
Lanjut ya...!
Pengantin yang semalam sudah memadu kasih, saat ini sudah selesai mandi, keduanya pun menyantap sarapan yang sudah hampir siang yang di hantarkan oleh pelayan ke dalam kamar mereka.
Siap dengan sarapan, kini Fero menggendong sang istri ke balkon, lalu mendudukkan sang istri di atas pangkuan nya.
Intan merasa tidak nyaman, saat terpaan angin menembus kulit nya yang hanya tertutupi sebagian.
Fero sengaja menyuruh Intan untuk menggunakan piyama yang begitu seksi dan terbuka, dengan tangan melingkar bi pinggang Intan, Fero terus mencium leher jenjang wanita yang sudah berstatus sebagai istri nya itu.
"Kak, geli...!" rengek Intan saat Fero sesekali menggigit leher nya.
"Panggil aku sayang, aku risih mendengar mu memanggil ku dengan sebutan Kakak!" protes Fero yang semakin mencumbui sang istri.
Wajah Intan memerah, dia merasa malu jika harus memanggil Fero dengan sebutan sayang.
"Cepat, panggil aku sayang!" tukas Fero lagi menyuruh Intan.
"Sa-sayang aku geli!" ucap Intan dengan menahan rasa geli dan juga malu di hatinya.
Wajah yang tadi memerah, malah semakin merona, Fero dapat melihat jika Intan sedang menahan rasa malu, sebuah senyuman terukir Indah di bibir Fero.
"Apa kamu malu sayang?" tanya Fero yang semakin bersemangat menggoda Intan.
Intan hanya bisa membenamkan kepalanya ke dalam dada bidang sang suami, hingga akhirnya suara ketukan pintu terdengar.
Tok...tok...tok...
Suara pertama masih di di gubris oleh mereka.
Tok..tok...tok...
"Coba lihat siapa, mungkin saja ada hal penting!" ujar Intan, namun dia masih enggan turun dari pangkuan sang suami.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
Belum sempat menjawab, suara pintu kembali di ketuk.
Fero berdecak kesal merasa kesal karna mengganggu kebersamaan nya dengan Intan.
"Sayang, biar aku membuka nya dulu!" ucap Fero, dia langsung membopong tubuh sang istri dan membaringkan nya di atas kasur dengan begitu lembut, kemudian di tutupi tubuh sang istri dengan selimut hingga sampai ke leher, tentu saja karna Intan hanya menggunakan piyama sek-si nya.
Fero melangkah, ada perasaan cemas yang menggerogoti hatinya, dia takut jika yang mengetuk pintu adalah pengganggu dirinya dan istri semalam, siapa lagi kalau bukan bos sinting nya.
Sampai di pintu, Fero memegang handle pintu lalu memutarnya.
Ceklek....
Saat di lihat nya orang di balik pintu adalah seorang pelayan, rasanya Fero ingin mengusap dadanya, karna ternyata bukan orang yang akan menganggu kebersamaan nya dengan sang istri.
Mengingat jika semalam Davvien begitu kekeh menghubungi dirinya berkali-kali.
"Ada apa?" tanya Fero dingin kepada pelayan tersebut.
"Ini Tuan, ada titipan untuk anda!" jawab pelayan tersebut.
Pelayan itu membawa sebuah paper bag, kemudian dia menyerahkan barang itu kepada Fero.
"Saya tidak tau Tuan! itu titipan untuk anda dari tuan Davvien!" jawab pelayan itu.
"Kalau begitu saya permisi Tuan!" ujar pelayan itu sambil membungkukkan badannya.
Fero hanya mengangguk, kemudian dia pun kembali masuk dan menutup pintu kamarnya.
Intan bangun, dia melihat paper bag di tangan sang suami.
"Apa itu Kak?" tanya Intan yang langsung mendapat kan tatapan tidak suka dari Fero.
"Apa itu sayang....?" tanya Intan lagi dengan nada sedikit mengejek.
Mendengar itu, Fero kembali tersenyum, kemudian diapun mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau, kata pelayan tadi ini dari Davvien!" jawab Fero sambil membolak-balik benda empat segi di tangan nya.
"Sini aku buka!" Intan langsung meraih paper bag berwarna coklat tersebut dia sudah tidak sabar ingin melihat isinya.
"Tunggu sayang!" Fero menahan tangan Intan, dia takut jika isi di dalam nya itu barang-barang aneh, mendengar nama pengirimnya saja sudah membuat nya ragu, jarang-jarang Davvien baik hati memberikan nya hadiah, dia mulai curiga jika bosnya itu akan mengerjai dirinya. Mengingat jika dirinya pernah membuat Vera kesakitan gara-gara lilin yang dia pasangan kan di dalam kamar Davvien dan Vera pada waktu itu.
"Kenapa? bos mu itu tidak mungkin mengirimkan bom untuk kita!" ucap Intan, dia pun kembali membuka nya.
Saat dia membuka nya, Intan melihat sebuah kotak persegi, dia pun mengeluarkan kotak tersebut.
"Kotak apa ini" tanya Intan bergumam sendiri.
"Cepat buka sayang, kita akan tau isinya!" celetuk Fero yang ternyata juga penasaran.
Mendengar itu, Intan langsung membuka kotak persegi panjang tersebut, setelah melihat hasil isi dari dalam kotak tersebut, keduanya sama-sama membelalakkan mata.
"I-ini....!"
.
.
.
.
.
.
.
.
~Bersambung
__ADS_1
Apa ayo!! yang di kasih oleh bos sinting Fero!!
Like dan komen nya dong, Vocher vote nya juga plus bunga ðŸ¤, jadi ngelunjak aku ini.