung nya di paksa juga
"Daddy, Vera belum siap menikah,dan Vera ada Riko,kami sudah lama bersama"Vera mencoba membujuk Daddy seperti saran Intan tadi
"Kamu pasti siap saat sudah menjalani nya Vera,soal Riko untuk apa lama bersama kalau masih dengan hubungan tidak jelas begini,kalau dia mau kenapa tidak dari kemaren kemaren dia datang melamar mu,Daddyhanya ingin kamu aman"ucap Diwan tegas dengan wajah yang serius
"Aman?.. Vera aman aman saja Dad,kan Vera bisa bela diri,lagian setiap hari Vera di kawal oleh bodyguard, siapa yang berani menyakiti Vera"Vera membantah dan menolak perkataan Diwan
"Dan Riko mungkin juga belum siap,tapi Vera akan bilang sama Riko untuk menemui Daddy saat dia pulang dari luar kota" sambung Vera lagi
"Sudah Vera,kamu jangan membantah,kapan kamu mau mendengarkan kan Daddy,dulu saat dadi suruh kamu masuk kuliah dengan jurusan bisnis dan kamu menolak nya,dan mengambil apa yang kamu ingin kan,Daddy menyetujui nya,hanya kali ini Daddy meminta padamu"Perkataan Diwan semakin serius,tanpa mau di bantah lagi, Diwan takut ve5ra makin bertanya,karna dia tidak ingin menceritakan pada Vera apa yang sebenarnya terjadi
Vera berkaca kaca mendengar perkataan Diwan yang memohon tapi memaksa,walaupun dia sadar Diwan selalu menuruti permintaan Vera,dan belum pernah Diwan meminta sesuatu sama Vera
"Lusa keluarga calon suami mu akan datang dan membicarakan hari pernikahan kalian"Diwan langsung berdiri dan melangkah pergi,meninggal kan Vera yang bergenangan air mata
Diwan pergi karna dia tidak akan bisa melihat putri nya menangis,kali ini dia tidak boleh luluh,tekad nya untuk menikah kan ve5ra sangat besar
Vera bangun,dengan langkah gontai dia menaiki anak tangga,masuk ke dalam kamar nya,,dia bingung harus berbuat apa,sambil air mata nya terus mengalir,dengan pikiran nya yang kacau,,di satu sisi Vera heran Daddy nya berencana menikahi nya tanpa alasan yang pasti, Vera juga bingung memikirkan bagaimana cara menjelaskan nya sama Riko
Sesaat Vera mengingat Riko,yang sudah pergi selama dari kemaren dan sampai saat ini belum mengabari nya
Vera ahirnya menghubungi Riko,berharab 5riko bisa segera pulang dan sama sama membujuk Diwan,siapa tau dadi luluh pikir Vera
Vera mengambil ponsel nya,dan menghubungi Riko
Sambungan nya masuk,tapi belum di angkat oleh Riko
...----------------...
Sementara di dalam hotel
Riko baru selesai rapat,dia sangat lelah dan sangat sibuk,sesampai nya di kota itu dia langsung menuju ruang rapat,hingga belum sempat menghubungi Vera
Sebelum Vera menghubungi Riko,Riko hendak menghubungi Vera,tapi di urungkan
"Lebih baik aku mandi dulu,baru kasih tau Vera bahwa besok sore aku sudah pulang,karna urusan nya hanya besok pagi"ucap Riko sambil tersenyum karna besok setelah meeting pagi dia langsung pulang
"Vera pasti senang"meletakkan ponsel nya di atas nakas,mengganti pakaian dan langsung ke kamar mandi
Sesaat setalah Riko masuk, Vera menghubungi Riko,tapi karna Riko sudah menghidup kan shower jadi tidak mendengar suara ponsel
Vera terus menghubungi Riko,sampai ahirnya panggilan itu tersambung
"Halo"
Deg....
Suara lembut dan manja perempuan di ponsel milik Riko membuat hati Vera tercabik cabik,meski pun belum tau pasti nya yang namun rasa sakit sudah mulai menyeruak ke dalam hati nya
Siapa dia,kenap ponsel nya Riko sama perempuan di jam malam begini
~Bersambung
.
.
bagi yang baca tolong tinggalin jejak nya dong
like
__ADS_1
komen
vote